• Al-Ghazali, ihya ‘ulumiddin, menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama (sabar dan syukur vol.8)

    Al-Ghazali, ihya ‘ulumiddin, menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama (sabar dan syukur vol.8)

    • Al-imam al-Ghazali
    • Republika penebit
    • 2013
    • -
    Sinopsis

    Buku ini menekankan bahwa sabar dan syukur bukan sekadar sikap emosional, melainkan bentuk ibadah hati yang menunjukkan kedekatan seseorang kepada Allah. Pokok-pokok isi buku meliputi: 1. Hakikat Sabar Al-Ghazali menjelaskan bahwa sabar adalah kemampuan menahan diri dari dorongan hawa nafsu, kemarahan, keluh kesah, dan keputusasaan. Sabar bukan berarti pasif, tetapi keteguhan hati dalam menjalani perintah Allah dan menghadapi ujian hidup. 2. Macam-Macam Sabar Sabar dibagi menjadi beberapa bentuk: -sabar dalam menjalankan ibadah, -sabar menjauhi maksiat, -dan sabar menghadapi musibah. 3. Keutamaan Orang yang Sabar Orang sabar digambarkan memiliki kedudukan mulia di sisi Allah. Kesabaran menjadi sumber kekuatan batin, ketenangan jiwa, dan jalan menuju keberhasilan dunia maupun akhirat. 4. Hakikat Syukur Syukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan dalam hati dan perbuatan. Syukur berarti menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah dan menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan serta ketaatan. 5. Tingkatan Syukur Al-Ghazali menerangkan bahwa syukur memiliki tiga unsur: -pengakuan dalam hati, -pujian dengan lisan, -dan penggunaan nikmat sesuai kehendak Allah. 6. Hubungan Sabar dan Syukur Kehidupan seorang mukmin selalu berada di antara sabar dan syukur. Saat mendapat nikmat, ia bersyukur; saat mendapat ujian, ia bersabar. Dengan dua sikap ini, seluruh keadaan hidup dapat menjadi jalan mendekat kepada Allah. 7. Pendidikan Jiwa Buku ini juga mengajarkan latihan spiritual untuk membentuk kesabaran dan rasa syukur, seperti mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak dzikir, merenungkan nikmat Allah, dan melihat hikmah di balik setiap ujian.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Salemba
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 260693
Kode Klasifikasi : 297.01
Judul Buku : Al-Ghazali, ihya ‘ulumiddin, menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama (sabar dan syukur vol.8)
Edisi : -
Penulis : Al-imam al-Ghazali
Penerbit : Republika penebit
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2013
ISBN : -
Tajuk Subjek : Ilmu Agama
Deskripsi : vi+387 hal 17 x 24 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Anggun Seno Wulandari
Buku ini menekankan bahwa sabar dan syukur bukan sekadar sikap emosional, melainkan bentuk ibadah hati yang menunjukkan kedekatan seseorang kepada Allah.

Pokok-pokok isi buku meliputi:

1. Hakikat Sabar
Al-Ghazali menjelaskan bahwa sabar adalah kemampuan menahan diri dari dorongan hawa nafsu, kemarahan, keluh kesah, dan keputusasaan. Sabar bukan berarti pasif, tetapi keteguhan hati dalam menjalani perintah Allah dan menghadapi ujian hidup.

2. Macam-Macam Sabar
Sabar dibagi menjadi beberapa bentuk:
-sabar dalam menjalankan ibadah,
-sabar menjauhi maksiat,
-dan sabar menghadapi musibah.

3. Keutamaan Orang yang Sabar
Orang sabar digambarkan memiliki kedudukan mulia di sisi Allah. Kesabaran menjadi sumber kekuatan batin, ketenangan jiwa, dan jalan menuju keberhasilan dunia maupun akhirat.

4. Hakikat Syukur
Syukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan dalam hati dan perbuatan. Syukur berarti menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah dan menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan serta ketaatan.

5. Tingkatan Syukur
Al-Ghazali menerangkan bahwa syukur memiliki tiga unsur:
-pengakuan dalam hati,
-pujian dengan lisan,
-dan penggunaan nikmat sesuai kehendak Allah.

6. Hubungan Sabar dan Syukur
Kehidupan seorang mukmin selalu berada di antara sabar dan syukur. Saat mendapat nikmat, ia bersyukur; saat mendapat ujian, ia bersabar. Dengan dua sikap ini, seluruh keadaan hidup dapat menjadi jalan mendekat kepada Allah.

7. Pendidikan Jiwa
Buku ini juga mengajarkan latihan spiritual untuk membentuk kesabaran dan rasa syukur, seperti mengendalikan hawa nafsu, memperbanyak dzikir, merenungkan nikmat Allah, dan melihat hikmah di balik setiap ujian.
Terkait Subjek Buku yang sama