• Membangun nasionalisme melalui bahasa dan budaya

    Membangun nasionalisme melalui bahasa dan budaya

    • Abdul Rachman Patji., dkk
    • KOMPAS
    • 2021
    • 978-623-346-325-6
    Sinopsis

    Membangun Nasionalisme Bahasa dan Budaya adalah sebuah buku penuh data lapangan dan analisis mendalam atas khazanah kekayaan bangsa. Ikatan kebangsaan sesungguhnya tersusun dari ikatan primordialisme berbagai kelompok etnik, bahasa, budaya dan agama yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara tergambar jelas pada kasus masyarakat Aceh, Dayak di Kalimantan Barat, Tetun dan Malaka di Nusa Tenggara Timur, dan relasi etnik di wilayah Papua dan Papua Nugini.Kontak-kontak kebudayaan dalam lintasan geohistoris sebelumnya telah memungkinkan adanya bangunan kesepahaman bersama pentingnya pembentukan negara bangsa. Kesepahaman ini disem purnakan bentuknya oleh kelompok cerdik cendekiawan, dan dimo difikasi dalam wajah kekinian seiring tantangan globalisasi yang menyeruak masuk dalam berbagai lini kehidupan warga negaranya.Nasionalisme Keindonesiaan yang diwarnai dengan beragam bahasa dan kebudayaan lokal merupakan wajah asli yang tidak dapat dita warkan keberadaannya. Mekanisme integratif dan negosiatif yang memungkinkan rajutan kebangsaan dalam ikatan lokalitas tetap kuat adalah keniscayaan praktik kebangsaan ini ditransmisikan secara lintas generasi.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kramat 98, Salemba, Kaliabang
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 250760
Kode Klasifikasi : 320.54
Judul Buku : Membangun nasionalisme melalui bahasa dan budaya
Edisi : -
Penulis : Abdul Rachman Patji., dkk
Penerbit : KOMPAS
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2021
ISBN : 978-623-346-325-6
Tajuk Subjek : Nasionalisme,Budaya
Deskripsi : x, 414 hlm.; 23 cm
Eksemplar : 7
Stok : 7
Petugas : Rahidzat
Membangun Nasionalisme Bahasa dan Budaya adalah sebuah buku penuh data lapangan dan analisis mendalam atas khazanah kekayaan bangsa. Ikatan kebangsaan sesungguhnya tersusun dari ikatan primordialisme berbagai kelompok etnik, bahasa, budaya dan agama yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara tergambar jelas pada kasus masyarakat Aceh, Dayak di Kalimantan Barat, Tetun dan Malaka di Nusa Tenggara Timur, dan relasi etnik di wilayah Papua dan Papua Nugini.Kontak-kontak kebudayaan dalam lintasan geohistoris sebelumnya telah memungkinkan adanya bangunan kesepahaman bersama pentingnya pembentukan negara bangsa. Kesepahaman ini disem purnakan bentuknya oleh kelompok cerdik cendekiawan, dan dimo difikasi dalam wajah kekinian seiring tantangan globalisasi yang menyeruak masuk dalam berbagai lini kehidupan warga negaranya.Nasionalisme Keindonesiaan yang diwarnai dengan beragam bahasa dan kebudayaan lokal merupakan wajah asli yang tidak dapat dita warkan keberadaannya. Mekanisme integratif dan negosiatif yang memungkinkan rajutan kebangsaan dalam ikatan lokalitas tetap kuat adalah keniscayaan praktik kebangsaan ini ditransmisikan secara lintas generasi.
Terkait Subjek Buku yang sama