-
Komunikasi dalam pembangunan destinasi pariwisata
- Usman Chamdani
- Deepublish
- 2018
- 978-602-475-025-1
Timbulnya pergeseran paradigma pembangunan dari growth paradigm, menuju people's economic paradigm, merupakan pertimbangan yang harus dicermati dalam menghadapi permasalahan Kepariwisataan Nasional, adalah kenyataan bahwa mekanisme pasar yang tanpa kontrol dan tanpa kendali dapat memperburuk ekonomi dan ketergantungan yang makin lama, makin mengikat pada kekuatan ekonomi Internasional. Di samping itu, untuk pengembangan pariwisata Indonesia yang memiliki kekayaan alam, flora, fauna, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni dan budaya. Maka pembangunan pariwisata harus dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan, memupuk rasa cinta tanah air, memperkaya kebudayaan dan menemukan jati diri bangsa. Sedangkan kebijakan pembangunan pariwisata dimaksudkan untuk mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, dengan menyelenggarakan aktifitas pada berbagai bidang yang berkaitan dengan kepariwisataan. Buku ini memandang penting kesiapan destinasi pada kawasan great, dimana konsep great ini merupakan sebuah pendekatan pembangunan daerah pariwisata yang mengintegrasikan komponen seperti, infrastruktur, aksesibilitas, konektivitas, fasilitas, perhotelan, dan preferensi pasar untuk mengoptimalkan dampak positif pada semua kalangan. Kementerian Pariwisata menerapkan strategi pengembangan destinasi pariwisata dengan menggunakan Greater pariwisata Indonesia. Pembagian wilayah Indonesia ke dalam beberapa Great pariwisata sehingga lebih fokus dalam pengembangan pariwisata, yaitu dengan membagi wilayah Indonesia menjadi sepuluh Greater Pariwisata, dan dalam Renstra Kemenpar 2014-2019, destinasi berdasarkan tiga pintu masuk utama ditetapkan tiga greater berdasarkan tiga pintu masuk utama yaitu Greater Bali, Greater Jakarta, dan Greater Batam. Greater Bali meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian wilayah Provinsi Jawa Timur. Great Jakarta terdiri dari Provinsi DKI Jakarta dan Banten. Great Batam meliputi beberapa provinsi yaitu: Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara (Sumut), Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
- Kaliabang, Yogyakarta
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 208336 |
| Kode Klasifikasi | : | 910.2 |
| Judul Buku | : | Komunikasi dalam pembangunan destinasi pariwisata |
| Edisi | : | 1 |
| Penulis | : | Usman Chamdani |
| Penerbit | : | Deepublish |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tahun | : | 2018 |
| ISBN | : | 978-602-475-025-1 |
| Tajuk Subjek | : | Pariwisata |
| Deskripsi | : | xii, 97 hlm. : ill. ; 20 m |
| Eksemplar | : | 3 |
| Stok | : | 3 |
| Petugas | : | Putri Ayu Citra Ardhian |
Buku ini memandang penting kesiapan destinasi pada kawasan great, dimana konsep great ini merupakan sebuah pendekatan pembangunan daerah pariwisata yang mengintegrasikan komponen seperti, infrastruktur, aksesibilitas, konektivitas, fasilitas, perhotelan, dan preferensi pasar untuk mengoptimalkan dampak positif pada semua kalangan. Kementerian Pariwisata menerapkan strategi pengembangan destinasi pariwisata dengan menggunakan Greater pariwisata Indonesia. Pembagian wilayah Indonesia ke dalam beberapa Great pariwisata sehingga lebih fokus dalam pengembangan pariwisata, yaitu dengan membagi wilayah Indonesia menjadi sepuluh Greater Pariwisata, dan dalam Renstra Kemenpar 2014-2019, destinasi berdasarkan tiga pintu masuk utama ditetapkan tiga greater berdasarkan tiga pintu masuk utama yaitu Greater Bali, Greater Jakarta, dan Greater Batam. Greater Bali meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian wilayah Provinsi Jawa Timur. Great Jakarta terdiri dari Provinsi DKI Jakarta dan Banten. Great Batam meliputi beberapa provinsi yaitu: Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara (Sumut), Riau dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Metode penelitian pariwisata
- Wardiyanta
- CV Andi Offset
- 2006
- 979-763-357-8
Penelitian di bidang pariwisata pada dasarnya sangat diperlukan, terutama berkaitan dengan kondisi Indonesia yang memiliki banyak potensi di bidang pariwisata.Pariwisata mencakup banyak aspek yang ... Lihat Selengkapnya
-
Statistika pariwisata deskriptif
- Kusmayadi
- Gramedia Pustaka Utama
- 2004
- -
Saat ini dan di masa yang akan datang, jumlah penduduk dunia yang melakukan perjalanan wisata terus meningkat. Dengan bertambahnya mobilitas penduduk sebagai wisatawan, perhitungan-perhitungan yang ... Lihat Selengkapnya
-
Paket wisata : penyusunan produk dan penghitungan harga
- Nuriata
- ALFABETA
- 2014
- 978-602-289-027-0
Pariwisata domestik untuk wisatawan lokal di Indonesia, mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga Indonesia tidak terlalu mengandalkan kedatangan wisatawan dari mancanegara saja. Dewasa ini ... Lihat Selengkapnya
-
Tourism marketing
- Ali Hasan
- CAPS (Center for Academic Publishing Service)
- 2015
- 978-602-9324-58-7
Pariwisata kini telah diakui oleh berbagai organisasi internasional seperti PBB, Bank Dunia, dan World Tourism Organization (WTO) sebagai kebutuhan dasar dari manusia. John Naisbitt dalam bukunya ... Lihat Selengkapnya
-
Teknik pemanduan-interpretasi dan pengaturan perjalanan wisata
- Nuriata
- ALFABETA
- 2015
- 978-602-289-180-2
Profesi pemanduan tidak akan berakhir. Profesi ini akan tetap muncul sepanjang masih terdapat fenomena orang-orang mencari bantuan untuk memperoleh saluran informasi mengenai tempat, barang atau ... Lihat Selengkapnya