• Social media, fragmentation, and democracy: rethinking digital interactions

    Social media, fragmentation, and democracy: rethinking digital interactions

    • Anita Amaliyah dan Eny Ratnasari
    • Deepublish
    • 2026
    • 978-634-01-2567-2
    Sinopsis

    Buku ini mengkaji bagaimana media sosial mengubah pola interaksi manusia, kehidupan sosial, dan partisipasi demokrasi di Indonesia. Media sosial membuka peluang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, membangun komunitas, dan terlibat dalam gerakan sosial. Namun, di sisi lain, media sosial juga dapat memicu fragmentasi sosial, polarisasi, disinformasi, dan berkurangnya kualitas dialog publik. Melalui berbagai kajian, buku ini membahas keintiman digital, ruang publik perempuan, perkembangan tren media sosial di Indonesia, perilaku konsumen hijau dalam ekosistem digital, serta hubungan media sosial dengan kesehatan mental dan ketahanan emosional Generasi Z. Buku ini juga menelaah peluang dan tantangan ruang publik digital bagi demokrasi, termasuk bagaimana platform digital memengaruhi partisipasi politik dan pembentukan opini masyarakat. Buku ini bermanfaat bagi mahasiswa, akademisi, peneliti komunikasi, dan pembaca yang ingin memahami dampak media sosial terhadap masyarakat dan demokrasi kontemporer.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Pemuda
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 261609
Kode Klasifikasi : 302.23
Judul Buku : Social media, fragmentation, and democracy: rethinking digital interactions
Edisi : -
Penulis : Anita Amaliyah dan Eny Ratnasari
Penerbit : Deepublish
Bahasa : Inggris
Tahun : 2026
ISBN : 978-634-01-2567-2
Tajuk Subjek : Media sosial,Demokrasi,Komunikasi digital
Deskripsi : xii, 182 hlm; 23 cm
Eksemplar : 3
Stok : 3
Petugas : Nur Santy, S.Hum
Buku ini mengkaji bagaimana media sosial mengubah pola interaksi manusia, kehidupan sosial, dan partisipasi demokrasi di Indonesia. Media sosial membuka peluang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, membangun komunitas, dan terlibat dalam gerakan sosial. Namun, di sisi lain, media sosial juga dapat memicu fragmentasi sosial, polarisasi, disinformasi, dan berkurangnya kualitas dialog publik.
Melalui berbagai kajian, buku ini membahas keintiman digital, ruang publik perempuan, perkembangan tren media sosial di Indonesia, perilaku konsumen hijau dalam ekosistem digital, serta hubungan media sosial dengan kesehatan mental dan ketahanan emosional Generasi Z.
Buku ini juga menelaah peluang dan tantangan ruang publik digital bagi demokrasi, termasuk bagaimana platform digital memengaruhi partisipasi politik dan pembentukan opini masyarakat. Buku ini bermanfaat bagi mahasiswa, akademisi, peneliti komunikasi, dan pembaca yang ingin memahami dampak media sosial terhadap masyarakat dan demokrasi kontemporer.
Terkait Subjek Buku yang sama