• Banyak Yang Nggak Betah Jadi Manusia

    Banyak Yang Nggak Betah Jadi Manusia

    • Indra Sepraneldi
    • TransMedia Pustaka
    • 2020
    • 978-623-7100-40-9
    Sinopsis

    Banyak Yang Nggak Betah Jadi Manusia adalah buku reflektif dan pengembangan diri yang membahas rasa lelah, keresahan, tekanan, serta berbagai tanggung jawab yang harus dijalani manusia dalam kehidupan. Buku ini menggambarkan keinginan untuk sejenak berhenti dari berbagai tuntutan hidup dan menjadi "penonton" yang hanya melihat dunia tanpa harus ikut merasakan segala keresahan di dalamnya. Penulis mengajak pembaca memahami bahwa merasa lelah bukan berarti gagal dan bahwa seseorang tidak harus selalu memaksakan diri untuk terlihat kuat. Melalui tulisan yang ringan dan reflektif, pembaca diajak untuk mengambil jeda, menarik napas, menerima keterbatasan diri, dan melanjutkan kehidupan dengan lebih tenang. Buku ini juga membawa pesan tentang harapan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memiliki makna. POKOK BAHASAN: Kelelahan menjalani kehidupan Tekanan dan tanggung jawab manusia Refleksi diri Penerimaan terhadap keadaan Motivasi kehidupan Pengembangan diri Menghadapi masalah dan keresahan Menemukan kembali semangat hidup Belajar beristirahat dan tidak memaksakan diri Harapan dan optimisme

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • BSD
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 261198
Kode Klasifikasi : 155.25
Judul Buku : Banyak Yang Nggak Betah Jadi Manusia
Edisi : -
Penulis : Indra Sepraneldi
Penerbit : TransMedia Pustaka
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2020
ISBN : 978-623-7100-40-9
Tajuk Subjek : Motivasi
Deskripsi : ix.; 181 hlm.; 21 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Warnida, A.Md
Banyak Yang Nggak Betah Jadi Manusia adalah buku reflektif dan pengembangan diri yang membahas rasa lelah, keresahan, tekanan, serta berbagai tanggung jawab yang harus dijalani manusia dalam kehidupan.

Buku ini menggambarkan keinginan untuk sejenak berhenti dari berbagai tuntutan hidup dan menjadi "penonton" yang hanya melihat dunia tanpa harus ikut merasakan segala keresahan di dalamnya. Penulis mengajak pembaca memahami bahwa merasa lelah bukan berarti gagal dan bahwa seseorang tidak harus selalu memaksakan diri untuk terlihat kuat.

Melalui tulisan yang ringan dan reflektif, pembaca diajak untuk mengambil jeda, menarik napas, menerima keterbatasan diri, dan melanjutkan kehidupan dengan lebih tenang. Buku ini juga membawa pesan tentang harapan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memiliki makna.

POKOK BAHASAN:

Kelelahan menjalani kehidupan
Tekanan dan tanggung jawab manusia
Refleksi diri
Penerimaan terhadap keadaan
Motivasi kehidupan
Pengembangan diri
Menghadapi masalah dan keresahan
Menemukan kembali semangat hidup
Belajar beristirahat dan tidak memaksakan diri
Harapan dan optimisme
Terkait Subjek Buku yang sama