• Benazir Bhutto : profil politisi wanita di dunia islam

    Benazir Bhutto : profil politisi wanita di dunia islam

    • Dhuroruddin Mashad
    • Pustaka Cidesindo
    • 1996
    • 979-638-025-0
    Sinopsis

    Terdapat tiga faktor utama (troika) dalam perpolitikan Pakistan: militer, presiden dan perdana menteri. Namun, banyak analis berpendapat bahwa sentrum dari ketiga kekuasaan tadi tetap dikendalikan militer. Oleh sebab itu, siapapun yang ingin menjadi pemimpin Pakistan, dia harus mendapatkan ”restu” dahulu dari militer. Di sinilah mendiang Benazir Bhutto diuji ketika berambisi untuk meraih dan atau mempertahankan kekuasaan. Hal yang menarik, pertentangan politik dalam negeri Pakistan yang bersumber dari visi agama (Islam) telah menyumang andil potensial bagi disintegrasi Pakistan sebagai suatu bangsa. Sukses mendiang Benazir Bhutto dahulu untuk keluar dari berbagai kemelut politik telah memperkokoh namanya sebagai negarawati Islam di sebuah negara Muslim. Namun, kepemimpinan Benazir kala itu tampaknya tidak berjalan mulus. Pepecatan Benazir sebagai Perdana Menteri oleh Presiden Farooq Ahmad Leghari menunjukkan sekali lagi bahwa ia berhadapan dengan berbagai ”batu sandung”. Buku yang ditulis Dhurorudin Mashad ini menarik untuk menelusuri dan melihat bagaimana dan siapa Benazir Bhutto ini.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kaliabang
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 240416
Kode Klasifikasi : 922.97
Judul Buku : Benazir Bhutto : profil politisi wanita di dunia islam
Edisi : -
Penulis : Dhuroruddin Mashad
Penerbit : Pustaka Cidesindo
Bahasa : Indonesia
Tahun : 1996
ISBN : 979-638-025-0
Tajuk Subjek : Biografi Tokoh Agama Islam
Deskripsi : xii, 281 hlm.; 21 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Oktari Sunaringsih
Terdapat tiga faktor utama (troika) dalam perpolitikan Pakistan: militer, presiden dan perdana menteri. Namun, banyak analis berpendapat bahwa sentrum dari ketiga kekuasaan tadi tetap dikendalikan militer. Oleh sebab itu, siapapun yang ingin menjadi pemimpin Pakistan, dia harus mendapatkan ”restu” dahulu dari militer. Di sinilah mendiang Benazir Bhutto diuji ketika berambisi untuk meraih dan atau mempertahankan kekuasaan.

Hal yang menarik, pertentangan politik dalam negeri Pakistan yang bersumber dari visi agama (Islam) telah menyumang andil potensial bagi disintegrasi Pakistan sebagai suatu bangsa. Sukses mendiang Benazir Bhutto dahulu untuk keluar dari berbagai kemelut politik telah memperkokoh namanya sebagai negarawati Islam di sebuah negara Muslim. Namun, kepemimpinan Benazir kala itu tampaknya tidak berjalan mulus. Pepecatan Benazir sebagai Perdana Menteri oleh Presiden Farooq Ahmad Leghari menunjukkan sekali lagi bahwa ia berhadapan dengan berbagai ”batu sandung”.

Buku yang ditulis Dhurorudin Mashad ini menarik untuk menelusuri dan melihat bagaimana dan siapa Benazir Bhutto ini.
Terkait Subjek Buku yang sama