• Berpikir ekonomis di masa krisis : gagasan akademis yang perlu diketahui para praktisi

    Berpikir ekonomis di masa krisis : gagasan akademis yang perlu diketahui para praktisi

    • Roy Sembel
    • PT Elex Media Komputindo
    • 2001
    • 979-20-1009-2
    Sinopsis

    Banyak ekonom (terutama dari kalangan elit akademis) terlalu bangga berkomunikasi dengan sesame ekonom menggunakan bahasa tingkat tinggi – verbal maupun matematis – yang sangat sulit untuk dimengerti orang awam. Akibatnya, banyak gagasan dan cara berpikir ekonomis yang tidak dipahami atau bahkan disalahpahami khalayak ramai. Ilmu ekonomi dituduh menjadi akar penyebab krisis. Menurut penulis, akarnya adalah penerapan ilmu ekonomi secara setengah hati, keliru, atau sengaja diputarbalikkan untuk melindungi kepentingan segelintir orang. Sementara itu, cara berpikir ekonomis seperti pertimbangan biaya dan manfaat, risiko dan imbal hasil (return) tetap (bahkan semakin) relevan di masa krisis. Pemasyarakatan gagasan dan cara berpikir ekonomi-lah yang perlu direformasi. Dalam buku ini juga dibahas berbagai pengetahuan tentang manajemen keuangan yang terkenal sulit dan canggih. Semua dijabarkan secara populer, sehingga menjadi gamblang dan gampang dicerna oleh orang awam sekalipun, apalagi oleh praktisi dan akademisi.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kramat 98, Pemuda, Kaliabang, Cengkareng, BSD
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 211009
Kode Klasifikasi : 338.5
Judul Buku : Berpikir ekonomis di masa krisis : gagasan akademis yang perlu diketahui para praktisi
Edisi : -
Penulis : Roy Sembel
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2001
ISBN : 979-20-1009-2
Tajuk Subjek : Ekonomi
Deskripsi : xiv, 129 hlm. ; 21 cm
Eksemplar : 7
Stok : 7
Petugas : Oktari Sunaringsih
Banyak ekonom (terutama dari kalangan elit akademis) terlalu bangga berkomunikasi dengan sesame ekonom menggunakan bahasa tingkat tinggi – verbal maupun matematis – yang sangat sulit untuk dimengerti orang awam. Akibatnya, banyak gagasan dan cara berpikir ekonomis yang tidak dipahami atau bahkan disalahpahami khalayak ramai. Ilmu ekonomi dituduh menjadi akar penyebab krisis. Menurut penulis, akarnya adalah penerapan ilmu ekonomi secara setengah hati, keliru, atau sengaja diputarbalikkan untuk melindungi kepentingan segelintir orang. Sementara itu, cara berpikir ekonomis seperti pertimbangan biaya dan manfaat, risiko dan imbal hasil (return) tetap (bahkan semakin) relevan di masa krisis. Pemasyarakatan gagasan dan cara berpikir ekonomi-lah yang perlu direformasi.

Dalam buku ini juga dibahas berbagai pengetahuan tentang manajemen keuangan yang terkenal sulit dan canggih. Semua dijabarkan secara populer, sehingga menjadi gamblang dan gampang dicerna oleh orang awam sekalipun, apalagi oleh praktisi dan akademisi.
Terkait Subjek Buku yang sama