-
Character building blind light : membangun kesadaran jati diri
- Nasrul Syarif
- Deepublish
- 2018
- -
Pada saat ini negara kita sedang menghadapi krisis moral yang salah satu penyebabnya adalah mulai lunturnya karakter yang mencerminkan budaya dan sikap suatu bangsa. Di sisi lain, dikatakan bahwa keberhasilan suatu bangsa dalam mencapai tujuannya, tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam yang melimpah ruah, akan tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa “Bangsa yang besar dapat dilihat dari kualitas/karakter bangsa (manusia) itu sendiri”. Sejalan dengan visi KOMNASDIK yaitu menjadi bangsa yang berkarakter unggul, cerdas, dan berdaya saing global maka perlu adanya pendidikan karakter. Karakter adalah integrasi sifat, sikap, perilaku, standar, keyakinan, moral, etika, nilai-nilai kehidupan dalam bentuk kualitas diri. Karakter terlihat atau terekspresi dari penampilan fisik, jiwa, emosi, pikiran, kemampuan, perilaku, sikap, dan kebiasaan. Karakter mengekspresikan kualitas seseorang. Karakter adalah siapa Anda. Ini mendefinisikan Anda sebagai sebuah peran dalam kehidupan. Karakter yang baik membentuk sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dalam meraih tujuan. Tujuan dari pembangunan karakter adalah untuk mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila. Pembangunan karakter ini berfungsi untuk mengembangkan potensi dasar agar berbaik hati, berpikiran baik, dan berperilaku baik; memperbaiki perilaku yang kurang baik dan menguatkan perilaku yang sudah baik; serta menyaring budaya yang kurang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Sebagai bangsa yang berkarakter unggul, di samping tercermin dari moral, etika dan budi pekerti yang baik, juga ditandai dengan semangat, tekad dan energi yang kuat, dengan pikiran yang positif dan sikap yang optimis, serta dengan persaudaraan, persatuan dan kebersamaan yang tinggi. Hal itu merupakan totallitas dari karakter bangsa yang kuat dan unggul yang pada kelanjutannya bisa meningkatkan kemandirian serta daya saing bangsa, menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera. Generasi muda memerlukan pembentukan karakter untuk menuntun mereka dalam memimpin bangsa ini di kemudian hari. Untuk menunjang pembentukan karakter tersebut perlu adanya pedoman sikap dan perilaku yang tertuang dalam Pancasadar yaitu : (1) Sadar Tuhan menjadi Pedoman Jiwa; (2) Sadar Diri menjadi Pedoman Hati; (3) Sadar Hidup menjadi Pedoman Nurani; (4) Sadar Masalah menjadi Pedoman Sikap; (5) Sadar Bahagia menjadi Pedoman Perilaku.
- Purwokerto, Tegal
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 260916 |
| Kode Klasifikasi | : | 155.25 |
| Judul Buku | : | Character building blind light : membangun kesadaran jati diri |
| Edisi | : | 1 |
| Penulis | : | Nasrul Syarif |
| Penerbit | : | Deepublish |
| Bahasa | : | Bahasa Indonesia |
| Tahun | : | 2018 |
| ISBN | : | - |
| Tajuk Subjek | : | Character Building |
| Deskripsi | : | xii, 191 hal, 20 cm |
| Eksemplar | : | 6 |
| Stok | : | 6 |
| Petugas | : | Ady Nugroho, S.Hum |
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Character building : membangun karakter menjadi pemimpin
- Kurniawan, Yudha dan Tri Puji Hindarsih
- Pro-U Media
- 2013
- 978-602-7820-05-?
-
-
Character building IV : relasi dengan dunia alam, iptek dan kerja
- Antonius Atosokhi Gea
- PT Elex Media Komputindo
- 2005
- 979-20-7855-X
Alam, iptek, dan kerja atau profesi merupakan dunia nyata di mana seorang terdidik akan semakin banyak rnelibatkan diri di dalamnya. Keterlibatan ke dalam tiga realitas tersebut sangat sarat dengan ... Lihat Selengkapnya
-
Character building : membentuk watak
- Soemarno Soedarsono
- PT Elex Media Komputindo
- 2002
- 979-20-4010-2
-
Character building I : relasi dengan diri sendiri
- Antonius Atosokhi Gea
- PT Elex Media Komputindo
- 2002
- 979-20-3649-0
Memandang dan memperlakukan diri sendiri dengan baik, atau dengan kata lain, bersikap baik dan positif terhadap diri sendiri, mengandung tiga makna penting, yakni : mengenal, menerima dan ... Lihat Selengkapnya