-
Al-Ghazali, ihya ‘ulumiddin, menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama (Pintu taubat Vol.7)
- Al-imam al-Ghazali
- Republika penebit
- 2013
- -
Buku Ihyā’ ‘Ulūmiddīn karya Imam Al-Ghazali merupakan karya monumental dalam dunia Islam yang membahas penyucian jiwa, akhlak, dan spiritualitas. Pada jilid Pintu Taubat (Vol. 7), Al-Ghazali mengupas secara mendalam tentang hakikat taubat sebagai jalan kembali seorang hamba kepada Allah SWT setelah melakukan dosa dan kesalahan. Buku ini menempatkan taubat sebagai langkah awal dalam perjalanan spiritual menuju kedekatan dengan Allah dan penyucian hati. Dalam pembahasannya, Al-Ghazali menjelaskan pengertian taubat, syarat-syaratnya, serta tingkatan taubat yang harus dilalui seorang muslim. Taubat sejati tidak hanya berupa ucapan istighfar, tetapi juga penyesalan yang mendalam, meninggalkan perbuatan dosa, serta tekad kuat untuk tidak mengulanginya kembali. Menurut beliau, manusia pada dasarnya tidak luput dari kesalahan, sehingga pintu taubat menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Buku ini juga membahas penyebab manusia terjerumus dalam dosa, pengaruh hawa nafsu, godaan setan, serta kelalaian hati terhadap kehidupan akhirat. Al-Ghazali mengajak pembaca untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah) dan menyadari kelemahan manusia agar tumbuh rasa takut kepada Allah sekaligus harapan akan ampunan-Nya. Perpaduan antara rasa takut (khauf) dan harap (raja’) menjadi dasar penting dalam proses taubat dan perbaikan diri.
- Salemba
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 260690 |
| Kode Klasifikasi | : | 2X5.1 |
| Judul Buku | : | Al-Ghazali, ihya ‘ulumiddin, menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama (Pintu taubat Vol.7) |
| Edisi | : | - |
| Penulis | : | Al-imam al-Ghazali |
| Penerbit | : | Republika penebit |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tahun | : | 2013 |
| ISBN | : | - |
| Tajuk Subjek | : | ilmu islam,Taubat |
| Deskripsi | : | vi +415 hal 17 x 24 cm |
| Eksemplar | : | 1 |
| Stok | : | 1 |
| Petugas | : | Anggun Seno Wulandari |
Dalam pembahasannya, Al-Ghazali menjelaskan pengertian taubat, syarat-syaratnya, serta tingkatan taubat yang harus dilalui seorang muslim. Taubat sejati tidak hanya berupa ucapan istighfar, tetapi juga penyesalan yang mendalam, meninggalkan perbuatan dosa, serta tekad kuat untuk tidak mengulanginya kembali. Menurut beliau, manusia pada dasarnya tidak luput dari kesalahan, sehingga pintu taubat menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
Buku ini juga membahas penyebab manusia terjerumus dalam dosa, pengaruh hawa nafsu, godaan setan, serta kelalaian hati terhadap kehidupan akhirat. Al-Ghazali mengajak pembaca untuk melakukan introspeksi diri (muhasabah) dan menyadari kelemahan manusia agar tumbuh rasa takut kepada Allah sekaligus harapan akan ampunan-Nya. Perpaduan antara rasa takut (khauf) dan harap (raja’) menjadi dasar penting dalam proses taubat dan perbaikan diri.
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Etika Islam menuju evolusi diri
- Kasyani, Faidh
- Sadra Press
- 2014
- 978-602-9261-48-6
Buku Etika Islam: Menuju Evolusi Diri karya Faidh Kasyani merupakan karya etika dan spiritualitas Islam yang membahas proses penyempurnaan diri manusia melalui pembinaan akhlak, pengendalian jiwa, ... Lihat Selengkapnya
-
Al-Ghazali, ihya ‘ulumiddin, menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama (Pintu taubat Vol.7)
- Al-imam al-Ghazali
- Republika penebit
- 2013
- -
Buku Ihyā’ ‘Ulūmiddīn karya Imam Al-Ghazali merupakan karya monumental dalam dunia Islam yang membahas penyucian jiwa, akhlak, dan spiritualitas. Pada jilid Pintu Taubat (Vol. 7), Al-Ghazali ... Lihat Selengkapnya