-
Manajemen konflik berbasis budaya : dari ngada untuk Indonesia
- Rofinus Neto Wuli
- Kompas
- 2022
- 978-623-346-672-1
Konflik tak bisa lepas dalam hidup manusia. Hal ini membuat penanganan konflik sering kali menjadi momok bagi para pemangku kebijakan. Padahal, diperlukan strategi efektif dalam pengelolaan konflik guna mengembalikan harmoni di tengah masyarakat. Manusia modern dibentuk berdasarkan sejarah panjang yang tak luput dari konflik. Daripada berfokus menghindari konflik, kita perlu menyadari bahwa manajemen konflik merupakan bagian dalam proses mencapai perdamaian yang hakiki. Pendekatan itulah yang ditawarkan dalam buku ini. Sudah seharusnya konflik ditangani sebagai aspek integral dalam kehidupan bersama. Manajemen konflik seharusnya menjadi cara pengambilan keputusan guna mencapai mufakat, dan lebih jauh lagi, perdamaian. Penyelesaian konflik tak bisa dilepaskan dari pihak-pihak terkait. Perlu dicapai resolusi damai yang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang diaplikasikan dalam masyarakat. Di Indonesia, manajemen konflik sudah menjadi bagian integral dalam masyarakat. Hal ini terejawantah dalam budaya keseharian. Buku ini mengangkat studi kasus masyarakat Ngada di Flores yang memiliki manajemen konflik dan terbukti mampu merekatkan kembali simpul kerukunan di masyarakat dengan mempertahankan asas-asas luhur persaudaraan. Tak hanya melibatkan seluruh anggota masyarakat terkait, manajemen konflik ala masyarakat Ngada juga menerapkan sistem pengampunan sebagai bagian linier dalam mengembalikan stabilitas masyarakat pascakonflik.
- Kramat 98, Salemba, Kaliabang
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 250821 |
| Kode Klasifikasi | : | 303.69 |
| Judul Buku | : | Manajemen konflik berbasis budaya : dari ngada untuk Indonesia |
| Edisi | : | - |
| Penulis | : | Rofinus Neto Wuli |
| Penerbit | : | Kompas |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tahun | : | 2022 |
| ISBN | : | 978-623-346-672-1 |
| Tajuk Subjek | : | Konflik Sosial,Indonesia |
| Deskripsi | : | xxviii, 268 hlm.; 21 cm |
| Eksemplar | : | 7 |
| Stok | : | 7 |
| Petugas | : | Okta Ayu Melya Widanti |
Manusia modern dibentuk berdasarkan sejarah panjang yang tak luput dari konflik. Daripada berfokus menghindari konflik, kita perlu menyadari bahwa manajemen konflik merupakan bagian dalam proses mencapai perdamaian yang hakiki. Pendekatan itulah yang ditawarkan dalam buku ini. Sudah seharusnya konflik ditangani sebagai aspek integral dalam kehidupan bersama.
Manajemen konflik seharusnya menjadi cara pengambilan keputusan guna mencapai mufakat, dan lebih jauh lagi, perdamaian. Penyelesaian konflik tak bisa dilepaskan dari pihak-pihak terkait. Perlu dicapai resolusi damai yang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang diaplikasikan dalam masyarakat.
Di Indonesia, manajemen konflik sudah menjadi bagian integral dalam masyarakat. Hal ini terejawantah dalam budaya keseharian. Buku ini mengangkat studi kasus masyarakat Ngada di Flores yang memiliki manajemen konflik dan terbukti mampu merekatkan kembali simpul kerukunan di masyarakat dengan mempertahankan asas-asas luhur persaudaraan. Tak hanya melibatkan seluruh anggota masyarakat terkait, manajemen konflik ala masyarakat Ngada juga menerapkan sistem pengampunan sebagai bagian linier dalam mengembalikan stabilitas masyarakat pascakonflik.
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Resolusi konflik : jembatan perdamaian
- Ichsan Malik
- Kompas Media Nusantara
- 2017
- 978-602-412-301-7
Kehadiran buku Resolusi Konflik, jembatan Perdamaian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan bacaan terkait dengan pencegahan dan resolusi konflik di Indonesia. Oleh karena itu, alur buku ini dapat ... Lihat Selengkapnya
-
Manajemen konflik berbasis budaya : dari ngada untuk Indonesia
- Rofinus Neto Wuli
- Kompas
- 2022
- 978-623-346-672-1
Konflik tak bisa lepas dalam hidup manusia. Hal ini membuat penanganan konflik sering kali menjadi momok bagi para pemangku kebijakan. Padahal, diperlukan strategi efektif dalam pengelolaan ... Lihat Selengkapnya