• Regionalisasi ketahanan nasional indonesia di asean

    Regionalisasi ketahanan nasional indonesia di asean

    • Galby Rifqi Samhudi
    • KOMPAS
    • 2023
    • 978-623-346-756-8
    Sinopsis

    Pada 1976, ASEAN berhasil menyepakati dokumen Treaty of Amity and Cooperation yang memuat norma Ketahanan Regional. Pada dasarnya, norma ketahanan yang diterapkan oleh ASEAN merupakan inisiasi Indonesia yang kala itu dipimpin oleh Presiden Soeharto. Konsep Ketahanan Nasional (Tannas) diperkenalkan oleh pemerintah sebagai solusi komprehensif. Setelah beberapa saat ASEAN gamang menentukan arah kerja sama keamanannya, kemunculan Tannas memberikan middle ground bagi berbagai friksi kenegaraan anggotanya. Peran Indonesia sebagai inisiator norma ketahanan perlu dipelajari lebih dalam sehingga para pemangku kebijakan dan enthusiasts politik luar negeri di kawasan ini dapat mengerti bagaimana sebuah norma pemersatu dapat diciptakan di sebuah organisasi yang masih muda dan oleh unit internalnya, bahkan di periode yang sangat sulit sekalipun. Buku ini berusaha menjawab dua buah pertanyaan, "Mengapa ASEAN menerima gagasan Ketahanan Nasional Indonesia menjadi norma keamanan di ASEAN?" dan "Bagaimana norma ketahanan berpengaruh pada perspektif keamanan yang ada di Indonesia dan ASEAN?"

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kramat 98, Salemba, Kaliabang
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 250743
Kode Klasifikasi : 355.031
Judul Buku : Regionalisasi ketahanan nasional indonesia di asean
Edisi : -
Penulis : Galby Rifqi Samhudi
Penerbit : KOMPAS
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2023
ISBN : 978-623-346-756-8
Tajuk Subjek : Ketahanan Nasional,ASEAN
Deskripsi : xxiv, 256 hlm.; 21 cm
Eksemplar : 7
Stok : 7
Petugas : Rahidzat
Pada 1976, ASEAN berhasil menyepakati dokumen Treaty of Amity and Cooperation yang memuat norma Ketahanan Regional. Pada dasarnya, norma ketahanan yang diterapkan oleh ASEAN merupakan inisiasi Indonesia yang kala itu dipimpin oleh Presiden Soeharto. Konsep Ketahanan Nasional (Tannas) diperkenalkan oleh pemerintah sebagai solusi komprehensif. Setelah beberapa saat ASEAN gamang menentukan arah kerja sama keamanannya, kemunculan Tannas memberikan middle ground bagi berbagai friksi kenegaraan anggotanya. Peran Indonesia sebagai inisiator norma ketahanan perlu dipelajari lebih dalam sehingga para pemangku kebijakan dan enthusiasts politik luar negeri di kawasan ini dapat mengerti bagaimana sebuah norma pemersatu dapat diciptakan di sebuah organisasi yang masih muda dan oleh unit internalnya, bahkan di periode yang sangat sulit sekalipun. Buku ini berusaha menjawab dua buah pertanyaan, "Mengapa ASEAN menerima gagasan Ketahanan Nasional Indonesia menjadi norma keamanan di ASEAN?" dan "Bagaimana norma ketahanan berpengaruh pada perspektif keamanan yang ada di Indonesia dan ASEAN?"
Terkait Subjek Buku yang sama