• Politik luar negeri indonesia di bawah soeharto

    Politik luar negeri indonesia di bawah soeharto

    • Leo Suryadinata
    • LP3ES
    • 1998
    • 979-8391-72-1
    Sinopsis

    Buku Politik Luar Negeri: Indonesia di Bawah Soeharto ini membahas politik luar negeri negara Indonesia pada zaman Soeharto tidak berkuasa. Meskipun demikian, karena Soeharto telah berkuasa selama 32 tahun, politik luar negerinya telah meninggalkan jejak yang cukup mendalam bagi Indonesia. Tentu saja politik luar negeri pasca-Soeharto tidak sama dengan zaman pada Orde Baru, di mana sistem politik Indonesia saat itu merupakan sistem politik yang menganut otoritarian: militer dan Soeharto adalah pembuat politik luar negeri Indonesia (kemudian hanya Soeharto saja), sedangkan dalam masa pasca-Soeharto, sistem politik Indonesia mengalami demokratisasi dan selain presiden, kekuatan parlemen dan pressure groups lain juga perlu diperhitungkan. Namun kalau kita meninjau kembali politik luar negeri Indonesia pasca-Soeharto, masih jelas sekali kedua periode memiliki kesinambungan dan perubahan atau continuity and change. Fakta dan argumentasi di dalam buku ini masih bisa dipertahankan dan perlu diketahui oleh pembaca yang ingin mempelajari politik luar negeri Indonesia pada zaman Soeharto. Dengan kalimat lain, buku ini masih relevan untuk dibaca hingga masa kini.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kramat 98, Salemba, Kaliabang
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 250638
Kode Klasifikasi : 327.598
Judul Buku : Politik luar negeri indonesia di bawah soeharto
Edisi : -
Penulis : Leo Suryadinata
Penerbit : LP3ES
Bahasa : Indonesia
Tahun : 1998
ISBN : 979-8391-72-1
Tajuk Subjek : Indonesia,politik luar negeri
Deskripsi : xxi, 286 hlm.; 23 cm
Eksemplar : 7
Stok : 7
Petugas : Okta Ayu Melya Widanti
Buku Politik Luar Negeri: Indonesia di Bawah Soeharto ini membahas politik luar negeri negara Indonesia pada zaman Soeharto tidak berkuasa. Meskipun demikian, karena Soeharto telah berkuasa selama 32 tahun, politik luar negerinya telah meninggalkan jejak yang cukup mendalam bagi Indonesia. Tentu saja politik luar negeri pasca-Soeharto tidak sama dengan zaman pada Orde Baru, di mana sistem politik Indonesia saat itu merupakan sistem politik yang menganut otoritarian: militer dan Soeharto adalah pembuat politik luar negeri Indonesia (kemudian hanya Soeharto saja), sedangkan dalam masa pasca-Soeharto, sistem politik Indonesia mengalami demokratisasi dan selain presiden, kekuatan parlemen dan pressure groups lain juga perlu diperhitungkan. Namun kalau kita meninjau kembali politik luar negeri Indonesia pasca-Soeharto, masih jelas sekali kedua periode memiliki kesinambungan dan perubahan atau continuity and change.

Fakta dan argumentasi di dalam buku ini masih bisa dipertahankan dan perlu diketahui oleh pembaca yang ingin mempelajari politik luar negeri Indonesia pada zaman Soeharto. Dengan kalimat lain, buku ini masih relevan untuk dibaca hingga masa kini.
Terkait Subjek Buku yang sama