• Perang dingin tiongkok, malaya, dan malaysia 1949-1974

    Perang dingin tiongkok, malaya, dan malaysia 1949-1974

    • A.Dahana
    • Kompas Media Nusantara
    • 2022
    • 978-623-346-355-3
    Sinopsis

    Buku ini menggambarkan tentang naik turunnya hubungan antara Tiongkok dan Malaysia sejak republik Rakyat Tiongkok (RRT) berdiri pada 1949. Bahkan, pada saat Malaya masih berada di bawah cengkraman kolonialisme Inggris. Digambarkan pula dukungan RRT terhadap Partai Komunis Malaya (PKM) yang melakukan perang gerilya dengan para pemimpin dan pejuangnya sebagian besar terdiri dari etnik Tionghoa. Mereka berusaha untuk mengkomuniskan Malaya. Selain itu, carut-marutnya hubungan antar kaum (antara puak Melayu dengan etnik Tionghoa) di Malaysia serta upaya RRT untuk menarik simpati dari kalangan masyarakat Tionghoa. Konflik terus berlangsung walaupun negara Malaysia sudah berdiri, karena RRT di bawah kepemimpinan Mao Zedong memberikan cap kepada para pemimpin Malaysia sebagai diguozhuyi zougou (antek Imperialis) dan sikap Tengku Abdul Rahman yang sangat anti-RRT. Perseteruan antara Tiongkok dan Malaysia yang kian memanas, ditambah pula adanya konfrontasi Indonesia dibawah Soekarno yang melancarkan ? Ganyang Malaysia? dengan dukungan RRT. Bagaimana akhir semuanya ini? A. Dahana, penulis buku ini, dengan sangat baik memaparkan semua latar belakang dan solusi yang diperoleh.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kramat 98, Salemba, Kaliabang
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 250632
Kode Klasifikasi : 327.595 1
Judul Buku : Perang dingin tiongkok, malaya, dan malaysia 1949-1974
Edisi : -
Penulis : A.Dahana
Penerbit : Kompas Media Nusantara
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2022
ISBN : 978-623-346-355-3
Tajuk Subjek : Tiongkok,Malaysia,Perang Dingin
Deskripsi : xix, 325 hlm.; 23 cm
Eksemplar : 7
Stok : 7
Petugas : Okta Ayu Melya Widanti
Buku ini menggambarkan tentang naik turunnya hubungan antara Tiongkok dan Malaysia sejak republik Rakyat Tiongkok (RRT) berdiri pada 1949. Bahkan, pada saat Malaya masih berada di bawah cengkraman kolonialisme Inggris.

Digambarkan pula dukungan RRT terhadap Partai Komunis Malaya (PKM) yang melakukan perang gerilya dengan para pemimpin dan pejuangnya sebagian besar terdiri dari etnik Tionghoa. Mereka berusaha untuk mengkomuniskan Malaya.

Selain itu, carut-marutnya hubungan antar kaum (antara puak Melayu dengan etnik Tionghoa) di Malaysia serta upaya RRT untuk menarik simpati dari kalangan masyarakat Tionghoa. Konflik terus berlangsung walaupun negara Malaysia sudah berdiri, karena RRT di bawah kepemimpinan Mao Zedong memberikan cap kepada para pemimpin Malaysia sebagai diguozhuyi zougou (antek Imperialis) dan sikap Tengku Abdul Rahman yang sangat anti-RRT.

Perseteruan antara Tiongkok dan Malaysia yang kian memanas, ditambah pula adanya konfrontasi Indonesia dibawah Soekarno yang melancarkan ? Ganyang Malaysia? dengan dukungan RRT. Bagaimana akhir semuanya ini? A. Dahana, penulis buku ini, dengan sangat baik memaparkan semua latar belakang dan solusi yang diperoleh.
Terkait Subjek Buku yang sama