-
Isu nonkonvensional dalam hubungan internasional untuk pemula
- M. Fauzi A Rachman
- Griya Media
- 2020
- 978-623-7528-51-7
Studi Hubungan Internasional (HI) hari ini tidak hanya berfokus pada militer atau pertahanan, terutama setelah Perang Dingin usai. Fenomena tersebut diperkuat dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, serta menguatnya globalisasi di muka bumi. Dunia semakin terintegrasi, manusia lebih mudah berpindah lintas batas negara, penyebaran ide menjadi cepat, dan penyakit lebih lekas menyebar. Hasilnya, isu-isu seperti budaya, kemanusiaan, kepercayaan, media, penyakit, dan lain-lain mendapatkan panggungnya sendiri dalam studi HI. Meskipun dari berbagai isu “baru” ini ada yang harus berujung pada tindakan militer, tetapi sebagian besar isu nonkonvensional terkait erat dengan nonmiliter. Buku ini membahas sembilan isu nonkonvensional dalam studi HI dan bagaimana aksinya di atas panggung politik internasional serta dunia. Sedikit banyak kaitannya dengan grand theory dalam HI juga dituliskan, di samping studi kasus dari setiap isu yang ada. Studi HI harus selalu berkembang, tidak hanya berdiam di satu titik selesai. Studi HI, termasuk karya ini, perlu terus dipertanyakan atau digugat. Ia tidak boleh berhenti di suatu tempat yang berakhir dengan konvensional.
- Kramat 98, Salemba, Kaliabang
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 250624 |
| Kode Klasifikasi | : | 327 |
| Judul Buku | : | Isu nonkonvensional dalam hubungan internasional untuk pemula |
| Edisi | : | - |
| Penulis | : | M. Fauzi A Rachman |
| Penerbit | : | Griya Media |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tahun | : | 2020 |
| ISBN | : | 978-623-7528-51-7 |
| Tajuk Subjek | : | Ilmu Sosial,Hubungan Internasional |
| Deskripsi | : | x, 320 hlm.; 24 cm |
| Eksemplar | : | 7 |
| Stok | : | 7 |
| Petugas | : | Okta Ayu Melya Widanti |
Buku ini membahas sembilan isu nonkonvensional dalam studi HI dan bagaimana aksinya di atas panggung politik internasional serta dunia. Sedikit banyak kaitannya dengan grand theory dalam HI juga dituliskan, di samping studi kasus dari setiap isu yang ada.
Studi HI harus selalu berkembang, tidak hanya berdiam di satu titik selesai. Studi HI, termasuk karya ini, perlu terus dipertanyakan atau digugat. Ia tidak boleh berhenti di suatu tempat yang berakhir dengan konvensional.
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Ilmu sosial dan budaya dasar
- Elly M Setiadi, Kama A Hakam dan Ridwan Effendi
- Kencana
- 2009
- 979-3925-39-6
-
Statistik terapan : untuk penelitian ilmu-ilmu sosial
- Burhan Nurgiyantoro, Gunawan dan Marzuki
- Gadjah Mada University Press
- 2012
- 979-420-802-7
Statistik dibutuhkan untuk mengolah data kuantitatif. Data-data itu secara sendiri, apa adanya, masih bertumpuk, berapapun jumlahnya, dan bagaimanapun akuratnya, pada umumnya belum memberikan ... Lihat Selengkapnya
-
Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial
- Haris Herdiansyah
- Salemba Humanika
- 2010
- 978-602-8555-25-8
Sebagai sebuah metode penelitian, tidak diragukan lagi jika metode penelitian kualitatif keabsahannya telah diakui secara ilmiah. Bayak temuan mutakhir dan spektakuler dari beragam disiplin ilmu ... Lihat Selengkapnya
-
Character buliding II : relasi dengan sesama
- Gea, Antonius Atosokhi, Antonina Panca Yuni Wulandari dan Yohanes Babari
- Elex Media Komputindo
- 2002
- 979-20-4713-1
Suasana harmonis, rukun dan damai merupakan dambaan kita bersama. Suasana tersebut tentu saja tidak dengan sendirinya tercipta dalam suatu komunitas sosial, kecuali para anggotanya secara sadar dan ... Lihat Selengkapnya
-
Ilmu dasar sosial
- Abu Ahmadi
- PT Elex Media Komputindo
- 2009
- 978-979-518-187-3
Secara lebih terinci ilmu sosial dasar dapat membantu mahasiswa mengembangkan minat dan kebiasaan memperhatikan dan memahami peristiwa atau gejala sosial yang terjadi ... Lihat Selengkapnya