-
Perjalanan lintas batas : Lintas agama, lintas gender, lintas negara
- Musdah Mulia
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- 2023
- 978-623-321-247-2
Bukan perjalanan biasa! Buku ini istimewa karena begitu jernih memotret perjalanan intelektual dan spiritual dari seorang pejuang kemanusiaan, Musdah Mulia. Isinya menceritakan perjalanan penulis ke seratus kota lebih di 51 negara, menghadiri berbagai forum internasional bertema kemanusiaan, globalisasi dan perdamaian. Pembaca bukan hanya disuguhi gambaran kota-kota yang dikunjungi, melainkan lebih tajam mengulik isu-isu kontemporer terkait demokrasi, HAM, agama, teknologi dan kebudayaan. Kehadiran penulis di berbagai ajang dunia tersebut melahirkan perjumpaan lintas batas dengan beragam warga negara, bangsa, suku, budaya, gender, agama, kepercayaan dengan seluruh variannya. Perjalanan ini juga membawanya berinteraksi secara intens dengan kelompok rentan-tertindas (al-mustadh’afin) akibat posisi mereka sebagai minoritas. Perjumpaan dengan orang-orang berbeda dimungkinkan karena penulis teguh memegang prinsip humanis, inklusif, toleran dan terbuka. Dia selalu berusaha membuka diri dan berempati kepada semua golongan tanpa kecuali, tanpa stigma dan prejudice. Baginya, semua manusia adalah setara dan sederajat sebagai makhluk Tuhan Maha Pengasih. Menjadi lebih istimewa karena penulis bangga merepresentasikan dirinya sebagai Muslimah reformis, perempuan aktivis sekaligus ulama yang tak bosan mengingatkan umat Islam agar mengedepankan pendekatan maqashid al-syari`ah (tujuan universal agama). Esensi agama tiada lain membimbing manusia agar teguh mengamalkan prinsip keadilan, kesetaraan, persaudaraan sehingga bermanfaat bagi semua makhluk (rahmatan lil alamin). Melalui perjalanan lintas batas tersebut, penulis menyajikan informasi paling komprehensif tentang berbagai isu krusial di dunia modern. Di antaranya, isu kelompok agama minoritas, masyarakat adat dan indigenous religion (penganut agama-agama lokal), para pengungsi yang terusir dari negaranya, buruh migran, perempuan korban trafficking, anak-anak korban perang, para disabilitas, mereka yang terpapar HIV/Aids, kelompok trans-gender dan orientasi seksual berbeda yang hak asasi mereka kerap diabaikan. Ironisnya, pelanggaran hak asasi manusia kerap didasarkan pada dalih agama. Intinya, seluruh tulisan reflektif ini menggugah kesadaran nurani untuk segera meyakini bahwa hakikat hidup adalah perjalanan menuju Tuhan. Hiduplah penuh makna, memperjuangkan harkat dan martabat sesama serta merawat kelestarian alam demi perdamaian abadi dan peradaban dunia yang lebih baik!
- Kramat 98, Salemba, Kaliabang
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 250614 |
| Kode Klasifikasi | : | 910.41 |
| Judul Buku | : | Perjalanan lintas batas : Lintas agama, lintas gender, lintas negara |
| Edisi | : | - |
| Penulis | : | Musdah Mulia |
| Penerbit | : | Yayasan Pustaka Obor Indonesia |
| Bahasa | : | Bahasa Indonesia |
| Tahun | : | 2023 |
| ISBN | : | 978-623-321-247-2 |
| Tajuk Subjek | : | Kisah Perjalanan,lintas agama |
| Deskripsi | : | xxiv, 630 hlm.: ilus.; 24 cm |
| Eksemplar | : | 7 |
| Stok | : | 7 |
| Petugas | : | Rahidzat |
Kehadiran penulis di berbagai ajang dunia tersebut melahirkan perjumpaan lintas batas dengan beragam warga negara, bangsa, suku, budaya, gender, agama, kepercayaan dengan seluruh variannya. Perjalanan ini juga membawanya berinteraksi secara intens dengan kelompok rentan-tertindas (al-mustadh’afin) akibat posisi mereka sebagai minoritas. Perjumpaan dengan orang-orang berbeda dimungkinkan karena penulis teguh memegang prinsip humanis, inklusif, toleran dan terbuka. Dia selalu berusaha membuka diri dan berempati kepada semua golongan tanpa kecuali, tanpa stigma dan prejudice. Baginya, semua manusia adalah setara dan sederajat sebagai makhluk Tuhan Maha Pengasih.
Menjadi lebih istimewa karena penulis bangga merepresentasikan dirinya sebagai Muslimah reformis, perempuan aktivis sekaligus ulama yang tak bosan mengingatkan umat Islam agar mengedepankan pendekatan maqashid al-syari`ah (tujuan universal agama). Esensi agama tiada lain membimbing manusia agar teguh mengamalkan prinsip keadilan, kesetaraan, persaudaraan sehingga bermanfaat bagi semua makhluk (rahmatan lil alamin).
Melalui perjalanan lintas batas tersebut, penulis menyajikan informasi paling komprehensif tentang berbagai isu krusial di dunia modern. Di antaranya, isu kelompok agama minoritas, masyarakat adat dan indigenous religion (penganut agama-agama lokal), para pengungsi yang terusir dari negaranya, buruh migran, perempuan korban trafficking, anak-anak korban perang, para disabilitas, mereka yang terpapar HIV/Aids, kelompok trans-gender dan orientasi seksual berbeda yang hak asasi mereka kerap diabaikan. Ironisnya, pelanggaran hak asasi manusia kerap didasarkan pada dalih agama.
Intinya, seluruh tulisan reflektif ini menggugah kesadaran nurani untuk segera meyakini bahwa hakikat hidup adalah perjalanan menuju Tuhan. Hiduplah penuh makna, memperjuangkan harkat dan martabat sesama serta merawat kelestarian alam demi perdamaian abadi dan peradaban dunia yang lebih baik!
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Totto-chans children = anak-anak totto-chan : perjalanan kemanusiaan untuk anak-anak dunia
- Kuroyanagi, Tetsuko
- Kompas Gramedia
- 2018
- 978-979-22-5998-8
Buku yang dipersembahkan untuk 180 juta anak yang meninggal karena kekurangan gizi, penyakit menular, atau perang saudara ini berdasarkan kisah nyata dan menceritakan tentang perjalanan penulis, ... Lihat Selengkapnya
-
The traveling students = belajar dan bertualang di delapan negara
- Maisya Farhati. Dkk
- PT Gramedia Pustaka Utama
- 2016
- 978-602-03-2401-2
Buku ini berkisah tentang para penerima beasiswa short course dan pertukaran pelajar dari berbagai negara. Ada pula yang mendapat kesempatan untuk magang dan menghadiri ... Lihat Selengkapnya
-
Perjalanan lintas batas : Lintas agama, lintas gender, lintas negara
- Musdah Mulia
- Yayasan Pustaka Obor Indonesia
- 2023
- 978-623-321-247-2
Bukan perjalanan biasa! Buku ini istimewa karena begitu jernih memotret perjalanan intelektual dan spiritual dari seorang pejuang kemanusiaan, Musdah Mulia. Isinya menceritakan perjalanan penulis ke ... Lihat Selengkapnya
-
Musing in bali i love my life!
- Sterling Nelson
- CPSIA
- 2018
- 978-198-534-2910
Sterling Nelson tinggal penuh waktu di Bali setelah beberapa kali berkunjung selama belasan tahun. Di buku ini, dia membagikan pengalaman pribadinya sebagai ekspat yang belajar hidup selaras dengan ... Lihat Selengkapnya
-
Born to Explore : Generasi Langgas
- Yoris Sebastian
- Gagas Media
- 2017
- 979-780-912-6
Bagi generasi langgas, travelling itu bermakna exploring -yang dicari adalah pengalaman baru, bukan hanya berjalan-jalan. Tentang kota yang dituju, orang-orang asing, budaya setempat, dan juga cerita ... Lihat Selengkapnya