-
Diplomasi ekonomi : dari pendidikan vokasi hingga provokasi sawit
- Muliaman D. Hadad
- Rayyana Komunikasindo
- 2024
- 978-623-5378-39-8
Hubungan Indonesia-Swiss sempat memanas menyangkut perjanjian perdagangan minyak kelapa sawit. Sejumlah LSM menolak minyak kelapa sawit dimasukkan ke dalam kerangka perjanjian Indonesia-EFTA CEPA. Kampanye yang menyudutkan Indonesia pun digelar. Gencarnya penolakan itu membuat Pemerintah Swiss menyetujui dilakukannya referendum untuk menentukan apakah Pemerintah Swiss tetap memasukkan komoditas itu ke dalam kerangka Indonesia-EFTA CEPA atau mengeluarkannya. Penolakan terhadap minyak kelapa sawit tidak hanya terjadi di Swiss. Uni Eropa juga menolaknya, bahkan lebih “galak”. Isu minyak kelapa sawit merupakan isu yang sangat panas. Bagaimana Dubes Indonesia di Swiss bisa ikut “melunakkan” Pemerintah Swiss dan meng-counter kampanye buruk tentang minyak kelapa sawit di sana hingga akhirnya komoditas itu masuk dalam kerangka Indonesia-EFTA CEPA? Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, apakah minyak kelapa sawit tidak hanya bisa masuk Swiss, tetapi juga bisa masuk Uni Eropa? Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Konfederasi Swiss merangkap Keharyapatihan Liechtenstein, Muliaman D. Hadad, menuliskan perjuangan tersebut di dalam buku ini. Selain soal minyak kelapa sawit, ia juga menulis isu lain yang menarik tentang pengalamannya di sana. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang populer.
- Kramat 98, Salemba, Kaliabang
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 250599 |
| Kode Klasifikasi | : | 337.1 |
| Judul Buku | : | Diplomasi ekonomi : dari pendidikan vokasi hingga provokasi sawit |
| Edisi | : | - |
| Penulis | : | Muliaman D. Hadad |
| Penerbit | : | Rayyana Komunikasindo |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tahun | : | 2024 |
| ISBN | : | 978-623-5378-39-8 |
| Tajuk Subjek | : | Diplomasi,Ekonomi |
| Deskripsi | : | xii, 359 hlm.; 23 cm |
| Eksemplar | : | 7 |
| Stok | : | 7 |
| Petugas | : | Okta Ayu Melya Widanti |
Penolakan terhadap minyak kelapa sawit tidak hanya terjadi di Swiss. Uni Eropa juga menolaknya, bahkan lebih “galak”. Isu minyak kelapa sawit merupakan isu yang sangat panas. Bagaimana Dubes Indonesia di Swiss bisa ikut “melunakkan” Pemerintah Swiss dan meng-counter kampanye buruk tentang minyak kelapa sawit di sana hingga akhirnya komoditas itu masuk dalam kerangka Indonesia-EFTA CEPA? Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut, apakah minyak kelapa sawit tidak hanya bisa masuk Swiss, tetapi juga bisa masuk Uni Eropa?
Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Konfederasi Swiss merangkap Keharyapatihan Liechtenstein, Muliaman D. Hadad, menuliskan perjuangan tersebut di dalam buku ini. Selain soal minyak kelapa sawit, ia juga menulis isu lain yang menarik tentang pengalamannya di sana. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang populer.
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Teknik lobi dan diplomasi untuk insan public relations
- Zainal Abidin partao
- PT Indeks
- 2006
- 979-683-798-6
-
Peluang dan tantangan diplomasi indonesia
- Abdul Irsan
- Himmah Media Utama
- 2010
- 978-979-18469-5-0
Buku ini membahas tentang : fungsi dan peran diplomat, pentingnya diplomasi, tentang diplomasi total, pengaruh globalisasi modern, serta diplomasi 'empat ... Lihat Selengkapnya
-
Diplomasi ekonomi : dari pendidikan vokasi hingga provokasi sawit
- Muliaman D. Hadad
- Rayyana Komunikasindo
- 2024
- 978-623-5378-39-8
Hubungan Indonesia-Swiss sempat memanas menyangkut perjanjian perdagangan minyak kelapa sawit. Sejumlah LSM menolak minyak kelapa sawit dimasukkan ke dalam kerangka perjanjian Indonesia-EFTA CEPA. ... Lihat Selengkapnya
-
Garuda dan trisula : hubungan indonesia - ukraina 1946 - 2022
- Yuddy Chrisnandi dan Safrizal Rambe
- Khalifah Mediatama
- 2024
- 978-623-299-230-6
Buku ini menggambarkan hubungan bilateral Indonesia Ukraina yang walau secara formal Ukraina baru merdeka tahun 1991 namun akar akar hubungan kedua negara sudah terjalin sejak Februari 1946 ketika ... Lihat Selengkapnya
-
Cakrawala intermestik: Dinamika isu diplomasi, politik dan pertahanan
- Wahyu Suryodarsono
- KOMPAS
- 2024
- 978-623-160-622-8
Intermestik, yang berasal dari gabungan kata antara internasional dan domestik, merupakan sebuah terminologi yang mengemukakan adanya keterhubungan antara kebijakan luar negeri dengan kondisi suatu ... Lihat Selengkapnya