-
Janur ireng
- Simpleman
- PT. Bukune Kreatif Cipta
- 2020
- 978-602-220-364-3
Novel Janur Ireng adalah novel horror yang ditulis oleh Simpleman Setelah Sewu Dino, Simpleman mengajak kita mundur ke masa ketika semua teror bermula. Tentang legenda tujuh keluarga yang memperebutkan puncak kehormatan dengan tak sedikit nyawa dikorbankan. Rahasia besar akan terkuak, seiring dengan munculnya pertanyaan-pertanyaan baru yang kian menyesatkan. Sinopsis buku Sugik membuka mata, tiba-tiba ia berada di tengah keramaian sebuah pesta. Suara alunan gamelan dan keriuhan para tamu undangan memenuhi aula. Di panggung, tampak seorang perempuan cantik duduk mengenakan baju khas pernikahan Jawa. Pernikahan siapa ini? Gong ditabuh dengan keras. Rombongan mempelai pria datang, tapi Sugik tak dapat melihat wajah sang mempelai. Ketika rombongan itu menginjakkan kaki di karpet merah, suara keramaian tiba-tiba berhenti. Hening. Seseorang di samping Sugik terbatuk-batuk, lalu muntah darah. Sugik terkesiap mundur melihat semua tamu seperti kesurupan. Orang-orang berteriak, para pemain gamelan membentur-benturkan kepalanya, para perempuan menjambaki rambut dan mencakar-cakar wajah. Di tengah keriuhan itu, akhirnya Sugik dapat melihat sosok mempelai pria. Ia berdiri gagah dengan pakaian khas Jawa. Hanya saja, tidak ada kepala di atas tubuh itu.
- Tasikmalaya
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 250503 |
| Kode Klasifikasi | : | 899.2213087 |
| Judul Buku | : | Janur ireng |
| Edisi | : | 1 |
| Penulis | : | Simpleman |
| Penerbit | : | PT. Bukune Kreatif Cipta |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tahun | : | 2020 |
| ISBN | : | 978-602-220-364-3 |
| Tajuk Subjek | : | Fiksi,Novel Horor |
| Deskripsi | : | iv, 296 halaman ; 20cm |
| Eksemplar | : | 1 |
| Stok | : | 1 |
| Petugas | : | Linatul Hikmah |
Sinopsis buku
Sugik membuka mata, tiba-tiba ia berada di tengah keramaian sebuah pesta. Suara alunan gamelan dan keriuhan para tamu undangan memenuhi aula. Di panggung, tampak seorang perempuan cantik duduk mengenakan baju khas pernikahan Jawa.
Pernikahan siapa ini?
Gong ditabuh dengan keras. Rombongan mempelai pria datang, tapi Sugik tak dapat melihat wajah sang mempelai. Ketika rombongan itu menginjakkan kaki di karpet merah, suara keramaian tiba-tiba berhenti.
Hening.
Seseorang di samping Sugik terbatuk-batuk, lalu muntah darah. Sugik terkesiap mundur melihat semua tamu seperti kesurupan. Orang-orang berteriak, para pemain gamelan membentur-benturkan kepalanya, para perempuan menjambaki rambut dan mencakar-cakar wajah.
Di tengah keriuhan itu, akhirnya Sugik dapat melihat sosok mempelai pria. Ia berdiri gagah dengan pakaian khas Jawa. Hanya saja, tidak ada kepala di atas tubuh itu.
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Moga bunda disayang Allah
- Tere Liye
- Republika
- 2014
- 978-602-8997-65-2
"Gelap! Melati hanya melihat gelap. Hitam. Kosong. Tak ada warna... Senyap. Sepi. Sendiri. Tak ada nada...." "Buku ini akan membuat Anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi ... Lihat Selengkapnya
-
Diary si bocah tengil
- Kinney, Jeff
- Atria
- 2010
- 978-979-1411-20-2
Kisah hidup Greg Heffley selama satu tahun ajaran sekolah ini dijamin bisa membuat pipi pegal. perut terkocok. bahkan mata berair. Kekonyolon dan kemalangan Greg akan membuat kalian mengingat kembali ... Lihat Selengkapnya
-
Dokter rakyat
- Andre Setiawan
- KOMPAS
- 2015
- 978-979-709-920-6
Dokter yang bertugas di daerah terpencil tak hanya akan bertemu dengan berbagai penyakit dan para pasien sederhana yang sama sekali belum pernah tersentuh tangan tenaga medis modern, tetapi mereka ... Lihat Selengkapnya
-
Cinta bertabur di langit mekah
- Roidah
- Erlangga
- 2009
- 978-979-033-837-1
Rhada tak pernah bisa melupakan Osman, pria yang telah memikat hatinya selama bertahun-tahun. Sayang, cintanya tak kunjung terbals. Lelah dengan kehidupan duniawi, ia pun memutuskan bersimpuh di ... Lihat Selengkapnya
-
Sunset bersama Rosie
- Tere Liye
- Mahaka Publishing
- 2014
- 978-602-98883-6-2
Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang ... Lihat Selengkapnya