-
Sukarno : paradoks revolusi Indonesia
- Arif Zulkifli. dkk
- Kepustakaan Populer Gramedia
- 2023
- 978-602-481-759-6
Sudah Empat puluh tahun sejak Soekarno meninggal, nama serta wajahnya tidak pernah benar-benar lumat terkubur begitu saja. Kampanye puluhan tahun Orde Baru untuk membenamkannya justru hanya memperkuat kenangan orang akan kebesarannya. Soekarno tak pernah berhenti menjadi ikon revolusi Nasional Indonesia yang paling menonjol—mungkin seperti Che Guevara bagi Kuba. Di banyak rumah, foto-fotonya, kendati dalam kertas yang sudah menguning di balik kaca pigura yang buram, tidak pernah diturunkan dari dinding meski pemerintahan telah berganti-ganti. Ia dicintai sekaligus dicaci. Tidak seorang pun dalam peradaban modern ini yang menimbulkan demikian banyak perasaan pro dan kontra seperti Soekarno. “Aku dikutuk seperti bandit dan dipuja bagai dewa,” demikian Si Bung dalam Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Kisah Soekarno adalah satu dari empat cerita tentang pendiri republik: Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo sepanjang tahun 2001–2009. Serial buku ini mereportase ulang kehidupan keempatnya, mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan, hingga kisah cinta dan juga cerita kamar tidur mereka
- Kaliabang
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 250052 |
| Kode Klasifikasi | : | 923.1 |
| Judul Buku | : | Sukarno : paradoks revolusi Indonesia |
| Edisi | : | 11 |
| Penulis | : | Arif Zulkifli. dkk |
| Penerbit | : | Kepustakaan Populer Gramedia |
| Bahasa | : | Bahasa Indonesia |
| Tahun | : | 2023 |
| ISBN | : | 978-602-481-759-6 |
| Tajuk Subjek | : | Sukarno,Biografi Kepala Negara,Biografi |
| Deskripsi | : | x, 124 hlm. ; 23 cm. |
| Eksemplar | : | 2 |
| Stok | : | 2 |
| Petugas | : | Atika Hayati Femalinda |
Soekarno tak pernah berhenti menjadi ikon revolusi Nasional Indonesia yang paling menonjol—mungkin seperti Che Guevara bagi Kuba. Di banyak rumah, foto-fotonya, kendati dalam kertas yang sudah menguning di balik kaca pigura yang buram, tidak pernah diturunkan dari dinding meski pemerintahan telah berganti-ganti.
Ia dicintai sekaligus dicaci. Tidak seorang pun dalam peradaban modern ini yang menimbulkan demikian banyak perasaan pro dan kontra seperti Soekarno. “Aku dikutuk seperti bandit dan dipuja bagai dewa,” demikian Si Bung dalam Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
Kisah Soekarno adalah satu dari empat cerita tentang pendiri republik: Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan Sutan Sjahrir. Diangkat dari edisi khusus Majalah Berita Mingguan Tempo sepanjang tahun 2001–2009. Serial buku ini mereportase ulang kehidupan keempatnya, mulai dari pergolakan pemikiran, petualangan, ketakutan, hingga kisah cinta dan juga cerita kamar tidur mereka
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Sukarno : paradoks revolusi Indonesia
- Arif Zulkifli. dkk
- Kepustakaan Populer Gramedia
- 2023
- 978-602-481-759-6
Sudah Empat puluh tahun sejak Soekarno meninggal, nama serta wajahnya tidak pernah benar-benar lumat terkubur begitu saja. Kampanye puluhan tahun Orde Baru untuk membenamkannya justru hanya ... Lihat Selengkapnya