• Spiritual followerships 4.0: Menjadi pengikut yang baik

    Spiritual followerships 4.0: Menjadi pengikut yang baik

    • Marsudi Wahyu Kisworo
    • Adya Berkah Mulia
    • 2024
    • 978-623-88921-1-2
    Sinopsis

    Saat ini, banyak lembaga pelatihan mengajarkan leadership, Stetapi hanya sedikit yang mengajarkan followership. Padahal jumlah pengikut (follower) jauh lebih banyak dari pada jumlah pemimpin (leader). Setiap pemimpin di suatu organisasi merupakan seorang pengikut di organisasi lain. Misalnya, seorang puncak pimpinan organisasi adalah seorang pengikut karena dia merupakan seorang pengikut masyarakat di daerahnya yang harus tunduk kepada pimpinan daerah tersebut. Kebutuhan pengetahuan tentang followership jauh lebih besar dibandingkan dengan leadership. Sebuah organisasi perlu memiliki pemimpin yang baik dan pengikut yang baik. Jika berbicara mengenai mengelola pimpinan (managing leaders), sebetulnya kita sedang membicarakan bagaimana menjadi bawahan atau staf yang baik agar kita dapat berperan sebagai warga organisasi (organisational citizen) yang baik. Atasan dan bawahan pada dasarnya saling membutuhkan dan tidak bisa dipisahkan. Bawahan dan atasan bekerja sama untuk tujuan organisasi. Dengan demikian, bawahan tidak bekerja untuk atasan. Tujuan organisasilah yang menjadi pusat perhatian mereka. Tanda dari leadership yang sukses adalah ketika pemimpin mampu menumbuhkembangkan para pengikutnya. Sebaliknya, followership yang hebat dapat dilihat dari kemampuan pengikut dalam menumbuhkembangkan pemimpinnya.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kramat 98, Kaliabang
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 250001
Kode Klasifikasi : 158.4
Judul Buku : Spiritual followerships 4.0: Menjadi pengikut yang baik
Edisi : Cet. 1
Penulis : Marsudi Wahyu Kisworo
Penerbit : Adya Berkah Mulia
Bahasa : Bahasa Indonesia
Tahun : 2024
ISBN : 978-623-88921-1-2
Tajuk Subjek : Followerships,Kepemimpinan
Deskripsi : viii. 232 hlm.: ilus.: 23 cm.
Eksemplar : 2
Stok : 2
Petugas : Ahmad Sauban
Saat ini, banyak lembaga pelatihan mengajarkan leadership, Stetapi hanya sedikit yang mengajarkan followership. Padahal jumlah pengikut (follower) jauh lebih banyak dari pada jumlah pemimpin (leader). Setiap pemimpin di suatu organisasi merupakan seorang pengikut di organisasi lain. Misalnya, seorang puncak pimpinan organisasi adalah seorang pengikut karena dia merupakan seorang pengikut masyarakat di daerahnya yang harus tunduk kepada pimpinan daerah tersebut. Kebutuhan pengetahuan tentang followership jauh lebih besar dibandingkan dengan leadership. Sebuah organisasi perlu memiliki pemimpin yang baik dan pengikut yang baik.

Jika berbicara mengenai mengelola pimpinan (managing leaders), sebetulnya kita sedang membicarakan bagaimana menjadi bawahan atau staf yang baik agar kita dapat berperan sebagai warga organisasi (organisational citizen) yang baik. Atasan dan bawahan pada dasarnya saling membutuhkan dan tidak bisa dipisahkan. Bawahan dan atasan bekerja sama untuk tujuan organisasi. Dengan demikian, bawahan tidak bekerja untuk atasan.

Tujuan organisasilah yang menjadi pusat perhatian mereka. Tanda dari leadership yang sukses adalah ketika pemimpin mampu menumbuhkembangkan para pengikutnya. Sebaliknya, followership yang hebat dapat dilihat dari kemampuan pengikut dalam menumbuhkembangkan pemimpinnya.
Terkait Subjek Buku yang sama