• Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan

    Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan

    • Abdul, Hamid
    • Pustaka Setia
    • 2012
    • 978-979-076-243-5
    Sinopsis

    Pancasila sebagai ideologi negara masih tetap menarik untuk dikaji dalam berbagai perspektif. Apabila dilihat secara politik, kelahiran pancasila tidak melalui perjalanan yang mudah. Para perumus Pancasila berulang-ulang melakukan rapat untuk merumuskan sila-sila pancasila. Pada setiap rapat, terjadi perubahan perumusan, bahkan pada saat Pancasila dimasukkan sebagai “Piagam Jakarta”, masih ada sebagian warga negara yang keberatan dengan sila pertama yang mencantumkan kalimat, “menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”. Tentu saja, kalimat tersebut kurang memahami makna pluralisme agama dan multikultural bangsa Indonesia. Kalimat yang dipandang memberatkan sebagian warga negara Indonesia dihapus, dan yang disetujui adalah kalimat “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pancasila bukan sekadar ideologi negara, melainkan juga merupakan falsafah hidup bangsa yang digali dari nilai-nilai luhur dan budaya nenek moyang yang sudah dimiliki bangsa Indonesia sebelum negara Indonesia terbentuk. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan pancasila, bangsa ini memiliki harga diri dan martabat sebagai bangsa karena kelima sila yang terdapat didalamnya berlaku universal, untuk kehidupan spiritual maupun kehidupan materiil. Lima sendi utama penyusun pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima sila ini tercantum pada paragraf ke 4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Cengkareng
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 240818
Kode Klasifikasi : 323.6
Judul Buku : Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan
Edisi : 1
Penulis : Abdul, Hamid
Penerbit : Pustaka Setia
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2012
ISBN : 978-979-076-243-5
Tajuk Subjek : Pendidikan Pancasila
Deskripsi : 472 hlm; 24 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Arum Johan Purnamasari
Pancasila sebagai ideologi negara masih tetap menarik untuk dikaji dalam berbagai perspektif. Apabila dilihat secara politik, kelahiran pancasila tidak melalui perjalanan yang mudah. Para perumus Pancasila berulang-ulang melakukan rapat untuk merumuskan sila-sila pancasila. Pada setiap rapat, terjadi perubahan perumusan, bahkan pada saat Pancasila dimasukkan sebagai “Piagam Jakarta”, masih ada sebagian warga negara yang keberatan dengan sila pertama yang mencantumkan kalimat, “menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”. Tentu saja, kalimat tersebut kurang memahami makna pluralisme agama dan multikultural bangsa Indonesia. Kalimat yang dipandang memberatkan sebagian warga negara Indonesia dihapus, dan yang disetujui adalah kalimat “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pancasila bukan sekadar ideologi negara, melainkan juga merupakan falsafah hidup bangsa yang digali dari nilai-nilai luhur dan budaya nenek moyang yang sudah dimiliki bangsa Indonesia sebelum negara Indonesia terbentuk. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan pancasila, bangsa ini memiliki harga diri dan martabat sebagai bangsa karena kelima sila yang terdapat didalamnya berlaku universal, untuk kehidupan spiritual maupun kehidupan materiil. Lima sendi utama penyusun pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima sila ini tercantum pada paragraf ke 4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.
Terkait Subjek Buku yang sama