-
Arus bawah
- Emha Ainun Nadjib
- Bentang
- 2015
- 978-602-291-068-8
Kiai Semar menghilang. Gareng, si Filsuf Desa, gugup tak alang kepalang. Namun, Petruk malah senyum-senyum saja melihat kakaknya belingsatan. Apalagi Bagong yang kerjaannya hanya makan dan tertawa-tawa. Bahkan, Dusun Karang Kedempel yang semakin rusak dan sedang membutuhkan kehadiran Semar pun tak merasa perlu mencarinya. Di tengah dominasi pakem Mahabharata yang mencengkeram kehidupan Karang Kedempel, tugas Punakawan-lah untuk merintis Gerakan Carangan. Menjadi alternatif. Mengusahakan perjuangan dari basis. Membuat warga Karang Kedempel mengerti bahwa rakyat adalah Dewa-Dewa Agung yang memegang kedaulatan tertinggi di Karang Kedempel. Menyadarkan mereka bahwa keadaan boleh membatu karang, tetapi air harus terus menetes dan kelak melubanginya. Petruk yang terlihat tenang sebenarnya juga geram. Dulu Semar-lah yang menyeret Gareng, Petruk, dan Bagong ke Karang Kedempel untuk menemani dan menggembalakan kaum penguasa menuju sesuatu yang benar. Tugas ke-Punakawan-an mereka masih jauh dari purna, tapi kenapa Semar malah lenyap tiada kabar?
- Kramat 98
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 230364 |
| Kode Klasifikasi | : | 899.221 3 |
| Judul Buku | : | Arus bawah |
| Edisi | : | - |
| Penulis | : | Emha Ainun Nadjib |
| Penerbit | : | Bentang |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tahun | : | 2015 |
| ISBN | : | 978-602-291-068-8 |
| Tajuk Subjek | : | Novel,Sastra |
| Deskripsi | : | viii, 238 hlm.: ill.; 20 cm |
| Eksemplar | : | 1 |
| Stok | : | 1 |
| Petugas | : | Okta Ayu Melya Widanti |
Di tengah dominasi pakem Mahabharata yang mencengkeram kehidupan Karang Kedempel, tugas Punakawan-lah untuk merintis Gerakan Carangan. Menjadi alternatif. Mengusahakan perjuangan dari basis. Membuat warga Karang Kedempel mengerti bahwa rakyat adalah Dewa-Dewa Agung yang memegang kedaulatan tertinggi di Karang Kedempel. Menyadarkan mereka bahwa keadaan boleh membatu karang, tetapi air harus terus menetes dan kelak melubanginya.
Petruk yang terlihat tenang sebenarnya juga geram. Dulu Semar-lah yang menyeret Gareng, Petruk, dan Bagong ke Karang Kedempel untuk menemani dan menggembalakan kaum penguasa menuju sesuatu yang benar. Tugas ke-Punakawan-an mereka masih jauh dari purna, tapi kenapa Semar malah lenyap tiada kabar?
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Moga bunda disayang Allah
- Tere Liye
- Republika
- 2014
- 978-602-8997-65-2
"Gelap! Melati hanya melihat gelap. Hitam. Kosong. Tak ada warna... Senyap. Sepi. Sendiri. Tak ada nada...." "Buku ini akan membuat Anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi ... Lihat Selengkapnya
-
Diary si bocah tengil
- Kinney, Jeff
- Atria
- 2010
- 978-979-1411-20-2
Kisah hidup Greg Heffley selama satu tahun ajaran sekolah ini dijamin bisa membuat pipi pegal. perut terkocok. bahkan mata berair. Kekonyolon dan kemalangan Greg akan membuat kalian mengingat kembali ... Lihat Selengkapnya
-
Dokter rakyat
- Andre Setiawan
- KOMPAS
- 2015
- 978-979-709-920-6
Dokter yang bertugas di daerah terpencil tak hanya akan bertemu dengan berbagai penyakit dan para pasien sederhana yang sama sekali belum pernah tersentuh tangan tenaga medis modern, tetapi mereka ... Lihat Selengkapnya
-
Cinta bertabur di langit mekah
- Roidah
- Erlangga
- 2009
- 978-979-033-837-1
Rhada tak pernah bisa melupakan Osman, pria yang telah memikat hatinya selama bertahun-tahun. Sayang, cintanya tak kunjung terbals. Lelah dengan kehidupan duniawi, ia pun memutuskan bersimpuh di ... Lihat Selengkapnya
-
Sunset bersama Rosie
- Tere Liye
- Mahaka Publishing
- 2014
- 978-602-98883-6-2
Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang ... Lihat Selengkapnya