-
Hello Salma : pokoknya cinta itu membebaskan, bukan mengekang, apalagi menguasai
- Nathan
- Coconut Books
- 2018
- 978-602-5508-23-3
Salma sudah kelewat kesal, kelewat kecewa, dengan sang kekasih Nathan. Salma sudah berulang-ulang kali meminta Nathan untuk mengubah kebiasaan buruknya yang cepat emosi dan sering berkelahi. Atau mungkin itu adalah sifat alaminya, Nathan tidak bisa sepenuhnya lepas dari kebiasaan berkelahi meskipun ia sudah berusaha. Perkelahian kali ini membuat Nathan harus pindah sekolah karena sudah keterlaluan. Salma yang kesal dan sedih yang bercampur aduk pun melontarkan ancaman untuk memutuskan hubungan mereka. Tidak pernah terpikir di benak gadis itu kalau Nathan akan menerima keputusannya tanpa pikir panjang, tanpa ada perlawanan. Salma akhirnya menyesal, ia sekarang merasa kehilangan, ia terlalu larut dalam emosinya sampai ia melupakan emosi kasih yang ia miliki untuk Nathan. Apa daya, Salma sekarang tidak bisa melakukan apa pun. Sementara itu, di sekolah baru, Nathan bertemu dengan seorang gadis pendiam dan menyendiri yang menjadi korban perundungan akibat status-status menyedihkan yang ditulisnya di media sosial. Rebecca, gadis itu, entah bagaimana bisa mengingatkan Nathan pada sosok ibunya. Semakin hari Nathan memperhatikan Rebecca di sekolah, semakin hari juga ia bertekad menyelamatkan gadis itu dari keterpurukan.
- Kaliabang
Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
| Kode Buku | : | 230002 |
| Kode Klasifikasi | : | 813 |
| Judul Buku | : | Hello Salma : pokoknya cinta itu membebaskan, bukan mengekang, apalagi menguasai |
| Edisi | : | - |
| Penulis | : | Nathan |
| Penerbit | : | Coconut Books |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Tahun | : | 2018 |
| ISBN | : | 978-602-5508-23-3 |
| Tajuk Subjek | : | Novel |
| Deskripsi | : | 384 hlm.; 20.5 cm |
| Eksemplar | : | 1 |
| Stok | : | 1 |
| Petugas | : | Ria Indriani, S.Hum |
Salma yang kesal dan sedih yang bercampur aduk pun melontarkan ancaman untuk memutuskan hubungan mereka. Tidak pernah terpikir di benak gadis itu kalau Nathan akan menerima keputusannya tanpa pikir panjang, tanpa ada perlawanan. Salma akhirnya menyesal, ia sekarang merasa kehilangan, ia terlalu larut dalam emosinya sampai ia melupakan emosi kasih yang ia miliki untuk Nathan. Apa daya, Salma sekarang tidak bisa melakukan apa pun.
Sementara itu, di sekolah baru, Nathan bertemu dengan seorang gadis pendiam dan menyendiri yang menjadi korban perundungan akibat status-status menyedihkan yang ditulisnya di media sosial. Rebecca, gadis itu, entah bagaimana bisa mengingatkan Nathan pada sosok ibunya. Semakin hari Nathan memperhatikan Rebecca di sekolah, semakin hari juga ia bertekad menyelamatkan gadis itu dari keterpurukan.
Terkait Subjek Buku yang sama
-
Moga bunda disayang Allah
- Tere Liye
- Republika
- 2014
- 978-602-8997-65-2
"Gelap! Melati hanya melihat gelap. Hitam. Kosong. Tak ada warna... Senyap. Sepi. Sendiri. Tak ada nada...." "Buku ini akan membuat Anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi ... Lihat Selengkapnya
-
Diary si bocah tengil
- Kinney, Jeff
- Atria
- 2010
- 978-979-1411-20-2
Kisah hidup Greg Heffley selama satu tahun ajaran sekolah ini dijamin bisa membuat pipi pegal. perut terkocok. bahkan mata berair. Kekonyolon dan kemalangan Greg akan membuat kalian mengingat kembali ... Lihat Selengkapnya
-
Dokter rakyat
- Andre Setiawan
- KOMPAS
- 2015
- 978-979-709-920-6
Dokter yang bertugas di daerah terpencil tak hanya akan bertemu dengan berbagai penyakit dan para pasien sederhana yang sama sekali belum pernah tersentuh tangan tenaga medis modern, tetapi mereka ... Lihat Selengkapnya
-
Cinta bertabur di langit mekah
- Roidah
- Erlangga
- 2009
- 978-979-033-837-1
Rhada tak pernah bisa melupakan Osman, pria yang telah memikat hatinya selama bertahun-tahun. Sayang, cintanya tak kunjung terbals. Lelah dengan kehidupan duniawi, ia pun memutuskan bersimpuh di ... Lihat Selengkapnya
-
Sunset bersama Rosie
- Tere Liye
- Mahaka Publishing
- 2014
- 978-602-98883-6-2
Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang ... Lihat Selengkapnya