• Dangerously perfect : ketika menjadi sempurna adalah satu-atunya cara untu bahagia

    Dangerously perfect : ketika menjadi sempurna adalah satu-atunya cara untu bahagia

    • Shita Hapsari
    • Gagas Media
    • 2014
    • 978-979-780-743-6
    Sinopsis

    Berapa banyak orang yang dikagumi„sekaligus dibenci„karena obsesinya pada kesempurnaan? Tak banyak; aku adalah salah satunya. Seseorang tidak boleh berpuas diri, aku sangat paham akan hal itu. Akan kulakukan apa pun demi bertahan di posisi teratas, menjadi yang terbaik, dan berbahagia. Lagi pula, aku senang disegani„atau lebih tepatnya ditakuti. That's perfect! Sebut aku ambisius jika kau mau. Apakah ambisi mampu memudarkan cinta? Atau, bahkan mengundang kehadiran cinta lain? Aku tak percaya. Ambisi dan cinta dua hal berbeda, yang seharusnya saling melengkapi. Namun, seseorang yang kusayangi diam-diam mengkhawatirkan hal itu. Cinta butuh hal lain agar tetap kekal, katanya. Dan, itu bukan sesuatu yang sempurna. Diam-diam, aku jadi bertanya sendiri, apakah menjadi sempurna membuat kami tak searah lagi?

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kaliabang
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 221961
Kode Klasifikasi : 813
Judul Buku : Dangerously perfect : ketika menjadi sempurna adalah satu-atunya cara untu bahagia
Edisi : -
Penulis : Shita Hapsari
Penerbit : Gagas Media
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2014
ISBN : 978-979-780-743-6
Tajuk Subjek : novel
Deskripsi : 278 hlm. ; 19 cm
Eksemplar : 2
Stok : 2
Petugas : Ria Indriani, S.Hum
Berapa banyak orang yang dikagumi„sekaligus dibenci„karena obsesinya pada kesempurnaan? Tak banyak; aku adalah salah satunya.

Seseorang tidak boleh berpuas diri, aku sangat paham akan hal itu. Akan kulakukan apa pun demi bertahan di posisi teratas, menjadi yang terbaik, dan berbahagia. Lagi pula, aku senang disegani„atau lebih tepatnya ditakuti.

That's perfect!
Sebut aku ambisius jika kau mau.

Apakah ambisi mampu memudarkan cinta? Atau, bahkan mengundang kehadiran cinta lain? Aku tak percaya. Ambisi dan cinta dua hal berbeda, yang seharusnya saling melengkapi.

Namun, seseorang yang kusayangi diam-diam mengkhawatirkan hal itu. Cinta butuh hal lain agar tetap kekal, katanya. Dan, itu bukan sesuatu yang sempurna.

Diam-diam, aku jadi bertanya sendiri, apakah menjadi sempurna membuat kami tak searah lagi?
Terkait Subjek Buku yang sama

  • Moga bunda disayang Allah
    Moga bunda disayang Allah
    • Tere Liye
    • Republika
    • 2014
    • 978-602-8997-65-2
    Sinopsis

    "Gelap! Melati hanya melihat gelap. Hitam. Kosong. Tak ada warna... Senyap. Sepi. Sendiri. Tak ada nada...." "Buku ini akan membuat Anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi ... Lihat Selengkapnya

  • Diary si bocah tengil
    Diary si bocah tengil
    • Kinney, Jeff
    • Atria
    • 2010
    • 978-979-1411-20-2
    Sinopsis

    Kisah hidup Greg Heffley selama satu tahun ajaran sekolah ini dijamin bisa membuat pipi pegal. perut terkocok. bahkan mata berair. Kekonyolon dan kemalangan Greg akan membuat kalian mengingat kembali ... Lihat Selengkapnya

  • Dokter rakyat
    Dokter rakyat
    • Andre Setiawan
    • KOMPAS
    • 2015
    • 978-979-709-920-6
    Sinopsis

    Dokter yang bertugas di daerah terpencil tak hanya akan bertemu dengan berbagai penyakit dan para pasien sederhana yang sama sekali belum pernah tersentuh tangan tenaga medis modern, tetapi mereka ... Lihat Selengkapnya

  • Cinta bertabur di langit mekah
    Cinta bertabur di langit mekah
    • Roidah
    • Erlangga
    • 2009
    • 978-979-033-837-1
    Sinopsis

    Rhada tak pernah bisa melupakan Osman, pria yang telah memikat hatinya selama bertahun-tahun. Sayang, cintanya tak kunjung terbals. Lelah dengan kehidupan duniawi, ia pun memutuskan bersimpuh di ... Lihat Selengkapnya

  • Sunset bersama Rosie
    Sunset bersama Rosie
    • Tere Liye
    • Mahaka Publishing
    • 2014
    • 978-602-98883-6-2
    Sinopsis

    Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang ... Lihat Selengkapnya