• Critical eleven

    Critical eleven

    • Ika Natassa
    • PT Gramedia Pustaka Utama
    • 2015
    • 978-602-031-8929
    Sinopsis

    Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger. In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan. Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya. Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka. Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Jatiwaringin
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 221771
Kode Klasifikasi : 813
Judul Buku : Critical eleven
Edisi : -
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2015
ISBN : 978-602-031-8929
Tajuk Subjek : Novel
Deskripsi : 342 hlm. ; 20 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Ria Indriani, S.Hum
Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger. In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan. Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya. Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka. Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya.
Terkait Subjek Buku yang sama

  • Moga bunda disayang Allah
    Moga bunda disayang Allah
    • Tere Liye
    • Republika
    • 2014
    • 978-602-8997-65-2
    Sinopsis

    "Gelap! Melati hanya melihat gelap. Hitam. Kosong. Tak ada warna... Senyap. Sepi. Sendiri. Tak ada nada...." "Buku ini akan membuat Anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi ... Lihat Selengkapnya

  • Diary si bocah tengil
    Diary si bocah tengil
    • Kinney, Jeff
    • Atria
    • 2010
    • 978-979-1411-20-2
    Sinopsis

    Kisah hidup Greg Heffley selama satu tahun ajaran sekolah ini dijamin bisa membuat pipi pegal. perut terkocok. bahkan mata berair. Kekonyolon dan kemalangan Greg akan membuat kalian mengingat kembali ... Lihat Selengkapnya

  • Dokter rakyat
    Dokter rakyat
    • Andre Setiawan
    • KOMPAS
    • 2015
    • 978-979-709-920-6
    Sinopsis

    Dokter yang bertugas di daerah terpencil tak hanya akan bertemu dengan berbagai penyakit dan para pasien sederhana yang sama sekali belum pernah tersentuh tangan tenaga medis modern, tetapi mereka ... Lihat Selengkapnya

  • Cinta bertabur di langit mekah
    Cinta bertabur di langit mekah
    • Roidah
    • Erlangga
    • 2009
    • 978-979-033-837-1
    Sinopsis

    Rhada tak pernah bisa melupakan Osman, pria yang telah memikat hatinya selama bertahun-tahun. Sayang, cintanya tak kunjung terbals. Lelah dengan kehidupan duniawi, ia pun memutuskan bersimpuh di ... Lihat Selengkapnya

  • Sunset bersama Rosie
    Sunset bersama Rosie
    • Tere Liye
    • Mahaka Publishing
    • 2014
    • 978-602-98883-6-2
    Sinopsis

    Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang ... Lihat Selengkapnya