• Panorama sinema iran layar persia

    Panorama sinema iran layar persia

    • Ekky Imanjaya
    • Citra Media
    • 2007
    • 978-979-2607-11-6
    Sinopsis

    Public Indonesia mulai terpaku oleh sinema Iran sejak Children of Heaven diputar di layar kaca. Kisah seorang kakak yang menginginkan sepatu baru bagi adiknya ini cukup mengharukan. Apalagi plot cerita ini berbeda dengan gaya Hollywood yang sering kita tonton. Ternayta perkembangan film Iran jauh lebih pesat dibandingkan produksi dalam negeri. Banyak kaya mereka yang meraih penghargaan internasional. Mereka berani menghadirkan karya sinema yang lugas dan beragam meski sarat dengan peraturan dan sensor. Selain Children of Heaven, karya Majid Majidi yang patut diacungi jempol yakni Pedar (The Father). Film berdurasi 96 menit ini menampilkan mehrolah, bocah 14 tahun, yang marah ketika mendapati ibunya menikah lagi dengan seorang polisi. Ia tidak mau tinggal bersama mereka. Akhirnya, si ayah tiri berusaha membangun komunikasi. Dia menjemput putra tirinya. Dalam perjalanan pulang, mereka terjebak dalam gurun pasir yang sepi dan panas. Film lainnya yang mengundang decak kagum yakni Sara, Life Goes On, The Peddler dan Color of Paradise. Mereka mencuri perhatian dengan plotnya yang sederhana dan pengambilan gambar yang indah. Tentu saja, tema yang tidak biasa, namun disarikan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Iran. Nah, bila perfilman Iran bisa bangkit, mengapa Indonesia tidak?! Dalam buku ini selain memuji perkembangan film Iran, penulis mengungkapkan alasan dan trik agar perfilman Indonesia bisa meju dan mau mengambil tema yang lebih membumi. Buku yang disarankan bagi penikmat sinema.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Pemuda
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 214058
Kode Klasifikasi : 070.18
Judul Buku : Panorama sinema iran layar persia
Edisi : -
Penulis : Ekky Imanjaya
Penerbit : Citra Media
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2007
ISBN : 978-979-2607-11-6
Tajuk Subjek : Sinematografi
Deskripsi : xiv, 97 hlm. : ilu. ; 21 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Warnida, A.Md
Public Indonesia mulai terpaku oleh sinema Iran sejak Children of Heaven diputar di layar kaca. Kisah seorang kakak yang menginginkan sepatu baru bagi adiknya ini cukup mengharukan. Apalagi plot cerita ini berbeda dengan gaya Hollywood yang sering kita tonton.

Ternayta perkembangan film Iran jauh lebih pesat dibandingkan produksi dalam negeri. Banyak kaya mereka yang meraih penghargaan internasional. Mereka berani menghadirkan karya sinema yang lugas dan beragam meski sarat dengan peraturan dan sensor.

Selain Children of Heaven, karya Majid Majidi yang patut diacungi jempol yakni Pedar (The Father). Film berdurasi 96 menit ini menampilkan mehrolah, bocah 14 tahun, yang marah ketika mendapati ibunya menikah lagi dengan seorang polisi. Ia tidak mau tinggal bersama mereka. Akhirnya, si ayah tiri berusaha membangun komunikasi. Dia menjemput putra tirinya. Dalam perjalanan pulang, mereka terjebak dalam gurun pasir yang sepi dan panas.

Film lainnya yang mengundang decak kagum yakni Sara, Life Goes On, The Peddler dan Color of Paradise. Mereka mencuri perhatian dengan plotnya yang sederhana dan pengambilan gambar yang indah. Tentu saja, tema yang tidak biasa, namun disarikan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Iran.

Nah, bila perfilman Iran bisa bangkit, mengapa Indonesia tidak?!

Dalam buku ini selain memuji perkembangan film Iran, penulis mengungkapkan alasan dan trik agar perfilman Indonesia bisa meju dan mau mengambil tema yang lebih membumi. Buku yang disarankan bagi penikmat sinema.
Terkait Subjek Buku yang sama