• Shalat hikmah, falsafah dan urgensinya

    Shalat hikmah, falsafah dan urgensinya

    • Abdul Aziz Salim Basyarahil
    • Gema Insani Press
    • 1996
    • 979-561-418-5
    Sinopsis

    Manusia modern diperbudak oleh ciptaannya sendiri, peradaban sekuler yang menyesatkan. Terciptalah generasi yang teralienasi dari nilai-nilai ketuhanan, bahkan dari dirinya sendiri. Mereka telah lupa siapa dirinya, sehingga mereka tak mengenal siapa Tuhannya. Kehilangan eksistensi diri yang amat parah telah menguras habis konsepsi manusia tentang kebahagiaan dan mencampakkan manusia ke dalam keranjang sampah sejarah. Menghadapi terpaan krisis jati diri semacam itu, Islam sebagai sebuah sistem pemikiran dan tindakan, sama sekali tak bergeming. Kemuliaan dan keutuhan ajarannya mencakup berbagai jurus penangkal krisis kemanusiaan. Salah satunya yang paling sederhana dan fundamental adalah shalat. Sebagai ritus keagamaan yang paling mendasar, shalat harus dilakukan dengan penghayatan batin sedalam mungkin agar diperoleh mashlahat dalam mewarnai peradaban dengan paradigma Ilahiyah. Karya ini membantu anda membedah shalat dari perspektif falsafah dan hikmah dalam alur bertutur yang mengasyikkan.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Pemuda
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 212044
Kode Klasifikasi : 2x4.12
Judul Buku : Shalat hikmah, falsafah dan urgensinya
Edisi : -
Penulis : Abdul Aziz Salim Basyarahil
Penerbit : Gema Insani Press
Bahasa : Indonesia
Tahun : 1996
ISBN : 979-561-418-5
Tajuk Subjek : Agama Islam
Deskripsi : 96 hlm. ; 18 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Hesti Kusumastuti
Manusia modern diperbudak oleh ciptaannya sendiri, peradaban sekuler yang menyesatkan. Terciptalah generasi yang teralienasi dari nilai-nilai ketuhanan, bahkan dari dirinya sendiri. Mereka telah lupa siapa dirinya, sehingga mereka tak mengenal siapa Tuhannya. Kehilangan eksistensi diri yang amat parah telah menguras habis konsepsi manusia tentang kebahagiaan dan mencampakkan manusia ke dalam keranjang sampah sejarah. Menghadapi terpaan krisis jati diri semacam itu, Islam sebagai sebuah sistem pemikiran dan tindakan, sama sekali tak bergeming. Kemuliaan dan keutuhan ajarannya mencakup berbagai jurus penangkal krisis kemanusiaan. Salah satunya yang paling sederhana dan fundamental adalah shalat. Sebagai ritus keagamaan yang paling mendasar, shalat harus dilakukan dengan penghayatan batin sedalam mungkin agar diperoleh mashlahat dalam mewarnai peradaban dengan paradigma Ilahiyah. Karya ini membantu anda membedah shalat dari perspektif falsafah dan hikmah dalam alur bertutur yang mengasyikkan.
Terkait Subjek Buku yang sama