• Berani menghadapi kegagalan : rahasia temuan Art Mortell agar bisa berhasil dalam dunia usaha

    Berani menghadapi kegagalan : rahasia temuan Art Mortell agar bisa berhasil dalam dunia usaha

    • Mortell, Art
    • Mitra Utama Jakarta
    • 1995
    • 979-8046-63-3
    Sinopsis

    Dalam kehidupan bisnis sehari-hari, kita tentu pernah mengalami kegagalan dan penolakan. Ada orang yang menanggapi pengalaman negatif ini sebagai sesuatu yang sangat pribadi, sehingga kecemasan yang ditimbulkannya menggerogoti inisiaatif. Tapi orang-orang yang berhasil, memandang kegagalan dari kacamata yang sama sekali berbeda. Mereka memandang kegagalan sebagai suatu peluang untuk belajar, sebagai suatu lompatan kreativitas, sebagai suatu kesempatan untuk menguji gagasan-gagasan baru. Cara yang kita pilih dalam menghadapi kegagalan adalah faktor yang paling menentukan keberhasilan di masa depan. Ia bahkan lebih menentukan daripada bakat, dorongan, dan kerja keras !

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Pemuda
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 211962
Kode Klasifikasi : 650.1
Judul Buku : Berani menghadapi kegagalan : rahasia temuan Art Mortell agar bisa berhasil dalam dunia usaha
Edisi : -
Penulis : Mortell, Art
Penerbit : Mitra Utama Jakarta
Bahasa : Indonesia
Tahun : 1995
ISBN : 979-8046-63-3
Tajuk Subjek : Bisnis
Deskripsi : xii, 312 hlm. ; 20 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Hesti Kusumastuti
Dalam kehidupan bisnis sehari-hari, kita tentu pernah mengalami kegagalan dan penolakan. Ada orang yang menanggapi pengalaman negatif ini sebagai sesuatu yang sangat pribadi, sehingga kecemasan yang ditimbulkannya menggerogoti inisiaatif. Tapi orang-orang yang berhasil, memandang kegagalan dari kacamata yang sama sekali berbeda. Mereka memandang kegagalan sebagai suatu peluang untuk belajar, sebagai suatu lompatan kreativitas, sebagai suatu kesempatan untuk menguji gagasan-gagasan baru. Cara yang kita pilih dalam menghadapi kegagalan adalah faktor yang paling menentukan keberhasilan di masa depan. Ia bahkan lebih menentukan daripada bakat, dorongan, dan kerja keras !
Terkait Subjek Buku yang sama