• Menggugat kebijakan haji : tugas nasional atau korupsi massal

    Menggugat kebijakan haji : tugas nasional atau korupsi massal

    • Rokib Abdul Kadir, Lc
    • Yayasan Tarbiyatuna dan Pustaka Saksi Jakarta
    • 2003
    • 979-97368-0-3
    Sinopsis

    Haji adalah puncak kesempurnaan berislam seorang muslim. Karena itu, setiap muslim bercita-cita untuk bisa berkunjung ke Baitullah. Mereka rela mengorbankan harta yang tak sedikit untuk perjalanan spiritual itu. Perasaan yang sama juga menghinggapi kaum muslimin Indonesia. Bahkan, gelar haji telah menjadi status sosial yang tidak dianggap sebelah mata di Indonesia. Sayangnya, para calon jamaah dan jamaah haji Indonesia tidak sadar bahwa dalam penyelenggaraan ibadah haji yang dilaksanakan pemerintah, menyimpan sejumlah masalah. Doktrin agama agar para jamaah haji tidak berjidal, berkata kasar, dan sabar dalam menjalankan ibadah, telah dipakai penyelenggara ibadah haji untuk "memeras" kantong jamaah. Kenapa biaya penyelenggaraan ibadah haji mahal? Kami berharap buku ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi pemberdayaan calon jamaah haji Indonesia agar mereka sadar akan hak-hak mereka sebagai pengguna jasa.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Pemuda
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 211958
Kode Klasifikasi : 2x4.15
Judul Buku : Menggugat kebijakan haji : tugas nasional atau korupsi massal
Edisi : -
Penulis : Rokib Abdul Kadir, Lc
Penerbit : Yayasan Tarbiyatuna dan Pustaka Saksi Jakarta
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2003
ISBN : 979-97368-0-3
Tajuk Subjek : Agama Islam
Deskripsi : xv, 130 hlm ; 18 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Hesti Kusumastuti
Haji adalah puncak kesempurnaan berislam seorang muslim. Karena itu, setiap muslim bercita-cita untuk bisa berkunjung ke Baitullah. Mereka rela mengorbankan harta yang tak sedikit untuk perjalanan spiritual itu. Perasaan yang sama juga menghinggapi kaum muslimin Indonesia. Bahkan, gelar haji telah menjadi status sosial yang tidak dianggap sebelah mata di Indonesia.
Sayangnya, para calon jamaah dan jamaah haji Indonesia tidak sadar bahwa dalam penyelenggaraan ibadah haji yang dilaksanakan pemerintah, menyimpan sejumlah masalah. Doktrin agama agar para jamaah haji tidak berjidal, berkata kasar, dan sabar dalam menjalankan ibadah, telah dipakai penyelenggara ibadah haji untuk "memeras" kantong jamaah. Kenapa biaya penyelenggaraan ibadah haji mahal?
Kami berharap buku ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi pemberdayaan calon jamaah haji Indonesia agar mereka sadar akan hak-hak mereka sebagai pengguna jasa.
Terkait Subjek Buku yang sama