• Rest in peace advertising (1729-2010) mind and soul deceiver, lie teller and exaggeration expert : killed by the power of word of mouth marketing

    Rest in peace advertising (1729-2010) mind and soul deceiver, lie teller and exaggeration expert : killed by the power of word of mouth marketing

    • Sumardy, Marlin Silviana dan Melina Melone
    • PT Gramedia Pustaka Utama
    • 2011
    • 978-979-22-7148-5
    Sinopsis

    Word of Mouth Marketing mungkin anda sudah sering mendengar hal itu. Namun bila belum punya referensi yang mudah dipahami, maka buku "The Power of Word of Mouth Marketing" ini patut dibaca. Buku ini menyajikan konsep dan tips menjalankan WOMM dengan bahasa yang sederhana dan "provokatif", serta dilengkapi berbagai contoh, termasuk contoh-contoh dari Indonesia. Kita bisa tahu tren "social media", perlunya kepekaan terhadap hal-hal yang sedang "in" dan lebih penting, bagaimana memanfaatkannya untuk membantu komunikasi pemasaran kita. Saat kita mulai mempertanyakan efektivitas belanja iklan kita, membaca buku ini bisa menjadi langkah awal kita untuk memulai berpikir ulang tentang konsep komunikasi pemasaran.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Pemuda, Cengkareng
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 210458
Kode Klasifikasi : 659.1
Judul Buku : Rest in peace advertising (1729-2010) mind and soul deceiver, lie teller and exaggeration expert : killed by the power of word of mouth marketing
Edisi : -
Penulis : Sumardy, Marlin Silviana dan Melina Melone
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2011
ISBN : 978-979-22-7148-5
Tajuk Subjek : Advertising,Marketing,Pemasaran
Deskripsi : 234 hlm.: ill.; 21 cm
Eksemplar : 3
Stok : 3
Petugas : Nur Santy, S.Hum
Word of Mouth Marketing mungkin anda sudah sering mendengar hal itu. Namun bila belum punya referensi yang mudah dipahami, maka buku "The Power of Word of Mouth Marketing" ini patut dibaca. Buku ini menyajikan konsep dan tips menjalankan WOMM dengan bahasa yang sederhana dan "provokatif", serta dilengkapi berbagai contoh, termasuk contoh-contoh dari Indonesia. Kita bisa tahu tren "social media", perlunya kepekaan terhadap hal-hal yang sedang "in" dan lebih penting, bagaimana memanfaatkannya untuk membantu komunikasi pemasaran kita. Saat kita mulai mempertanyakan efektivitas belanja iklan kita, membaca buku ini bisa menjadi langkah awal kita untuk memulai berpikir ulang tentang konsep komunikasi pemasaran.
Terkait Subjek Buku yang sama