• Kahve

    Kahve

    • Yuu Sasih
    • de TEENS
    • 2015
    • 978-602-255-894-1
    Sinopsis

    Kencana pergi ke ibu kota untuk kuliah sekaligus mencari jawaban atas alasan Saras, kakaknya, bunuh diri. Kencana menemukan gambar shamrock (semanggi berhelai tiga) di buku harian kakaknya yang bertanggalkan empat bulan sebelum hari kematiannya, yang juga menjadi entri terakhir di sana. Isi dari halaman yang dipenuhi gambar semanggi itu menyatakan bahwa kakaknya baru saja mendapatkan hasil ramalan yang bagus dari kedai kopi Black Dream di dekat kampusnya. “Hari ini di Black Dreams aku dapat shamrock di cangkir kopiku. Tentu aku nggak lihat apa-apa di cangkir kopiku selain ampas hitam, tapi si barista kelihatan yakin saat mengatakannya. Katanya itu pertanda akan terkabulnya keinginan terbesar orang yang mendapatkannya. Dia juga bilang kalau gambar itu jarang ditemukan saat pembacaan. Memang cuma ramalan biasa, tapi akan menyenangkan kalau benar.” “Saat orang sudah putus asa, hal seremeh apa pun akan dijadikan pegangan harapan.”

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kaliabang
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 210457
Kode Klasifikasi : 813
Judul Buku : Kahve
Edisi : -
Penulis : Yuu Sasih
Penerbit : de TEENS
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2015
ISBN : 978-602-255-894-1
Tajuk Subjek : Novel
Deskripsi : hlm 240. : ill. ; 19 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Ima Carolina
Kencana pergi ke ibu kota untuk kuliah sekaligus mencari jawaban atas alasan Saras, kakaknya, bunuh diri. Kencana menemukan gambar shamrock (semanggi berhelai tiga) di buku harian kakaknya yang bertanggalkan empat bulan sebelum hari kematiannya, yang juga menjadi entri terakhir di sana. Isi dari halaman yang dipenuhi gambar semanggi itu menyatakan bahwa kakaknya baru saja mendapatkan hasil ramalan yang bagus dari kedai kopi Black Dream di dekat kampusnya.

“Hari ini di Black Dreams aku dapat shamrock di cangkir kopiku. Tentu aku nggak lihat apa-apa di cangkir kopiku selain ampas hitam, tapi si barista kelihatan yakin saat mengatakannya. Katanya itu pertanda akan terkabulnya keinginan terbesar orang yang mendapatkannya. Dia juga bilang kalau gambar itu jarang ditemukan saat pembacaan. Memang cuma ramalan biasa, tapi akan menyenangkan kalau benar.”

“Saat orang sudah putus asa, hal seremeh apa pun akan dijadikan pegangan harapan.”
Terkait Subjek Buku yang sama

  • Moga bunda disayang Allah
    Moga bunda disayang Allah
    • Tere Liye
    • Republika
    • 2014
    • 978-602-8997-65-2
    Sinopsis

    "Gelap! Melati hanya melihat gelap. Hitam. Kosong. Tak ada warna... Senyap. Sepi. Sendiri. Tak ada nada...." "Buku ini akan membuat Anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi ... Lihat Selengkapnya

  • Diary si bocah tengil
    Diary si bocah tengil
    • Kinney, Jeff
    • Atria
    • 2010
    • 978-979-1411-20-2
    Sinopsis

    Kisah hidup Greg Heffley selama satu tahun ajaran sekolah ini dijamin bisa membuat pipi pegal. perut terkocok. bahkan mata berair. Kekonyolon dan kemalangan Greg akan membuat kalian mengingat kembali ... Lihat Selengkapnya

  • Dokter rakyat
    Dokter rakyat
    • Andre Setiawan
    • KOMPAS
    • 2015
    • 978-979-709-920-6
    Sinopsis

    Dokter yang bertugas di daerah terpencil tak hanya akan bertemu dengan berbagai penyakit dan para pasien sederhana yang sama sekali belum pernah tersentuh tangan tenaga medis modern, tetapi mereka ... Lihat Selengkapnya

  • Cinta bertabur di langit mekah
    Cinta bertabur di langit mekah
    • Roidah
    • Erlangga
    • 2009
    • 978-979-033-837-1
    Sinopsis

    Rhada tak pernah bisa melupakan Osman, pria yang telah memikat hatinya selama bertahun-tahun. Sayang, cintanya tak kunjung terbals. Lelah dengan kehidupan duniawi, ia pun memutuskan bersimpuh di ... Lihat Selengkapnya

  • Sunset bersama Rosie
    Sunset bersama Rosie
    • Tere Liye
    • Mahaka Publishing
    • 2014
    • 978-602-98883-6-2
    Sinopsis

    Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang ... Lihat Selengkapnya