• 44 kisah inspiratif = islamic wisdoms temui ibu, nak sekali ini saja

    44 kisah inspiratif = islamic wisdoms temui ibu, nak sekali ini saja

    • Muthmainatunisa
    • Mutiara Allamah Utama
    • 2013
    • 978-602-14415-0-3
    Sinopsis

    Begitu banyak kisah yang menginspirasi bertebaran di sekitar kita dan tidak sedikit yang bersumber dari khazanah di luar Islam. Padahal ada begitu banyak kisah sarat makna yang bisa diangkat dan diteladani dalam kisah Al-Qur’an ataupun kisah muslim dalam hadits-hadits yang sahih. Dan, karena alasan itulah buku ini hadir. Memuat 44 kisah inspiratif dari khazanah keislaman. Buku ini menghidangkan contoh kehidupan Islami secara utuh melalui keteladanan yang dilakukan muslimat dan muslimin dalam melakukan tindakan-tindakan yang berakhlak mulia. Meneladani memang tidak perlu pandang bulu, tidak dilihat dari segi umur maupun status sosial. Dari mana keteladanan itu datang tidak perlu diperdebatkan, namun apa yang termuat di dalamnya yang harus menjadi konsentrasi kita semua.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Kaliabang
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 210349
Kode Klasifikasi : 2X0
Judul Buku : 44 kisah inspiratif = islamic wisdoms temui ibu, nak sekali ini saja
Edisi : -
Penulis : Muthmainatunisa
Penerbit : Mutiara Allamah Utama
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2013
ISBN : 978-602-14415-0-3
Tajuk Subjek : Islam
Deskripsi : xii, 214 hlm. : ill. ; 19 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Ayu Intansari, S.Kom
Begitu banyak kisah yang menginspirasi bertebaran di sekitar kita dan tidak sedikit yang bersumber dari khazanah di luar Islam. Padahal ada begitu banyak kisah sarat makna yang bisa diangkat dan diteladani dalam kisah Al-Qur’an ataupun kisah muslim dalam hadits-hadits yang sahih. Dan, karena alasan itulah buku ini hadir.

Memuat 44 kisah inspiratif dari khazanah keislaman. Buku ini menghidangkan contoh kehidupan Islami secara utuh melalui keteladanan yang dilakukan muslimat dan muslimin dalam melakukan tindakan-tindakan yang berakhlak mulia.

Meneladani memang tidak perlu pandang bulu, tidak dilihat dari segi umur maupun status sosial. Dari mana keteladanan itu datang tidak perlu diperdebatkan, namun apa yang termuat di dalamnya yang harus menjadi konsentrasi kita semua.
Terkait Subjek Buku yang sama