• Perjalanan manusia menuju tuhannya

    Perjalanan manusia menuju tuhannya

    • Anwar Junus
    • Al Haddadiyah Publisher
    • 2003
    • -
    Sinopsis

    Sesungguhnya duniai tidak perlu ditakuti apalagi dijauhi, karena dunia adalah lahan dan wilayah kekuasaan manusia, yang diamanatkan Allah kepadanya sebagai khalifatullah, Karena itu jangan lari dari dunia, tetapii dekatilah ia dengan kasih sayang, agar ia jinak dan patuh selalu dalam pengendalian kita. Dunia ibarat kuda pemikul beban bagi manusia. Ia dapat menjadi kendaraan dan dijadikan alat pemikul bebab dalam perjalanan. ia pun dapat dijadikan perhiasan dalam kehidupan manusia, jangan biarkan dia kesakitan. Rawatlah ia, beri makan dan minum, karena manusia mmerlukannya. manusia memerlukan ia dalam melanjutkan perjalanan ke alam akhirat. Rawat, pelihara dan cintailah dunia sebatas ia sebagai alat, hati dan jiwa kita harus tetap terpadu denan Illahi Yabbi. Tuhan Sang Pencipta Manusia dan Alam semesta. Hati tetap cenderung dan lebih berat kepad Akhirat, karena ia negeri yang dituju untul tinggal yang kekal abadi. demikianlah hendaknya niat dan kecenderungan hari kita dlam setiap amal inadah dan pekerjaann apa saja selama kita masih hidup di dunia yang fana ini.

    Kata Kunci
    Tersedia di Perpustakaan Kampus:
    • Dewi Sartika B
    Silahkan Login untuk dapat Melakukan Peminjaman Online
Kode Buku : 210058
Kode Klasifikasi : 2x0
Judul Buku : Perjalanan manusia menuju tuhannya
Edisi : -
Penulis : Anwar Junus
Penerbit : Al Haddadiyah Publisher
Bahasa : Indonesia
Tahun : 2003
ISBN : -
Tajuk Subjek : Agama Islam
Deskripsi : iii, 119 hlm, ; 21 cm
Eksemplar : 1
Stok : 1
Petugas : Yayi Wuryanti
Sesungguhnya duniai tidak perlu ditakuti apalagi dijauhi, karena dunia adalah lahan dan wilayah kekuasaan manusia, yang diamanatkan Allah kepadanya sebagai khalifatullah, Karena itu jangan lari dari dunia, tetapii dekatilah ia dengan kasih sayang, agar ia jinak dan patuh selalu dalam pengendalian kita. Dunia ibarat kuda pemikul beban bagi manusia. Ia dapat menjadi kendaraan dan dijadikan alat pemikul bebab dalam perjalanan. ia pun dapat dijadikan perhiasan dalam kehidupan manusia, jangan biarkan dia kesakitan. Rawatlah ia, beri makan dan minum, karena manusia mmerlukannya. manusia memerlukan ia dalam melanjutkan perjalanan ke alam akhirat. Rawat, pelihara dan cintailah dunia sebatas ia sebagai alat, hati dan jiwa kita harus tetap terpadu denan Illahi Yabbi. Tuhan Sang Pencipta Manusia dan Alam semesta. Hati tetap cenderung dan lebih berat kepad Akhirat, karena ia negeri yang dituju untul tinggal yang kekal abadi. demikianlah hendaknya niat dan kecenderungan hari kita dlam setiap amal inadah dan pekerjaann apa saja selama kita masih hidup di dunia yang fana ini.
Terkait Subjek Buku yang sama