Program Dokumenter Televisi Kisah Komunitas Episode "Krontjong Toegoe"

  • Almavira Audrecya Achmad
  • Alfi Riyana Dina
  • Mochammad Yudha Saputra
  • 2022

Abstrak

Banyak masyarakat yang masih mengetahui bahwa musik keroncong merupakan musik berasal dari portugis, padahal music keroncong merupakan music asli dari Indonesia yang dimainkan oleh orang-orang yang tinggal di kampung tugu. Musik keroncong dimainkan dengan alat musik berasal dari portugis yang di modif sedemikian mungkin. Salah satu alat music yang sangat khas di keroncong ialah “Macina” dan Rebana. Musik keroncong juga memiliki warna yang berbeda dan memiliki karakter tersendiri dari musik-musik yang lainnya. Alat-alat music keroncong biasanya terdiri dari biola, machina, gitar, cello, bass, prunga dan tambahan rebana. “Kerontjong Toegoe” atau yang biasa dibaca dengan “Keroncong Tugu” adalah salah satu grup musik keroncong yang sudah lama ada di Indonesia sejak tahun 1988 yang di bawakan pertama kali oleh Arend Michiels. Sampai saat ini, komunitas musik keroncong tugu masih tetap ada - Arthur James Michiels, salah satu penerus musik keroncong Tugu. Namun memang sangat disayangkan, menurut Arthur James pamor keroncong tugu semakin memudar, oleh sebab itu ia melakukan berbagai macam cara agar music keroncong tugu agar tetap hidup. Termasuk mengenalkan, mengajak dan mengajarkan anak-anak generasi muda pada musik keroncong. Metode yang diambil dalam pembuatan program documenter televisi ini ialah melakukan riset, pendekatan dengan para anggota komunitas music keroncong tugu dan wawancara secara langsung, sehingga penulis mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan secara akurat. Hal ini penulis tujukan agar informasi dapat tersampaikan kepada masyarakat luas mengenai music keroncong, khususnya komunitas musik keroncong tugu.

Kata Kunci
Daftar Pustaka

Ayawaila, Gerzon R. (2017). Dokumenter. Jakarta: Pusat Pengembangan Perfilman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Fachruddin, Andi. (2017). Dasar-Dasar Produksi Televisi : Produk Berita, Feature, Laporan Investigasi, Dokumenter, dan Teknik Editing. Jakarta: Kencara Prenada Media Group

Fachruddin, Andi. (2021). Dasar-Dasar Penyiaran: Sejarah, Organisasi, Operasional, dan Regulasi. Jakarta: Kencara Prenada Media Group Irwanto.

Kusumawato, Nina.Supriyadi. Triartanto, Yudo. (2017). Broadcasting Televisi, Teori dan praktik. Yogyakarta: Graha Cendikia. Irwanto. Kusumawati, Nina. Supriyadi. Triartanto, Yudo. (2019). Broadcasting 2 Teori dan Praktek. Yogyakarta: Graha Cendekia.

KBBI, (2022). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Luar Jaringan [Offline], Perpustakaan Nasional [ 11 Juni 2022].

KN, Anton Mabruri. (2018). Produksi Program TV non-Drama manajemen produksi dan penulis naskah. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Kusumawati, Nina, Haryo Windratno, dan Yudo Triartanto. (2017). Produksi Progam Televisi dan Film: Tata Cahaya, Tata Artistik, Tata Suara, Tata Kamera. Yogyakarta: Graha Cendika.

Kutanto, Haronas dan Yousep Eka Apriandi. (2019). TV Programming News dan Entertainment. Yogyakarta: Penerbit ANDI .

Latief, Rusman dan Yusiatie Utud. (2017). Menjadi Produser Televisi: Profesional Mendesain Program Televisi. Jakarta: PT Kencan (Divisi Dari Pernamedia Group)

Morissan, M.A. (2018). Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengola Radio & Tv. Cetakan ke-6. Jakarta: PT Kencan (Divisi Dari Pernadamedia Group)

Pratista, Himawan. (2017). Memahami Film. Yogyakarta: Montase Press.Pratista, 117

Setyawan Deddy. (2017). Manajemen Produksi Televisi. Yogyakarta: Badan Penerbit ISI Yogyakarta.

Detail Informasi

Tugas Akhir ini ditulis oleh :

  • 42190073 - Almavira Audrecya Achmad
  • 42190237 - Alfi Riyana Dina
  • 42190582 - Mochammad Yudha Saputra
  • Prodi : Penyiaran
  • Kampus : Pemuda
  • Tahun : 2022
  • Pembimbing : Nina Kusumawati, S.PT., M.Si.
  • Kode : 0001.D3.BR.TA.I.2022
  • Status Akses : Open Access
  • Diinput oleh : BDY
  • Terakhir update : 31 Oktober 2023
  • Dilihat : 147 kali