Transformasi Pintu Udara Jakarta
- MUHAMMAD FAJRIL KARNANI
- TRAH WIDYASTOMO
- SARIPAH
- 2025
Saripah (42215012), Muhammad Fajril.K (42215003), Ghanniy Rasyyid (42215002),
Alif Rahman Hidayatullah (42215005), Trah Widyastomo(42215009).
Film Dokumenter "TRANSFORMASI PINTU UDARA JAKARTA"
merupkan karya adiovisul yang mengangkat tentang sejarah pindahnya Bandara di Jakarta.
Eks Bandara Kemayoran merupakan simbol penting sejarah penerbangan Indonesia, yang
kemudian digantikan oleh Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang. Film
Dokumenter ini bertujuan untuk mengungkap alasan pemindahan tersebut, dengan fokus
pada faktor teknis, keselamatan, dan perencanaan tata kota yang memengaruhi keputusan
tersebut.
Pendekatan penelitian dilakukan melalui wawancara dengan ahli sejarah, tim
pengelola eks Bandara Kemayoran, dan tokoh masyarakat Betawi. Data pendukung juga
diperoleh dari kajian arsip sejarah dan analisis dokumentasi terkait kondisi fisik tanah, risiko
operasional, serta transformasi tata ruang kota Jakarta.
Hasil dokumenter ini menunjukkan bahwa pemindahan dilakukan karena kondisi
fisik tanah Kemayoran yang tidak stabil dan risiko keselamatan penerbangan akibat padatnya
kawasan sekitar. Pilihan Tangerang sebagai lokasi baru didasarkan pada kelayakan geografis
dan potensi pengembangan wilayah.
"TRANSFORMASI PINTU UDARA JAKARTA" tidak hanya menjelaskan
aspek teknis pemindahan, tetapi juga merekam perubahan sosial budaya masyarakat sekitar.
Film ini memberikan perspektif historis dan kontemporer tentang evolusi transportasi udara.https://repository.bsi.ac.id/repo/60449/Transformasi-Pintu-Udara-Jakarta
Anda dapat membaca file tugas akhir ini di repository.
Detail Informasi
Tugas Akhir ini ditulis oleh :
- 42215003 - MUHAMMAD FAJRIL KARNANI
- 42215009 - TRAH WIDYASTOMO
- 42215012 - SARIPAH
- Prodi : Penyiaran
- Kampus : Pemuda
- Tahun : 2025
- Pembimbing : Jaqualine Pramanta Putra, M.M, M.I.Kom
- Kode : 0002.D3.42.TA.II.2025
- Status Akses : Open Access
- Diinput oleh : AXD
- Terakhir update : 10 Maret 2025
- Dilihat : 83 kali