KONSTRUKSI TOLERANSI UMAT BERAGAMA DALAM FILM “BERDOA, MULAI” (ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE)
- ERIK OKTAVIANUS DUHA
- 2026
Penelitian ini berjudul “Konstruksi Toleransi Umat Beragama dalam Film Berdoa, Mulai (Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure)”. Film Berdoa, Mulai karya Tanzilal Azizie dipilih sebagai objek penelitian karena merepresentasikan isu toleransi antarumat beragama melalui narasi keseharian seorang siswi Katolik yang hidup di lingkungan mayoritas Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda visual dan verbal dalam film tersebut membentuk makna tentang toleransi beragama serta bagaimana proses konstruksi sosial terhadap nilai toleransi tersebut ditampilkan melalui simbol-simbol sinematik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) pada setiap adegan dalam film, kemudian diinterpretasikan berdasarkan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann untuk memahami bagaimana nilai toleransi dibangun melalui interaksi antar tokoh. Data diperoleh melalui observasi terhadap adegan, dialog, serta konteks naratif dalam film Berdoa, Mulai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini membangun makna toleransi melalui tanda-tanda sederhana yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, seperti perbedaan cara berdoa, dialog lintas agama, dan penerimaan terhadap keyakinan yang berbeda. Setiap tanda yang muncul memiliki makna konotatif yang menekankan nilai penghargaan, keterbukaan, dan kasih antarumat beragama. Adegan makan malam yang menampilkan Ruth memimpin doa dengan memadukan ucapan Katolik dan Islam menjadi simbol puncak dari konstruksi toleransi tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film Berdoa, Mulai tidak hanya menggambarkan toleransi sebagai sikap sosial, tetapi juga sebagai proses konstruksi makna yang tumbuh melalui pendidikan, komunikasi, dan lingkungan keluarga. Film ini memperlihatkan bahwa toleransi bukanlah hasil doktrin, melainkan hasil pengalaman manusia dalam memahami keberagaman dan kemanusiaan.
https://repository.bsi.ac.id/repo/82379/KONSTRUKSI-TOLERANSI-UMAT-BERAGAMA--DALAM--FILM-“BERDOA,-MULAI”--(ANALISIS-SEMIOTIKA-FERDINAND-DE-SAUSSURE)
Anda dapat membaca file tugas akhir ini di repository.
Detail Informasi
Tugas Akhir ini ditulis oleh :
- 44210310 - ERIK OKTAVIANUS DUHA
- Prodi : Ilmu Komunikasi
- Kampus : BSD
- Tahun : 2026
- Pembimbing : Liliyana, S.Sos, M.Ikom
- Kode : 0001.S1.44.SKRIPSI.II.2026
- Status Akses : Open Access
- Diinput oleh : AXD
- Terakhir update : 25 Maret 2026
- Dilihat : 21 kali