PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN PERAN TEKNOLOGI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BANGUN SATYA WACANA

  • ELSYA EVANAZIRA
  • 2025

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya
kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan, untuk mengetahui dan
menganalisis peran teknologi terhadap kinerja karyawan, dan untuk mengetahui serta
menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan peran teknologi
terhadap kinerja karyawan pada PT. Bangun Satya Wacana yang berjumlah 35
responden. penelitian ini berupaya untuk menilai dan menganalisis sejauh mana peran
teknologi dan gaya kepemimpinan transformasional memengaruhi peningkatan kinerja
karyawan di PT. Bangun Satya Wacana. Penelitian ini menggunakan metode sampel
jenuh, yang menggunakan seluruh populasi sebagai sampel penelitian, adalah strategi
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Semua staf diberi kuesioner
untuk diisi guna mengumpulkan data, yang kemudian digunakan perangkat lunak SPSS
versi 27 untuk analisis. Uji asumsi tradisional, regresi linier berganda, dan pengujian
hipotesis menggunakan uji-t dan uji-F, bersama dengan pengukuran koefisien
determinasi, adalah contoh teknik analisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
peran teknologi dan gaya kepemimpinan transformasional memiliki dampak besar pada
kinerja pekerja. Akibatnya, kedua variabel independen secara bersamaan dan sebagian
berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam organisasi..
Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Peran Teknologi, Kinerja

Pendahuluan
Gaya kepemimpinan mengandung arti sebagai cara pemimpin untuk dapat
mempengaruhi bawahan untuk lebih dapat berbuat atau berusaha dalam rangka mencapai
tujuan organisasi. Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan, keterampilan,
informasi yang mendalam dalam proses menyaring satu keputusan yang tepat, serta ide
ide inovatif dalam mengemban tugasnya. Disamping itu, gaya kepemimpinan yang
dijalankannya dalam mengelola suatu organisasi harus dapat mempengaruhi dan
mengarahkan segala tingkah laku dari bawahan sedemikian rupa, sehingga segala tingkah
laku bawahan sesuai dengan keinginan pimpinan yang bersangkutan.
Perkembangan teknologi yang pesat telah mengubah banyak aspek dalam dunia
kerja, termasuk cara organisasi beroperasi dan berinteraksi dengan karyawannya.
Perusahaan tidak hanya dituntut untuk mampu mengadopsi teknologi dalam kegiatan
operasional, tetapi juga harus mampu membentuk sumber daya manusia yang adaptif dan
produktif dalam menghadapi perubahan tersebut. Dalam konteks ini, gaya kepemimpinan
yang diterapkan dalam organisasi memainkan peran penting dalam mendukung
keberhasilan proses transformasi digital dan peningkatan kinerja tim secara menyeluruh.
Diginusa, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan layanan
pendidikan berbasis teknologi sejak 1989, memiliki kebutuhan yang tinggi akan tim kerja
yang solid dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan digital. Dengan layanan yang
mencakup kurikulum TIK, digital learning, laboratorium bahasa, ePerpus, hingga
penyediaan perangkat dan technical support ke sekolah-sekolah, Diginusa memerlukan
sinergi tim internal yang mampu beroperasi secara efektif dalam menghadapi tantangan
teknologi dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
Oleh karena itu, penting dan relevan untuk melakukan penelitian ini guna lebih
memahami masalah ini dan menentukan sejauh mana kepemimpinan transformasional
dapat meningkatkan kinerja tim di tempat kerja berbasis teknologi, khususnya dalam
konteks organisasi Diginusa. Di era transformasi digital, penelitian ini juga diharapkan
mampu memberikan rekomendasi strategis yang dapat diaplikasikan pada manajemen
sumber daya manusia. "Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Peran
Teknologi terhadap Kinerja Sumber Daya Manusia di PT. Bangun Satya Wacana"
merupakan judul penelitian yang akan dilakukan penulis.
Tinjauan Pustaka
Gaya Kepemimpinan Transformasional
Gaya kepemimpinan transformasional dapat diterapkan di berbagai jenis lembaga.
Kepemimpinan ini dinilai efektif terutama dalam organisasi yang membutuhkan
perubahan signifikan dan berkelanjutan. Seorang pemimpin transformasional mampu
memberikan inspirasi, membangun mengusung visi yang terarah dan memberi dorongan
motivasional kepada seluruh anggota untuk berkontribusi maksimal dalam pencapaian
sasaran organisasi.
Peran Teknologi
Peran teknologi di perusahaan merujuk pada segala bentuk sistem, perangkat,
aplikasi, dan infrastruktur digital yang disediakan oleh perusahaan untuk mendukung
pekerjaan karyawan. Peran dari teknologi sangat penting di era digital ini untuk
memastikan bahwa pekerja dapat beroperasi dengan sukses dan efisien serta
menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang lebih kompetitif.


Kinerja Karyawan
Hasil kerja yang dicapai seseorang sesuai dengan pekerjaan atau tanggung
jawabnya dalam suatu organisasi dikenal sebagai kinerja karyawan, dan hasil kerja
tersebut dievaluasi menggunakan standar atau kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
Kinerja merupakan tolak ukur penting dalam menilai keberhasilan individu maupun
organisasi secara keseluruhan.
Kinerja adalah sejauh mana seorang pekerja memenuhi tanggung jawabnya sesuai
dengan tugas yang diberikan. (Haana Asyifa et al., 2023)

Metode Penelitian
Peneliti menggunakan desain penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif
memfokuskan mengenai analisis data angka dan akan dianalisis melalui teknik statistik
yang sesuai. Digunakannya metode deskriptif kuantitatif pada penelitian ini adalah karena
tujuan utamanya adalah untuk mendeskripsikan atau gambaran suatu keadaan secara
objektif.
Dalam proses penelitian dan analisis dari penelitian kuantitatif menggunakan lebih
banyak angka dan statistik. Oleh karena itu, untuk mengetahui sejauh mana gaya
kepemimpinan serta peran teknologi berdampak pada kinerja karyawan PT. Bangun
Satya Wacana, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif, metode survei, dan
metode kuantitatif. Selama penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dan informasi
langsung dari lapangan dengan menggunakan kuesioner.


Hasil dan Pembahasan
Instrumen penelitian yang digunakan dalam studi ini berupa kuesioner terstruktur
yang disusun secara khusus untuk mengukur tiga variabel utama, yaitu Gaya
Kepemimpinan Transformasional, Peran teknologi, dan Kinerja Karyawan..
Hasil
Uji Kualitas Data
Uji Validitas dan Reliabilitas
Tabel 1. Uji Validitas Variabel Kepemimpinan Transformasional (X1)
Uji Validitas X1
Variabel RHitung RTabel Keterangan
X1 0.736 0.3338 Valid
X2 0.714 0.3338 Valid
X3 0.783 0.3338 Valid
X4 0.734 0.3338 Valid
X5 0.767 0.3338 Valid
X6 0.59 0.3338 Valid
X7 0.736 0.3338 Valid
X8 0.686 0.3338 Valid

Tabel 2. Uji Validitas Variabel Peran Teknologi (X2)
Uji Validitas X2
Variabel RHitung RTabel Keterangan
X1 0.748 0.3338 Valid
X2 0.717 0.3338 Valid
X3 0.727 0.3338 Valid


X4 0.843 0.3338 Valid
X5 0.772 0.3338 Valid
X6 0.631 0.3338 Valid

Tabel 3. Uji Validitas Variabel Peningkatan Kinerja Karyawan (Y)
Uji Validitas Y
Variabel RHitung RTabel Keterangan
Y1 0.737 0.3338 Valid
Y2 0.658 0.3338 Valid
Y3 0.453 0.3338 Valid
Y4 0.666 0.3338 Valid
Y5 0.52 0.3338 Valid
Y6 0.453 0.3338 Valid
Y7 0.498 0.3338 Valid
Y8 0.488 0.3338 Valid

Berdasarkan sampel N = 35 responden dari variabel gaya kepemimpinan
transformasional (X1), peran teknologi (X2), dan kinerja karyawan (Y) data tersebut bisa
dikatakan valid karena r hitung > r tabel. r tabel dari responden 35 orang adalah 0.3338
jadi, r hitung dari variabel gaya kepemimpinan transformasional, peran teknologi dan
kinerja karyawan diatas adalah valid

Seluruh item pertanyaan pada variabel kepemimpinan transformasional, peran
teknologi, dan kinerja karyawan dinyatakan reliabel. Nilai Cronbach’s Alpha masing
masing variabel > 0,60, sehingga instrumen penelitian reliabel.

Uji Normalitas
Data dikatakan normal jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (P > 0,05).
Sebaliknya, jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 (P < 0,05), data dianggap tidak normal.
Tabel 4. Uji Normalitas

Berdasarkan hasil uji normalitas, dapat disimpulkan bahwa variabel gaya
kepemimpinan transformasional (X1), peran teknologi (X2), dan kinerja karyawan (Y)
dinyatakan berdistribusi normal. Karena nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,713 yaitu > dari
0,05.

Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat korelasi
antara variabel independen dalam model regresi. sedangkan nilai VIF (Variance Inflation
Factor) dihitung sebagai 1/Tolerance. Umumnya, nilai cut-off yang menunjukkan adanya
multikolinearitas adalah Tolerance < 0,10 atau VIF > 10.
Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas
Dari data tabel di atas, skor Variance Inflation Factor (VIF) bagi variabel
kepemimpinan transformasional (X1) adalah sejumlah 2,543 serta nilai tolerance pada
variabel kepemimpinan transformasional 0,393. Sedangkan skor Variance Inflation
Factor (VIF) variabel peran teknologi (X2) sejumlah 2,543 serta skor tolerance pada
variabel komunikasi 0,393. Karena masing – masing variabel memiliki skor tolerance
pada variabel komunikasi > 0,1 serta skor VIF < 10, maka diperoleh Kesimpulan dalam
penelitian ini terbebas dari multikolinretias.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat
ketidaksamaan varian residual antara satu pengamatan dengan pengamatan lainnya dalam
model regresi. Model regresi dianggap baik jika hasil uji menunjukkan nilai signifikansi
lebih besar dari α = 0,05 (5%), yang berarti model tersebut lolos dari uji
heteroskedastisitas.
Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan gambar di atas, dipaparkan apabila distribusi residual menyebar
secara tidak teratur serta tidak membentuk pola yang dipaparkan dalam titik – titik atau
plot yang menyebar. Kesimpulannya adalah bahwa data penelitian tersebut tidak ada
gejala heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai. Hal
tersebut dikarenakan sebaran titik dalam grafik tersebut ada di titik 0 pada sumbu Y.
Uji Hipotesis
Uji T
Tabel 6. Hasil Uji T
Berdasarkan hasil uji T, dapat diketahui gaya kepemimpinan transformasional
(X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Adapun metode dalam penentuan t tabel
menggunakan ketentuan Tingkat signifikan sebesar 5% dengan df = n – k, df = 32,
sehingga didapat nilai t tabel sebesar 2,037. Dari tabel di atas di ketahui bahwa t hitung
= 5,009 dan t tabel = 2,037 Dalam hal ini t hitung 5,009 > t tabel = 2,037, dan memiliki
angkat positif dan signifikan sebesar 0,001 < 0,05 Maka Ho di tolak dan Ha diterima,
Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel gaya kepemimpinan secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhahadap kinerja karyawan.
Uji F (Secara Simultan)
Uji f digunakan untuk menguji ada atau tidaknya pengaruh secara simultan variabel
gaya kepemimpinan transformasional (X1) dan variabel peran teknologi (X2) dan
variabel kinerja karyawan.
Tabel 7. Hasil Uji F
Berdasarkan tabel di atas, hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai F hitung
sebesar 25,094 lebih tinggi dari F tabel sebesar 3,28 dan nilai signifikansi F sebesar 0,001
lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (5%). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa
variabel Peran teknologi (X₂) dan Kepemimpinan Transformasional (X₁) secara
bersamaan berpengaruh signifikan dan positif terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
Uji Koefisien Determinasi Parsial
Untuk menentukan faktor mana dari variabel independen yang mempunyai
pengaruh paling besar terhadap variabel dependen dapat digunakan koefisien determinasi
parsial.
Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial
a. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan
�
�??
2 = 0,230 ? 0,657= 0,1511 = 15%
b. Pengaruh Peran Teknologi terhadap Kinerja
�
�?12 = 0,549 ? 0,728 = 0,399967 = 40%
Berdasarkan temuan dari uji koefisien determinasi parsial, dapat diketahui bahwa
variabel kepemimpinan transformasional (X1) memberikan kontribusi sebesar 15%
terhadap kinerja karyawan (Y). Sementara itu, variabel peran teknologi (X2)
menyumbang pengaruh sebesar 40% terhadap variabel yang sama. Secara keseluruhan,
kedua variabel independen tersebut secara simultan menjelaskan sebesar 55% variabilitas
dari kinerja karyawan, sebagaimana ditunjukkan dalam hasil analisis pada tabel di atas.
Uji Koefisien Determinasi Simultan
Tabel 9. Uji Koefisien Determinasi Simultan
Nilai koefisien determinasi (R2) yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis adalah
sebesar 0,550. al ini menunjukkan bahwa variabel dependen yaitu kinerja karyawan (Y)
dipengaruhi secara bersama-sama oleh variabel independen kepemimpinan
transformasional (X1) dan peran teknologi (X2) sebesar 55%. Sementara itu, faktor
faktor yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini mempengaruhi sisanya, yaitu
sebesar 45%. Antara faktor-faktor independen dan variabel dependen memiliki hubungan
yang kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh angka R2 yang cukup besar ini; semakin besar
nilai R2 maka hubungan tersebut semakin kuat.
Pembahasan
Penelitian ini mengkaji dua variabel independen, yakni Gaya Kepemimpinan
Transformasional (X1) dan Peran teknologi (X2), untuk dianalisis pengaruhnya terhadap
variabel dependen, yaitu kinerja karyawan di PT. Bangun Satya Wacana. Seluruh
karyawan perusahaan dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional (X1) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Berdasarkan hasil uji t yang telah dibahas sebelumnya, dapat dikatakan bahwa
Kinerja Karyawan (Y) PT. Bangun Satya Wacana dipengaruhi secara positif dan
signifikan oleh variabel Gaya Kepemimpinan Transformasional (X1). sehingga didapat
nilai t tabel sebesar 2,037. Dari tabel di atas di ketahui bahwa t hitung = 5,009 dan t tabel
= 2,037 Dalam hal ini t hitung 5,009 > ttabel = 2,037, dan memiliki angkat positif dan
signifikan sebesar 0,001 < 0,05 Maka Ho di tolak dan Ha diterima, Hal ini menunjukan
secara parsial gaya kepemimpinan transformasional (X1) berpengaruh terhadap kinerja
karyawan semakin meningkat.
Pengaruh Peran Teknologi (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Berdasarkan hasil uji t yang telah dijelaskan sebelumnya, diketahui bahwa variabel
peran teknologi (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) di PT
Bangun Satya Wacana. Temuan ini menunjukkan bahwa keberadaan atau penggunaan
teknologi dalam lingkungan kerja belum memberikan dampak yang nyata terhadap
peningkatan kinerja karyawan.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional (X1) dan Peran Teknologi (X2)
Terhadap Kinerja Karyawan (Y)
Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 25,094 lebih
tinggi dari F tabel sebesar 3,28 dan nilai signifikansi F sebesar 0,001 lebih kecil dari taraf
signifikansi 0,05 (5%). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa variabel Peran
teknologi (X₂) dan Kepemimpinan Transformasional (X₁) secara bersamaan berpengaruh
signifikan dan positif terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y).
Implikasi Penelitian
Berdasarkan
hasil
penelitian,
diketahui
bahwa gaya kepemimpinan
transformasional dan peran teknologi secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT.Bangun Satya Wacana. Penelitian yang
menunjukkan hubungan positif antara gaya kepemimpinan transformasional peran
teknologi terhadap kinerja karyawan dapat mendorong Perusahaan untuk mengevaluasi
dan meningkatkan proses kinerja karyawan.
Dalam penelitian di atas menjelaskan bahwa semakin efektif seorang pemimpin
dalam memimpin perusahaan, maka kinerja karyawan akan mengalami peningkatan.
Selain itu, peran teknologi yang baik juga berperan penting dalam memberikan hasil yang
memuaskan pada semua pekerjaan yang dilakukan serta memperlancar komunikasi antar
karyawan sehingga dapat membangun hubungan yang baik antar sesama. yang
selanjutnya berdampak positif pada produktivitas kerja.
Kesimpulan
Berdasarakan hasil temuan penelitian dan pembahasan terkait kepemimpinan
transformasional, peran teknologi terhadap kinerja karyawan di PT. Bangun Satya
Wacana; Kepemimpinan transformasional terbukti memiliki pengaruh positif dan
signifikansi terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis uji t, kepemimpinan
yang ditandai dengan kemampuan untuk menginspirasi, memotivasi, serta
memberdayakan individu dalam organisasi, secara nyata berkontribusi terhadap
peningkatan performa kerja. Peran Teknologi tidak berpengaruh signifikansi terhadap
kinerja karyawan. Hasil uji t, peran teknologi yang tersedia di lingkungan kerja tidak
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Secara
simultan, kepemimpinan transformasional dan peran teknologi memberikan dampak
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarakan hasil analisis, variabel X1
dan X2 secara bersama-sama mempengaruhi kinerja karyawa di PT. Bangun Satya
Wacana dengan kontribusi sebesar 55%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi
antara kepemimpinan yang efektif dan pemanfaatan teknologi secara optimal memiliki
peran penting dalam mendorong peningkatakn performa kerja karyawan secara
keseluruhan.

Kata Kunci
Akses Repositori Open Access

https://repository.bsi.ac.id/repo/73558/PENGARUH-GAYA-KEPEMIMPINAN-TRANSFORMASIONAL-DAN-PERAN-TEKNOLOGI-TERHADAP--KINERJA-KARYAWAN-PADA-PT.-BANGUN-SATYA-WACANA
Anda dapat membaca file tugas akhir ini di repository.

Detail Informasi

Tugas Akhir ini ditulis oleh :

  • 64207374 - ELSYA EVANAZIRA
  • Prodi : Manajemen
  • Kampus : Cengkareng
  • Tahun : 2025
  • Pembimbing : Sabaruddin Siagian, SE, MM
  • Kode : 0320.S1.64.SKRIPSI.I.2025
  • Status Akses : Open Access
  • Diinput oleh : AXD
  • Terakhir update : 21 Oktober 2025
  • Dilihat : 179 kali