PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP INDIKASI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2021-2024

  • MUHAMMAD AWWALLU RIZQI
  • 2025

Abstrak

Muhammad Awwallu Rizqi (63210384), Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Indikasi Kecurangan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Sektor Manufaktur Yang Terdaftar DI BEI Periode 2021-2024

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan tetap stabil serta tidak terpengaruh keadaan ekonomi. Ini disebabkan oleh fakta bahwa perusahaan manufaktur merasakan dan terhubung dengan semua lapisan masyarakat, termasuk kalangan bawah, menengah, dan atas. Selain itu, bisnis ini berkontribusi pada pertumbuhan pasar modal Indonesia melalui peningkatan tingkat laba yang cukup besar. Melihat kondisi perusahaan manufaktur yang begitu positif akan menarik investor dan kreditor untuk memilih sektor ini untuk investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan verifikatif. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor manufaktur yang dipublikasikan secara resmi melalui situs Bursa Efek Indonesia. Indikasi kecurangan diukur menggunakan Beneish M- Score, sementara kepemilikan institusional diukur berdasarkan persentase saham yang dimiliki oleh institusi. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, dan uji hipotesis (uji chow dan uji hausman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Artinya, semakin tinggi kepemilikan institusional, maka semakin rendah potensi perusahaan melakukan manipulasi laporan keuangan. Temuan ini mendukung Agency Theory yang menyatakan bahwa kehadiran pemilik institusional dapat meminimalkan konflik keagenan melalui pengawasan yang lebih efektif. Selain itu, hasil penelitian juga sejalan dengan Signaling Theory, di mana kepemilikan institusional yang tinggi dapat menjadi sinyal positif bagi investor dan pasar bahwa perusahaan memiliki tata kelola yang baik serta laporan keuangan yang kredibel.

Kata Kunci : Kepemilikan Institusional, Indikasi Kecurangan Laporan Keuangan, Beneish M-Score.

Muhammad Awwallu Rizqi (63210384), Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Indikasi Kecurangan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Sektor Manufaktur Yang Terdaftar DI BEI Periode 2021-2024

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan tetap stabil serta tidak terpengaruh keadaan ekonomi. Ini disebabkan oleh fakta bahwa perusahaan manufaktur merasakan dan terhubung dengan semua lapisan masyarakat, termasuk kalangan bawah, menengah, dan atas. Selain itu, bisnis ini berkontribusi pada pertumbuhan pasar modal Indonesia melalui peningkatan tingkat laba yang cukup besar. Melihat kondisi perusahaan manufaktur yang begitu positif akan menarik investor dan kreditor untuk memilih sektor ini untuk investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan verifikatif. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor manufaktur yang dipublikasikan secara resmi melalui situs Bursa Efek Indonesia. Indikasi kecurangan diukur menggunakan Beneish M- Score, sementara kepemilikan institusional diukur berdasarkan persentase saham yang dimiliki oleh institusi. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, dan uji hipotesis (uji chow dan uji hausman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Artinya, semakin tinggi kepemilikan institusional, maka semakin rendah potensi perusahaan melakukan manipulasi laporan keuangan. Temuan ini mendukung Agency Theory yang menyatakan bahwa kehadiran pemilik institusional dapat meminimalkan konflik keagenan melalui pengawasan yang lebih efektif. Selain itu, hasil penelitian juga sejalan dengan Signaling Theory, di mana kepemilikan institusional yang tinggi dapat menjadi sinyal positif bagi investor dan pasar bahwa perusahaan memiliki tata kelola yang baik serta laporan keuangan yang kredibel.

Kata Kunci : Kepemilikan Institusional, Indikasi Kecurangan Laporan Keuangan, Beneish M-Score.

Kata Kunci
Akses Repositori Open Access

https://repository.bsi.ac.id/repo/72608/PENGARUH-KEPEMILIKAN-INSTITUSIONAL-TERHADAP-INDIKASI-KECURANGAN-LAPORAN-KEUANGAN-PADA-PERUSAHAAN-SEKTOR-MANUFAKTUR-YANG-TERDAFTAR-DI-BEI-PERIODE-2021-2024
Anda dapat membaca file tugas akhir ini di repository.

Detail Informasi

Tugas Akhir ini ditulis oleh :

  • 63210384 - MUHAMMAD AWWALLU RIZQI
  • Prodi : Akuntansi
  • Kampus : Margonda
  • Tahun : 2025
  • Pembimbing : Rizky Amalia, SE, M.Acc
  • Kode : 0085.S1.63.SKRIPSI.I.2025
  • Status Akses : Open Access
  • Diinput oleh : AXD
  • Terakhir update : 24 Oktober 2025
  • Dilihat : 97 kali