REPRESENTASI ANAK BUNGSU DALAM FILM BILA ESOK IBU TIADA

  • DELLA ARJAILAH GULTOM
  • 2025

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi anak bungsu dalam film Bila Esok Ibu Tiada menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film yang dirilis pada tahun 2024 ini menggambarkan dinamika keluarga, terutama relasi antara anak
bungsu dengan anggota keluarga lainnya. Tokoh Hening sebagai anak bungsu menjadi fokus penelitian, mengingat karakter ini merepresentasikan berbagai stereotipe anak bungsu yang berkembang dalam masyarakat Indonesia, seperti manja, penurut, dan kurang berperan dalam konflik keluarga. Namun, seiring perkembangan cerita, Hening justru tampil sebagai sosok yang bijak dan mandiri, yang membalikkan stereotipe umum tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengurai makna denotatif,konotatif, dan mitos dari tanda-tanda visual dan naratif yang membentuk karakter Hening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menampilkan stereotipe anak bungsu secara umum, tetapi juga menghadirkan dekonstruksi stereotipe melalui transformasi karakter Hening, yang akhirnya menjadi figur penting dalam menjaga keutuhan emosional keluarga. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian representasi dalam film dan memperkaya perspektif tentang dinamika keluarga dalam budaya Indonesia.

Kata Kunci
Akses Repositori Open Access

https://repository.bsi.ac.id/repo/71380/REPRESENTASI-ANAK-BUNGSU-DALAM-FILM-BILA-ESOK-IBU-TIADA
Anda dapat membaca file tugas akhir ini di repository.

Detail Informasi

Tugas Akhir ini ditulis oleh :

  • 44211203 - DELLA ARJAILAH GULTOM
  • Prodi : Ilmu Komunikasi
  • Kampus : Margonda
  • Tahun : 2025
  • Pembimbing : Elpa Hermawan, S.I.Kom, MM
  • Kode : 1057.S1.44.SKRIPSI.I.2025
  • Status Akses : Open Access
  • Diinput oleh : AXD
  • Terakhir update : 21 Oktober 2025
  • Dilihat : 37 kali