PESAN MORAL DALAM FILM DI BAWAH UMUR (ANALISIS SEMIOTIKA PADA FILM DI BAWAH UMUR)
- LATANIYA RIZKI SALSABILA
- 2023
Komunikasi adalah menyampaikan pesan atau informasi dari suatu media ke media lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dikenal sebagai komunikasi. Media
massa dan saluran resmi berfungsi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada khalayak yang luas. Dalam konteks media elektronik, media adalah alat elektronik modern yang
memungkinkan orang banyak menyampaikan pesan satu sama lain. Jumlah orang yang terlibat dalam komunikasi massa meningkat setiap hari. Ini adalah hasil dari perkembangan
teknologi yang terus meningkat setiap hari. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini. menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berusaha
memahami fenomena dari pengalaman orang yang diperiksa secara menyeluruh, seperti perilaku, pengamatan, motivasi, tindakan, dll. dengan bantuan deskripsi verbal dan bahasa,
dalam konteks alam tertentu, dan dengan berbagai metode ilmiah. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa film di bawah umur—khususnya remaja—menangkap fenomena
pergaulan bebas di kalangan remaja. Ini cukup jelas dari beberapa scene di atas, seperti di scene 1 ketika Aryo, Dani, dan Rafi bolos di jam pelajaran sekolah dan mereka menyesali
perbuatan mereka. Di scene 2 itu tentang kesalah pahaman antara Aryo dan Kevin yang membuat mereka berkelahi. Di scene 3 itu tentang kesalah pahaman juga antara Marsya dan
Lana padahal masalah mereka berdua itu bisa dibicarakan baik-baik. Di scene 4 itu tentang kesalah pahaman antara Aryo dan Marsya, seharusnya masalah mereka juga bisa dibicarakan
baik-baik juga. Di scene 5 itu tentang masalah Aryo yang sudah menghamili Naya padahal sebenarnya Bayu lah yang sudah menghamili Naya. Di scene 6 itu tentang masalah Bayu
yang ternyata dialah yang sudah menghamili Naya, yang awalnya Bayu tidak mau jujur dan akhirnya dia jujur juga bahwa sebenarnya dialah yang sudah menghamili Naya dan disitu
Bayu menyesal dengan perbuatannya dan meminta maaf kepada Aryo dan temantemannya.Setelah melakukan penelitian pada film di Bawah Umur dengan menggunakan
analisis semiotika Roland Barthes yang terbagi menjadi 3 konsep : denotasi, konotasi, dan mitos. Peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat makna pesan moral di dalam film di
Bawah Umur. Yang terdapat pada tokoh Aryo yaitu : keras kepala, dan egois. Sedangkan karakter pada tokoh Lana yaitu : lembut, baik, dan pemaaf. Dan makna pesan moralnya
adalah lebih pintar lagi dalam memilih teman biar kita tidak berdampak buruk dalam pergaulan remaja.Arista, N. N., & Sudarmillah, E. (2022). Pesan Moral dalam Film “Unbaedah” Karya
Iqbaal Arieffurahman (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 205–225. https://doi.org/10.23917/jkk.v1i3.24
Dilematik, T., Jayanti, R., & Hasanudin, C. (2022). Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Representasi Kepribadian Tokoh Tariq pada Film Penyalin Cahaya. Jurnal Jubah Raja,
1(November 2022), 24–32.Fahida, S. N. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film “ Nanti Kita Cerita Hari Ini ” ( NKCTHI ) Karya Angga Dwimas Sasongko. Cinematology: Journal Anthology of
Film and Television Studies, 1(2), 33–42.Ferry Trio Sandi. (2015). Bab 1 pendahuluan. Pelayanan Kesehatan, 2015, 3–13.
Guna, D., Sebagian, M., & Ivada, S. M. (2022). Jurnal representasi penyelesaian konflik keluarga dalam film gara gara warisan.Harnia, N. T. (2021). Analisis Semiotika Makna Cinta Pada Lirik Lagu “Tak Sekedar Cinta” Karya Dnanda. Jurnal Metamorfosa, 9(2), 224–238. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v9i2.1405
Hidayati, W. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Dua Garis Biru Karya Sutradara Gina S. Noer. Jurnal Pendidikan Tematik, 2(1), 53–59.
https://siducat.org/index.php/jpt/article/download/208/172Nanda, R. P. P. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Lirik Lagu “ Aisyah Istri Rasulullah. Communications, Vol. 5(1), 280–300.
Nathaniel, A., & Sannie, A. W. (2020). Analisis Semiotika Makna Kesendirian Pada Lirik Lagu “Ruang Sendiri” Karya Tulus. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra Dan Linguistik,
19(2), 41. https://doi.org/10.19184/semiotika.v19i2.10447Pfisterer, U. (2019). Semiotik. In Metzler Lexikon Kunstwissenschaft. 39 https://doi.org/10.1007/978-3-476-04949-0_117
Sinulingga, K. N. V. M., & Wibawa, S. (2022). Genre Analysis the Film Gundala. Capture : Jurnal Seni Media Rekam, 14(1), 30–40. https://doi.org/10.33153/capture.v14i1.3832
Siregar, Nasaruddin; Endah, Sari; Saputri, G. . (2021). Pesan Moral Dalam Film (Analisis Isi Kualitatif Pesan Moral Film Surau Dan Silek). IKON Jurnal Ilmu Komunikasi, XXVI(3),
1978–6972. http://ejournal.usd.ac.id/index.php/LLT%0Ahttp://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/viewFile/11345/10753%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.04.758%0Awww.iosrjo
urnals.orgWibisono, P., & Sari, Y. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Bintang Ketjil Karya Wim Umboh Dan Misbach Yusa Bira. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi,
1(1), 30–43.Wicaksono, A. R., & Diyah Fitriyani, A. H. (2022). Analisis Semiotik Roland Barthes Pada Iklan Televisi Pertamina Edisi Ramadan 1442 H. Acintya : Jurnal Penelitian Seni
Budaya, 13(2), 155–164. https://doi.org/10.33153/acy.v13i2.3939
Detail Informasi
Tugas Akhir ini ditulis oleh :
- 44190046 - LATANIYA RIZKI SALSABILA
- Prodi : Ilmu Komunikasi
- Kampus : Margonda
- Tahun : 2023
- Pembimbing : Fauzi Syarief, S. Ikom MM
- Kode : 0156.S1.KM.SKRIPSI.I.2023
- Status Akses : Open Access
- Diinput oleh : RTN
- Terakhir update : 13 Februari 2024
- Dilihat : 293 kali