STRATEGI FRAMING PRODUSER DALAM MEMBANGUN NARASI SOSIAL DI FILM DOKUMENTER “IMPIAN DI BAWAH PILAR BETON”
- ZEDDY SHAVIRA
- 2025
Film dokumenter berfungsi untuk menyampaikan kebenaran dan realitas, disajikan dengan sudut pandang serta terpusat pada isu-isu seperti sejarah, ilmu pengetahuan, masalah sosial, atau lingkungan. Salah satu contoh masalah sosial tersebut yaitu tantangaan pendidikan di wilayah pesisir Cilincing, Jakarta Utara. Hadirnya Rumah Belajar Merah Putih sebagai inisiatif dalam memberikan akses pendidikan nonformal. Produser memainkan peran untuk membangun narasi sosial menggunakan teori komunikasi massa framing, untuk menonjolkan isu pendidikan pada penelitian ini. Berdasarkan teori framing Entman, produser membangun narasi yang kuat melalui empat dimensi: (1) mendefinisikan masalah utama yang ingin disampaikan, yaitu keterbatasan akses pendidikan di wilayah pesisir Cilincing, (2) mendiagnosis penyebabnya, Produser menyoroti penyebab yakni kemiskinan, kurangnya infrastruktur pendidikan di wilayah pesisir, serta minimnya kesadaran masyarakat dalam hal pendidikan., (3) menilai ketidakadilan secara moral untuk membangkitkan empati penonton, dan (4) menawarkan Rumah Belajar Merah Putih sebagai solusi nyata melalui pendidikan nonformal. Dengan strategi ini, film tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga persuasif, mengajak penonton untuk peduli dan
mendukung upaya pemberdayaan pendidikan di komunitas marginal.https://repository.bsi.ac.id/repo/68947/STRATEGI-FRAMING-PRODUSER-DALAM-MEMBANGUN-NARASI-SOSIAL-DI-FILM-DOKUMENTER-“IMPIAN-DI-BAWAH-PILAR-BETON”
Anda dapat membaca file tugas akhir ini di repository.
Detail Informasi
Tugas Akhir ini ditulis oleh :
- 44210844 - ZEDDY SHAVIRA
- Prodi : Ilmu Komunikasi
- Kampus : Pemuda
- Tahun : 2025
- Pembimbing : Fajar Kurniawan, S.Sos, M.SI
- Kode : 0894.S1.44.SKRIPSI.I.2025
- Status Akses : Open Access
- Diinput oleh : AXD
- Terakhir update : 15 Oktober 2025
- Dilihat : 39 kali