KONSTRUKSI NORMA SOSIAL DI LINGKUNGAN PESANTREN DALAM FILM PENDEK “WAHYU” (ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE)
- IRFAN MAULANA FATHULLUDDIN
- 2026
Pondok pesantren dipandang sebagai institusi pendidikan Islam yang berperan penting dalam pembentukan moral dan norma sosial. Namun, realitas sosial menunjukkan adanya kontradiksi antara idealitas pesantren sebagai benteng moral dengan praktik penyimpangan yang terjadi di dalamnya. Film pendek Wahyu (2024) merepresentasikan konflik tersebut melalui narasi kekerasan seksual dan benturan nilai religius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konstruksi norma sosial di lingkungan pesantren direpresentasikan melalui sistem tanda dalam film Wahyu (2024). Metode penelitian yang digunakan untuk mengalisis film Wahyu (2024) adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, melalui analisis penanda dan petanda pada adegan, dialog, serta elemen visual dan sinematik film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma sosial pesantren dikonstruksikan sebagai sistem nilai yang bersifat hegemonik, selektif, dan rentan mengalami distorsi ketika berhadapan dengan relasi kuasa dan persepsi kolektif. Film Wahyu menampilkan ketegangan antara norma ideal dan realitas sosial, sekaligus mengungkap proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi norma dalam ruang pesantren.
https://repository.bsi.ac.id/repo/82047/KONSTRUKSI-NORMA-SOSIAL-DI-LINGKUNGAN--PESANTREN-DALAM-FILM-PENDEK-“WAHYU”--(ANALISIS-SEMIOTIKA-FERDINAND--DE-SAUSSURE)
Anda dapat membaca file tugas akhir ini di repository.
Detail Informasi
Tugas Akhir ini ditulis oleh :
- 44234059 - IRFAN MAULANA FATHULLUDDIN
- Prodi : Ilmu Komunikasi
- Kampus : Kramat 98
- Tahun : 2026
- Pembimbing : Ferrari Lancia, M.IKOM
- Kode : 0001.S1.44.SKRIPSI.II.2026
- Status Akses : Open Access
- Diinput oleh : AXD
- Terakhir update : 13 Maret 2026
- Dilihat : 8 kali