PERAN EDITOR DALAM MEMBENTUK NARATIF PADA PROGRAM DOKUMENTER "JAKARTA DALAM MOTIF BATIK”

  • RIZA SYAFRIANSAH
  • 2025

Abstrak

Abstrak

 

Dokumenter “Jakarta Dalam Motif Batik” mengangkat batik Jakarta sebagai subjek utama, dengan fokus pada identitas, sejarah, dan perkembangan batik khas Ibu Kota yang kerap luput dari perhatian dibandingkan batik dari daerah seperti Solo dan Yogyakarta. Jakarta, sebagai kota metropolitan dan titik temu beragam budaya, melahirkan ragam motif batik yang khas seperti Batik Betawi yang merefleksikan akulturasi budaya Tionghoa, Arab, Belanda, dan Melayu. Dokumenter ini menelusuri perjalanan batik Jakarta dari masa kolonial hingga era modern, serta merekam peran komunitas dan perajin lokal dalam upaya pelestarian di tengah tantangan komersialisasi dan perubahan sosial budaya. Tujuan saya merancang dokumenter ini bukan semata-mata untuk menonjolkan keindahan visual motif batik Jakarta, melainkan untuk menyusun sebuah narasi visual yang bersifat puitik dan observasional. Pendekatan ini dipilih agar dokumenter mampu merekam dan merefleksikan dinamika kehidupan masyarakat urban Jakarta dengan cara yang kontemplatif dan penuh empati. Teori dan mode dokumenter yang digunakan adalah Expository Mode dan Observational Mode. Pendekatan ekspositori dalam dokumenter dicirikan oleh penggunaan narasi verbal yang bersifat informatif dan argumentatif. Mode observasional dalam dokumenter mengedepankan pendekatan pengamatan langsung terhadap aktivitas keseharian subjek tanpa adanya intervensi atau arahan dari pembuat film. (Kata Kunci : Visual, dokumenter, naratif, batik Jakarta) The documentary "Jakarta in Batik Motifs" highlights Jakarta batik as its main subject, focusing on the identity, history, and development of the capital's distinctive batik, which is often overlooked compared to batik from regions such as Solo and Yogyakarta. Jakarta, as a metropolitan city and a meeting point for diverse cultures, has given birth to a variety of distinctive batik motifs, such as Betawi batik, which reflects the acculturation of Chinese, Arab, Dutch, and Malay cultures. This documentary traces the journey of Jakarta batik from the colonial period to the modern era, and documents the role of local communities and artisans in preserving it amidst the challenges of commercialization and socio-cultural change. My goal in designing this documentary was not merely to highlight the visual beauty of Jakarta batik motifs, but rather to construct a visual narrative that is both poetic and observational. This approach was chosen so that the documentary could capture and reflect the dynamics of Jakarta's urban life in a contemplative and empathetic manner. The documentary theory and mode used are Expository Mode and Observational Mode. The expository approach in documentaries is characterized by the use of verbal narratives that are informative and argumentative. The observational mode in documentaries emphasizes a direct observation approach to the subject's daily activities without any intervention or direction from the filmmaker. (Keyword : Visual, documenter, naratif, batik Jakarta.)

Kata Kunci
Akses Repositori Open Access

https://repository.bsi.ac.id/repo/71642/PERAN-EDITOR-DALAM-MEMBENTUK-NARATIF--PADA-PROGRAM-DOKUMENTER-"JAKARTA-DALAM-MOTIF-BATIK”
Anda dapat membaca file tugas akhir ini di repository.

Detail Informasi

Tugas Akhir ini ditulis oleh :

  • 44241910 - RIZA SYAFRIANSAH
  • Prodi : Ilmu Komunikasi
  • Kampus : Kramat 98
  • Tahun : 2025
  • Pembimbing : Syarif Fitri, S.Sn,MM,M.I.Kom
  • Kode : 0183.S1.44.SKRIPSI.I.2025
  • Status Akses : Open Access
  • Diinput oleh : AXD
  • Terakhir update : 20 Oktober 2025
  • Dilihat : 56 kali