IMPLEMENTASI K-MEANS CLUSTERING DALAM ANALISIS PERSEBARAN UMKM DI KALIMANTAN BARAT
- DIO ADIKA
- MUHAMMAD SALEH
- 2025
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah lama menjadi tulang punggung
perekonomian Indonesia, UMKM terbukti mampu menyerap lebih dari 97% tenaga
kerja nasional, dan menyumbang lebih dari 61% Produk Domestik Bruto (PDB)
Indonesia. Namun, di balik angka-angka yang impresif ini, tersimpan tantangan besar
terutama di daerah-daerah seperti Kalimantan Barat. Terdapat 197.022 UMKM yang
tersebar di berbagai kabupaten/kota. Namun mengalami ketimpangan persebaran yang
signifikan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi klaster UMKM di
Kalimantan Barat berdasarkan jumlah UMKM di setiap Kabupaten/Kota. Metode
yang digunakan adalah algoritma K-Means Clustering yang diimplementasikan
menggunakan perangkat lunak RapidMiner. Algoritma K-Means adalah salah satu
algoritma Machine Learning yang sederhana dan populer digunakan untuk
memecahkan masalah pengelompokan data. Berdasarkan hasil implementasi metode
K-Means Clustering terhadap data UMKM di 14 kabupaten/kota di Provinsi
Kalimantan Barat pada tahun 2020 hingga 2023. Didapat 2 Cluster yang terbentuk,
dimana yang masuk dalam cluster 0 atau tingkat penyebaran UMKM rendah
berjumlah 12 Kabupaten/Kota, yang termasuk dalam cluster 1 atau tingkat penyebaran
UMKM tinggi berjumlah 2 Kabupaten/Kota.
Tautan dinonaktifkan.
Detail Informasi
Tugas Akhir ini ditulis oleh :
- 19248044 - DIO ADIKA
- 19248050 - MUHAMMAD SALEH
- Prodi : Sistem Informasi
- Kampus : Kramat 98
- Tahun : 2025
- Pembimbing : Adi Supriatna, M.Kom
- Kode : 0643.S1.19.SKRIPSI.I.2025
- Status Akses : Tidak Aktif
- Diinput oleh : AXD
- Terakhir update : 29 Oktober 2025
- Dilihat : 50 kali