CLUSTERING DAERAH RAWAN BENCANA ALAM BERUPA GERAKAN TANAH MENGGUNAKAN K-MEANS DI PULAU JAWA

  • MAHARANI PUTRI DWITIONO
  • 2024

Abstrak

Pulau Jawa memiliki tingkat risiko bencana alam yang sangat tinggi di Indoensia. Pada tahun 2020 - 2022, Pulau Jawa tercatat mengalami bencana alam sebanyak 6.361 kejadian.  Berbagai jenis bencana alam mulai dari tanah longsor, gempa bumi, tsunami, dan cuaca ekstrem rentan terjadi di pulau terpadat di Indonesia ini. Dampak dari bencana alam tersebut adalah 487 orang meninggal dunia, 41 hilang, 1.189 luka-luka, dan 760.479 mengungsi. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan K-Means Clustering untuk mengkategorikan daerah yang rentan terhadap bencana alam berdasarkan tingkat kerentanannya. Dengan memanfaatkan teknik K-Means Clustering, daerah rawan bencana alam dikelompokkan bersama, memfasilitasi penerapan langkah-langkah yang bertujuan untuk mengurangi risiko kerugian materil dan in materil. Diharapkan daerah rawan bencana terus dipantau kondisi wilayahnya oleh pemerintah terkait untuk dilakukannya sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat tentang tindakan apa saja yang perlu dilakukan dan dihindari bila bencana alam terjadi. Dengan menggunakan tools RapidMiner diperoleh 3 cluster dengan nilai DBI yaitu 0,042. Cluster 0 merupakan wilayah dengan kejadian bencana alam rendah, cluster 1 daerah dengan kejadian bencana alam tinggi, dan cluster 2 merupakan daerah dengan kejadian bencana alam sedang.

Kata Kunci
Akses Repositori Private

https://repository.bsi.ac.id/repo/52545/CLUSTERING-DAERAH-RAWAN-BENCANA-ALAM-BERUPA-GERAKAN-TANAH-MENGGUNAKAN-K-MEANS-DI-PULAU-JAWA
File full-text dikunci.

Detail Informasi

Tugas Akhir ini ditulis oleh :

  • 19200257 - MAHARANI PUTRI DWITIONO
  • Prodi : Sistem Informasi
  • Kampus : Slipi
  • Tahun : 2024
  • Pembimbing : Bibit Sudarsono, M.Kom
  • Kode : 0120.S1.19.SKRIPSI.I.2024
  • Status Akses : Private
  • Diinput oleh : AXD
  • Terakhir update : 21 Oktober 2024
  • Dilihat : 83 kali