Perpustakaan Tertinggi Telah Dibangun di Indonesia, Berikut Deretan Perpustakaan Unik Lain di Dunia

Perpustakaan Tertinggi Telah Dibangun di Indonesia, Berikut Deretan Perpustakaan Unik Lain di Dunia

JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah merampungkan renovasi gedung dan infrastruktur serta fasilitas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Perpustakaan yang terletak di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat itu telah disulap, dari semula hanya memiliki tiga lantai menjadi 27 lantai kini.
Dalam peresmiannya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyebut gedung Perpusnas Medan Merdeka Selatan sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia.
"Dulu, ini hanya tiga lantai, enggak ada yang mau datang ke sini. Sekarang 27 lantai plus satu lantai basement. Jadi enggak kaget kalau gedung ini tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan," ujar Jokowi berpidato di lokasi peresmian, Kamis (14/9/2017).
Hal tersebut dibenarkan oleh data yang Okezone dapat dari situs resmi Guinness World Records. Dalam situsnya, Guinness baru mencantumkan perpustakaan yang terletak di lantai 60 J.W Marriott Hotel di Shanghai, China sebagai perpustakaan yang berada di titik tertinggi dari permukaan tanah.
Sedangkan untuk gedung perpustakaan tertinggi, belum ada satupun perpustakaan yang tercantum dalam daftar rekor Guinness. Nampaknya, pemerintah Indonesia tinggal mendaftarkan rekor Perpusnas ke yayasan Guinness untuk menasbihkan capaian ini.
Lalu, dimanakah letak perpustakaan terbesar, terkecil, tertua? Berikut daftarnya:
1. Perpustakaan Terbesar (Library of Congress, Washington, D.C, Amerika Serikat)
Library of Congress (LOC) masih menjadi perpustakaan terbesar di dunia. Menurut Guinness, LOC adalah perpustakaan terbesar dari segi luas rak buku dan total koleksi bukunya. Berdasar data yang didapat dari situs resmi LOC, perpustakaan ini memiliki koleksi 61 juta manuskrip dan koleksi buku langka terbesar di Amerika Utara, termasuk naskah deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat.
Selain itu, pada katalog perpustakaan ini mendaftar lebih dari 32 juta judul bahan pustaka yang ditulis dalam 470 bahasa. LOC juga menyimpan lebih dari satu juta judul terbitan pemerintah Amerika Serikat, satu juta terbitan surat kabar dari seluruh dunia yang terkumpul sejak 3 abad terakhir, 33 volume surat kabar yang dijilid, 500.000 gulung mikrofilm, 6.000 judul komik, 13,7 juta lembar foto dan gambar arsitektur hingga 2,7 juta judul rekaman suara dan musik.
2. Perpustakaan Terkecil (Little Free Library, Amerika Serikat)
Little Free Library (LFL) adalah sebuah konsep kreatif yang dicetuskan oleh dua orang pria, Todd Bol dan Rick Brooks. Konsep LFL adalah untuk mempromosikan literatur dan membudayakan minat baca dengan mengajak masyarakat untuk membangun perpustakaan mini di rumah-rumah mereka. Pada 2009, ide ini bertumbuh jadi gerakan sosial, dimana banyak masyarakat yang mulai membangun kotak-kotak kecil yang berisikan buku-buku. Kotak-kotak tersebut dibangun di sudut-sudut jalan dan sejumlah fasilitas massal.
Mengusung slogan "Take a book, return a book", gerakan LFL berkembang pesat. Dari 100 kotak baca pada tahun 2011 menjadi 6.000 kotak baca pada tahun 2013. Gerakan sosial LFL kini tak hanya mewabahi Amerika Serikat, namun juga telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.
Meski belum jadi gerakan massal yang masif, Semarang berhasil menjadi kota pertama yang mengadaptasi konsep LFL ke tengah kehidupan membaca masyarakatnya. Digerakkan oleh sejumlah orang dari komunitas pecinta buku, LFL di Semarang menjadi angin segar di tengah rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.
3. Perpustakaan Tertua (La Bibliotheque Nationale de France, Paris, Prancis)
La Bibliotheque Nationale de France atau Perpustakaan Nasional Prancis adalah perpustakaan tertua di dunia yang masih beroperasi hingga kini. Berdiri pada tahun 1368, perpustakaan ini hampir berusia 650 tahun.
Perpustakaan ini dibangun dengan tujuan untuk tempat penyimpanan semua penerbitan di Prancis, khususnya salinan karya-karya yang diterbitkan di Prancis, yang menurut hukum wajib disimpan, diawetkan dan disediakan bagi umum.
Pada tanggal 14 Juli 1988, Presiden Prancis, Francois Mitterrand membangun perpustakaan ini dan menjadikan perpustakaan ini sebagai salah satu perpustakaan terbesar dan termodern di dunia. Perpustakaan ini mencakup semua bidang pengetahuan dan didesain untuk menjangkau seluas-luasnya orang. Kemudian, perpustakaan ini resmi dibuka kembali pada tanggal 15 Desember 1996.
(ydp)
(amr)

Sumber :
https://news.okezone.com/read/2017/09/14/337/1776138/perpustakaan-tertinggi-telah-dibangun-di-indonesia-berikut-deretan-perpustakaan-unik-lain-di-dunia

 

Penulis
Ade Suryadi

TENTANG PERPUSTAKAAN


PERPUSTAKAAN UBSI


Perpustakaan Universitas Bina Sarana Informatika merupakan layanan yang diberikan kepada civitas akademik khususnya mahasiswa untuk memperoleh informasi seperti buku, majalah, jurnal, prosiding, dll.

INFORMASI


Alamat : Jl. Kramat Raya No.98, Senen, Jakarta Pusat

Telp : +6285777854809

Email : perpustakaan@bsi.ac.id

IG : @perpustakaan_ubsi

Jam Operasional
Senin - Jumat : 08.00 s/d 20.00 WIB
Isitirahat Siang : 12.00 s/d 13.00 WIB
Istirahat Sore : 18.00 s/d 19.00 WIB

LINK TERKAIT


LPPM UBSI

Repository UBSI

E-Journal UBSI

E-Learning UBSI

Kemahasiswaan UBSI

Perpustakaan Nasional

e-Resources

Copyright © 2024 Perpustakaan Universitas Bina Sarana Informatika