Sejarah Perpustakaan Di Indonesia
Minggu, 22 Agustus 2010 - 09:21:01 WIB
Diposting oleh : admin
Kategori: Berita - Dibaca: 3700 kali


Sejarah perpustakaan di Indonesia tergolong masih muda jika dibandingkan dengan negara Eropa dan Arab. Jika kita mengambil pendapat bahwa sejarah perpustakaan ditandai dengan dikenalnya tulisan, maka sejarah perpustakaan di Indonesia dapat dimulai pada tahun 400-an yaitu saat lingga batu dengan tulisan Pallawa ditemukan dari periode Kerajaan Kutai. Musafir Fa-Hsien dari tahun 414 Menyatakan bahwa di kerajaan Ye-po-ti, yang sebenarnya kerajaan Tarumanegara banyak dijumpai kaum Brahmana yang tentunya memerlukan buku atau manuskrip keagamaan yang mungkin disimpan di kediaman pendeta. Pada sekitar tahun 695 M, menurut musafir I-tsing dari Cina, di Ibukota Kerajaan Sriwijaya hidup lebih dari 1000 orang biksu dengan tugas keagamaan dan mempelajari agama Budha melalui berbagai buku yang tentu saja disimpan di berbagai biasa. Di pulau Jawa, sejarah perpustakaan tersebut dimulai pada masa Kerajaan Mataram. Hal ini karena di kerajaan ini mulai dikenal pujangga keraton yang menulis berbagai karya sastra. Karya-karya tersebut seperti Sang Hyang Kamahayanikan yang memuat uraian tentang agama Budha Mahayana. Menyusul kemudian Sembilan parwa sari cerita Mahabharata dan satu kanda dari epos Ramayana. Juga muncul dua kitab keagamaan yaitu Brahmandapurana dan Agastyaparwa. Kitab lain yang terkenal adalah Arjuna Wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Dari uraian tersebut nyata bahwa sudah ada naskah yang ditulis tangan dalam media daun lontar yang diperuntukkan bagi pembaca kalangan sangat khusus yaitu kerajaan. Jaman Kerajaan Kediri dikenal beberapa pujangga dengan karya sastranya. Mereka itu adalah Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang bersama-sama menggubah kitab Bharatayudha. Selain itu Mpu panuluh juga menggubah kitab Hariwangsa dan kitab Gatotkacasrayya. Selain itu ada Mpu Monaguna dengan kitab Sumanasantaka dan Mpu Triguna dengan kitam Kresnayana. Semua kitab itu ditulis diatas daun lontar dengan jumlah yang sangat terbatas dan tetap berada dalam lingkungan keraton. Periode berikutnya adalah Kerajaan Singosari. Pada periode ini tidak dihasilkan naskah terkenal. Kitab Pararaton yang terkenal itu diduga ditulis setelah keruntuhan kerajaan Singosari. Pada jaman Majapahit dihasilkan dihasilkan buku Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca. Sedangkan Mpu Tantular menulis buku Sutasoma. Pada jaman ini dihasilkan pula karya-karya lain seperti Kidung Harsawijaya, Kidung Ranggalawe, Sorandaka, dan Sundayana. Kegiatan penulisan dan penyimpanan naskah masih terus dilanjutkan oleh para raja dan sultan yang tersebar di Nusantara. Misalnya, jaman kerajaan Demak, Banten, Mataram, Surakarta Pakualaman, Mangkunegoro, Cirebon, Demak, Banten, Melayu, Jambi, Mempawah, Makassar, Maluku, dan Sumbawa. Dari Cerebon diketahui dihasilkan puluhan buku yang ditulis sekitar abad ke-16 dan ke-17. Buku-buku tersebut adalah Pustaka Rajya-rajya & Bumi Nusantara (25 jilid), Pustaka Praratwan (10 jilid), Pustaka Nagarakretabhumi (12 jilid), Purwwaka Samatabhuwana (17 jilid), Naskah hukum (2 jilid), Usadha (15 jilid), Naskah Masasastra (42 jilid), Usana (24 jilid), Kidung (18 jilid), Pustaka prasasti (35 jilid), Serat Nitrasamaya pantara ning raja-raja (18 jilid), Carita sang Waliya (20 jilid), dan lainlain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Cirebon merupakan salah satu pusat perbukuan pada masanya. Seperti pada masamasa sebelumnya buku-buku tersebut disimpan di istana. Kedatangan bangsa Barat pada abad ke-16 membawa budaya tersendiri. Perpustakaan mulai didirikan mula-mula untuk tujuan menunjang program penyebaran agama mereka. Berdasarkan sumber sekunder perpustakaan paling awal berdiri pada masa ini adalah pada masa VOC (Vereenigde OostJurnal Indische Compaqnie) yaitu perpustakaan gereja di Batavia (kini Jakarta) yang dibangun sejak 1624. Namun karena beberapa kesulitan perpustakaan ini baru diresmikan pada 27 April 1643 dengan penunjukan pustakawan bernama Ds. (Dominus) Abraham Fierenius. Pada masa inilah perpustakaan tidak lagi diperuntukkan bagi keluarga kerajaan saja, namun mulai dinikmati oleh masyarakat umum. Perpustakaan meminjamkan buku untuk perawat rumah sakit Batavia, bahkan peminjaman buku diperluas sampai ke Semarang dan Juana (Jawa Tengah). Jadi pada abad ke-17 Indonesia sudah mengenal perluasan jasa perpustakaan (kini layanan seperti ini disebut dengan pinjam antar perpustakaan atau interlibrary loan). Lebih dari seratus tahun kemudian berdiri perpustakaan khusus di Batavia. Pada tanggal 25 April 1778 berdiri Bataviaasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW) di Batavia. Bersamaan dengan berdirinya lembaga tersebut berdiri pula perpustakaan lembaga BGKW. Pendirian perpustakaan lembaga BGKW tersebut diprakarsai oleh Mr. J.C.M. Rademaker, ketua Raad van Indie (Dewan Hindia Belanda). Ia memprakarsai pengumpulan buku dan manuskrip untuk koleksi perpustakaannya. Perpustakaan ini kemudian mengeluarkan katalog buku yang pertama di Indonesia yaitu pada tahun 1846 dengan judul Bibliotecae Artiumcientiaerumquae Batavia Florest Catalogue Systematicus hasil suntingan P. Bleeker. Edisi kedua terbit dalam bahasa Belanda pada tahun 1848. Perpustakaan ini aktif dalam pertukaran bahan perpustakaan. Penerbitan yang digunakan sebagai bahan pertukaran adalah Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde, Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschapn van Kunsten en Wetenschappen, Jaarboek serta Werken buiten de Serie. Karena prestasinya yang luar biasa dalam meningkatkan ilmu dan kebudayaan, maka namanya ditambah menjadi Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Nama ini kemudian berubah menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia pada tahun 1950. Pada tahun 1962 Lembaga Kebudayaan Indonesia diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia dan namanyapun diubah menjadi Museum Pusat. Koleksi perpustakaannya menjadi bagian dari Museum Pusat dan dikenal dengan Perpustakaan Museum Pusat. Nama Museum Pusat ini kemudian berubah lagi menjadi Museum Nasional, sedangkan perpustakaannya dikenal dengan Perpustakaan Museum Nasional. Pada tahun 1980 Perpustakaan Museum Nasional dilebur ke Pusat Pembinaan Perpustakaan. Perubahan terjadi lagi pada tahun 1989 ketika Pusat Pembinaan Perpustakaan dilebur sebagai bagian dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Sesudah pembangunan BKGW, berdirilah perpustakaan khusus lainnya seiring dengan berdirinya berbagai lembaga penelitian maupun lembaga pemerintahan lainnya. Sebagai contoh pada tahun 1842 didirikan Bibliotheek?s Lands Plantentuin te Buitenzorg. Pada tahun 1911 namanya berubah menjadi Central Natuurwetenchap-pelijke Bibliotheek van het Departement van Lanbouw, Nijverheid en Handel. Nama ini kemudian berubah lagi menjadi Bibliotheca Bogoriensis. Tahun 1962 nama ini berubah lagi menjadi Pusat Perpustakaan Penelitian Teknik Pertanian, kemudian menjadi Pusat Perpustakaan Biologi dan Pertanian. Perpustakaan ini berubah nama kembali menjadi perpustakaan ini bernama Perpustakaan Pusat Pertanian dan Komunikasi Penelitian. Kini perpustakaan ini bernama Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Hasil-hasil Penelitian. Setelah periode tanam paksa, pemerintah Hindia Belanda menjalankan politik etis untuk membalas ?utang? kepada rakyat Indonesia. Salah satu kegiatan politik etis adalah pembangunan sekolah rakyat. Dalam bidang perpustakaan sekolah, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Volksbibliotheek atau terjemahan dari perpustakaan rakyat, namun pengertiannya berbeda dengan pengertian perpustakaan umum. Volksbibliotheek artinya perpustakaan yang didirikan oleh Volkslectuur (kelak berubah menjadi Balai Pustaka), sedangkan pengelolaannya diserahkan kepada Volkschool. Volkschool artinya sekolah rakyat yang menerima tamatan sekolah rendah tingkat dua. Perpustakaan ini melayani murid dan guru serta menyediakan bahan bacaan bagi rakyat setempat. Murid tidak dipungut bayaran, sedangkan masyarakat umum dipungut bayaran untuk setiap buku yang dipinjamnya. Kalau pada tahun 1911 pemerintah Hindia Belanda mendirikan Hindia Belanda mendirikan Indonesische Volksblibliotheken, maka pada tahun 1916 didirikan Nederlandsche Volksblibliotheken yang digabungkan dalam Holland-Inlandsche School (H.I.S). H.I.S. merupakan sejenis sekolah lanjutan dengan bahasa pengantar Bahasa Belanda. Tujuan Nederlandsche Volksblibliotheken adalah untuk memenuhi keperluan bacaan para guru dan murid. Di Batavia tercatat beberapa sekolah swasta, diantaranya sekolah milik Tiong Hoa, Hwe Koan, yang memiliki perpustakaan. Sekolah tersebut menerima bantuan buku dari Commercial Press (Shanghai) dan Chung Hua Book Co. (Shanghai). Sebenarnya sebelum pemerintah Hindia Belanda mendirikan perpustakaan sekolah, pihak swasta terlebih dahulu mendirikan perpustakaan yang mirip dengan pengertian perpustakaan umum dewasa ini. Pada tahun awal tahun 1910 berdiri Openbare leeszalen. Istilah ini mungkin dapat diterjemahkan dengan istilah ruang baca umum. Openbare leeszalen ini didirikan oleh antara lain Loge der Vrijmetselaren, Theosofische Vereeniging, dan Maatschappij tot Nut van het Algemeen. Perkembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia dimulai pada awal tahun 1920an yaitu mengikuti berdirinya sekolah tinggi, misalnya seperti Geneeskunde Hoogeschool di Batavia (1927) dan kemudian juga di Surabaya dengan STOVIA; Technische Hoogescholl di Bandung (1920), Fakultait van Landbouwwentenschap (er Wijsgebeerte Bitenzorg, 1941), Rechtshoogeschool di Batavia (1924), dan Fakulteit van Letterkunde di Batavia (1940). Setiap sekolah tinggi atau fakultas itu mempunyai perpustakaan yang terpisah satu sama lain. Pada jaman Hindia Belanda juga berkembang sejenis perpustakaan komersial yang dikenal dengan nama Huurbibliotheek atau perpustakaan sewa. Perpustakaan sewa adalah perpustakaan yang meminjamkan buku kepada kepada pemakainya dengan memungut uang sewa. Pada saat itu tejadi persaingan antara Volksbibliotheek dengan Huurbibliotheek. Sungguhpun demikian dalam prakteknya terdapat perbedaan bahan bacaan yang disediakan. Volksbibliotheek lebih banyak menyediakan bahan bacaan populer ilmiah, maka perpustakaan Huurbibliotheek lebih banyak menyediakan bahan bacaan berupa roman dalam bahasa Belanda, Inggris, Perancis, buku remaja serta bacaan gadis remaja. Disamping penyewaan buku ter-dapat penyewaan naskah, misalnya penulis Muhammad Bakir pada tahun 1897 mengelola sebuah perpustakaan sewaan di Pecenongan, Jakarta. Jenis sewa Naskah juga dijumpai di Palembang dan Banjarmasin. Naskah disewakan pada umumnya dengan biaya tertentu dengan disertai permohonan kepada pembacanya supaya menangani naskah dengan baik. Disamping perpustakaan yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda, sebenarnya tercatat juga perpustakaan yang didirikan oleh orang Indonesia. Pihak Keraton Mangkunegoro mendirikan perpustakaan keraton sedangkan keraton Yogyakarta mendirikan Radyo Pustoko. Sebagian besar koleksinya adalah naskah kuno. Koleksi perpustakaan ini tidak dipinjamkan, namun boleh dibaca di tempat. Pada masa penjajahan Jepang hampir tidak ada perkembangan perpustakaan yang berarti. Jepang hanya mengamankan beberapa gedung penting diantaranya Bataviaasch Genootschap van Kunten Weetenschappen. Selama pendudukan Jepang openbare leeszalen ditutup. Volkbibliotheek dijarah oleh rakyat dan lenyap dari permukaan bumi. Karena pengamanan yang kuat pada gedung Bataviaasch Genootschap van Kunten Weetenschappen maka koleksi perpustakaan ini dapat dipertahankan, dan merupakan cikal bakal dari Perpustakaan Nasional. Perkembangan pasca kemerdekaan mungkin dapat dimulai dari tahun 1950an yang ditandai dengan berdirinya perpustakaan baru. Pada tanggal 25 Agustus 1950 berdiri perpustakaan Yayasan Bung Hatta dengan koleksi yang menitikberatkan kepada pengelolaan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Indonesia. Tanggal 7 Juni 1952 perpustakaan Stichting voor culturele Samenwerking, suatu badan kerjasama kebudayaan antara pemerintah RI dengan pemerintah Negeri Belanda, diserahkan kepada pemerintah RI. Kemudian oleh Pemerintah RI diubah menjadi Perpustakaan Sejarah Politik dan Sosial Departemen P & K. Dalam rangka usaha melakukan pemberantasan buta huruf di seluruh pelosok tanah air, telah didirikan Perpustakaan Rakyat yang bertugas membantu usaha Jawatan Pendidikan Masyarakat melakukan usaha pemberantasan buta huruf tersebut. Pada periode ini juga lahir perpustakaan Negara yang berfungsi sebagaiperpustakaan umum dan didirikan di Ibukota Propinsi. Perpustakaan Negara yang pertama didirikan di Yogyakarta pada tahun 1949, kemudian disusul Ambon (1952); Bandung (1953); Ujung Pandang (1954); Padang (1956); Palembang (1957); Jakarta (1958); Palangkaraya, Singaraja, Mataram, Medan, Pekanbaru dan Surabaya (1959). Setelah itu menyusul kemudian Perpustakaan Nagara di Banjarmasin (1960); Manado (1961); Kupang dan Samarinda (1964). Perpustakaan Negara ini dikembangkan secara lintas instansional oleh tiga instansi yaitu Biro Perpustakaan Departemen P & K yang membina secara teknis, Perwakilan Departemen P & K yang membina secara administratif, dan Pemerintah Daerah Tingkat Propinsi yang memberikan fasilitas. (Sumber:http://www.duniaperpustakaan.com)
 
 INFO ELIBRARY Bagi mahasiswa yang ingin menggunakan E-library, USER dan PASSWORD yang digunakan sama dengan USER dan PASSWORD di RUANG MAHASISWA       Untuk Bapak/Ibu dosen yang belum bisa login segera hubungi LIVE SUPPORT kami       PERINGATAN!!! : Dilarang Keras memanfaatkan situs ini untuk tujuan plagiat Tugas Akhir, Apabila diketahui terdapat plagiat atas Tugas Akhir, pelaku akan dikenakan sangsi pencopotan gelar Diplomanya.       
Lakukan login untuk mengirimkan testimonial


Win Kurniadi
Semoga Situs Ini Dapat Membuat Mahasiswa BSI Dalam Menyelesaikan Studinya. Dan Mewujudkan BSI Menjadi 'International Campus'. Ayo Mahasiswa BSI, Pergunakan Situs Ini Untuk Membantu Anda Dalam Belajar.

Suagam
Sebagai Staff Perpustakaan bersyukur atas terlaksana nya e-Library ini semoga ini berkembang dan menjadi portal dalam pengembangan perpustakaan dgital

Suagam
Sebagai Staff Perpustakaan, merasa bersyukur atas terlaksannya e-library ini semoga menjadi tolak ukur dalam mewujudkan digital perpustakaan Bina Sarana Informatika, selamat bekerja & berkarya.

Arif Kurniawan
Dengan berkaembangnya BSI saat ini, mudah-mudahan berkembang juga untuk dosen dan mahasiswanya.Semangat terus untuk membangun negeri ini dengan pendidikan.

Feri Prasetyo H.
Berkat web perpus digital ini sangat membantu sekali mahasiswa bsi cikarang dan karawang dalam pembuatan TA dimana yang fasilitas perpustakaanya disana belum mencukupi akan referensi pembuatan TA. Berkat adanya web ini kami dapat mengakses dengan cepat disini.

Heri Kuswara
Terobosan yang brilian dari BSI dalam mencerdaskan sebanyak mungkin anak bangsa ini, situs ini akan memudahkan civitas akademika BSI terutama mahasiswa dan dosen dalam memperkaya keilmuannya. sukses BSI Sukses Team Elibrary

anio_nio
Kerennn.. thumb2 up.. kembangkan lagi content isi e-librarynya yakh.. good job ^_^

Dirgahayu Erri
Good Job. Semoga bermanfaat untuk membantu dan memfasilitasi mahasiswa dalam membuat karya ilmiah Tugas Akhir. Btw untuk Akademi Sekretari dan Manajemen (ASM) kok belum ada yah.. Maju terus ya e-library.

YULIANTI
waahhh.. kereennn,,, tampilan web bsi makin cantik ^_^ dipercantik pula dgn menu2 yang sangat bermanfaat bagi mahasiswanya...

fhathul jamal
sangat membantu sekali dengan di adakanya perpustakaan online ini...bisa liat contoh TA tanpa harus ke kampus....

widy
wah ada yg baru... maju terus BSI...

Nanang Tri Dinata
SUKSES BSI

Supriyanto
Semoga bermanfaat bagi yang menggunakan..... dan moga pengguna tidak menyalah gunakan

akhmad_surury
semoga bsi dpt lebih berkembang lagi, dengan kemajuan informasi dan komunikasi saat ini

Rahma Neechan
tampilan website BSI makin okeee,,.. semoga dg adany situs & fasilitas2 didalamnya membuat BSI lebih maju kedepannya amiinn

susan
GOOD JOB... I LIKE IT.... jadi ga bosen buka web'y BSI ^_^ congrat buat BSI,, e-library akan sangat membantu buat Qt2... MAJU TERUS BSI...

Sayu Yunida
tampilan web bsi makin keren..^_^ ada fiture baru e-library jadi sering main deh.. :) BSI Oy.. Oy.. Oy..!!!

Andrey
Saya sebagai mahasiswa merasa senang dengan melihat e-library ini.

Titi
Situs`a udh keren nie dan da Libbary..Smga b`manfaat bg mahasiswa..smga ini awaL yang baik untuk kemajuan BSI..

Dewi Zulaikha
Amazing.. Smoga E-Library BSI ini bisa terus berkembang.. ^^

wahyu asmoro h p
ok banget

firmansyah
alhamdulillah dah ada perubahan besar dengan web BSI,tapi saya minta kepada pihak manajemen untuk mengupdate mata kuliah yang sudah tidak sesuai dengan persaingan bisnis terutama mata kuliah unggulan (lab/praktek)

bijay
tampilannya bagus...4 jempol buat yg design...kuliah BSI aja..

yusan
mantapp...mkin berkembang ajjah BSi smg menuju dalam kesuksesan kita bersama.....amin...maju trus BSI ku......smg mencetak Insan2 yg berguna bagi nusa dan bangsa...amin...

achmad sumbaryadi
Luar biasa....... Dengan adanya e-library bsi semoga dapat membantu mahasiswa mengakses referensi bacaan. Untuk Team Sukses e-library... Tetap semangat dan kerja keras.......................

yoga
BSI smakin top jja,, pa ggi dah dda elibrary.. smoga BSI smakin maju nd berkembang..

tuti nurfauzih
saya antusias sekali dengan adanya e-library ini..tp saya coba register berkali2 tapi gak bisa ya..... muncul command "nim yang anda masukkan salah, ada yang terdeteksi bukan angka" tapi saya sudah masukkan sesuai dngan nim saya.....mohon bantuannya

Hiro21
Mantab BSI...., Maju terus..!!! semoga kami termasuk bagian sejarah

Fahmi
Good... website'y eye candy. Berguna banget nih buat yg lg nysun TA. smoga fitur & fasilitas yg lain dpt ditambah.

joko ariyanto
BSI oy oy,,

azwar fauzi
alhamdulillah skarang bsi memang benar sbagai cyber kapus dengan pngadaan perpustakaan digital'a.. smoga kdepannya bisa d kembangkan lagi..^^

AI SUPIDAH
Semoga dengan adanya E-Library ini bisa membantu mahasiswa/i BSI dalam mencari refensi buku. SUKSES selalu BSI........!! saya bangga jadi Mahasiswa BSI.....

ganjar boy
top bgt dech perlu ditingkatkan

Kresno Budi Nugroho
Semoga website Elibrary BSI ini dapat bermanfaat untuk seluruh mahasiswa dan dosen di BSI, serta membantu dalam penyusunan tugas akhir

MOHAMMAD ADI NUGROHO
semoga Elibrary BSi dapat memberikan Contoh TA yang Terbaru

DIAN RUT SARI PURBA
semoga bermanfaat juga bagi orang lain dan para mahasiswa

JIMMI
wow....it's incredible. An excellent way. Hope BSI E-Library more attractive, communicative, responsibility, and advanced. Congrats to BSI E-Library.

HASTO SAPUTRO
Mantap. Alhamdulillah, sukses untuk semua. Kalau bisa bsi juga buat Robotic Club dong, atau kalau sudah ada ulas artikel tentang kegiatan robotic club di bsi. Mmm maju negeriku makmur bangsaku.

OKTO FERNANDO
BSI makin oiiiiiii.............oiiiiiiiiiiiiii mantap!

LIA FRETIANA HELDA WATI
BSI E-LIBRARY CADASS !!! m/ very useful and helpful

ADE DARMA
inget buat bantu cari referensi buku tugas bukan jd ajang plagiat n cari jodoh,.. :D hehehe....

HASANUDIN
chayo dan maju terus BSI, semoga program ini tambah bagus buat tahun kedepannya untuk mewujudkan BSI menjadi trendsetter Cyber Campus di Indonesia!!!!

GALUH ADITAMA
Salut untuk Kampus BSI, meskipun biaya semester murah, tapi ga murahan! terbukti perpustakaan online yg dibuat oleh BSI, saya sebagai mahasiswa sangat terbantu..

CHANDRA RAMADHAN
Mantap dan sangat membantu...hheheahe

LIYANDA YUSFANI
keren nih web nya, moga alumni juga bisa ikut merasakan manfaatnya,amin

M KHOIRUL ANAM
dari segi tampilan kurang nyaman untuk mata, karena backgroundnya terlalu muda warnanya,, dan textnya juga hampir sama warnanya. dari segi content sudah cukup membantu menambah wawasan civitas akademi BSI.

Ajimat, S.Si, MM
E library bsi memang mantap..., e booknya tolong di tambah lagi. trims tim e library bsi

NUR AZIJAH
alhamdulillah.. kmajuan buat BSI dgn ad'a e-library. msju trusss BSIqu

PITU OKTAVIA
Bissmillah semoga dengan adanya e-library ini bisa meringankan beban anak semester akhir dalam menyusun Tugas Akhir,, ayoo teman ASM 22.6A.02 terutama C.B.I. Ganbatte kita berjuang sama;,, dan maju terus buat BSI semoga makin maju dan mampu memberikan pelayanan kepada mahasiswa/i nya yg lebih baik lg

DICKY RINALDO
Perpustakaan onlinenya mantap, saya belajar bikin web www.bandarkardus.com dgn ebook wordpressnya :)

CHOIRUN NISA UMI KHASANAH
Semoga E-library ini membantu mahasiswa dalam menyusun TA serta menambah pengetahuan tentang apa yang ada dalam situs ini dan bisa memanfaatkannya dengan maksimal. Salam Mahasiswa !!!

ARMAN ALFANDI
Sukses terus untuk BSI!

DJUSTARI PREHATIN NINGRUM
webnya bantu banget buat bikin laporan KKP :) saran sih bisa registrasi keanggotaan secara online